Tiba-tiba Pelatih Argentina Ngamuk ke FIFA Beberapa Jam Jelang Final Lawan Spanyol
- REUTERS/Paul Childs
tvOnenews.com – Tensi tinggi menjelang partai final Piala Dunia 2026 benar-benar berada di titik didih. Bukan melulu soal adu taktik antara Spanyol vs Argentina di atas lapangan hijau, melainkan psywar sengit dan kritik pedas yang dilemparkan oleh pelatih Tim Tango, Lionel Scaloni, langsung ke arah FIFA hanya hitungan jam sebelum peluit sepak mula dibunyikan.
Sesuai jadwal, Argentina bakal menantang Spanyol dalam duel bertajuk laga akbar di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB nanti.
Di tengah ambisi besar mempertahankan takhta juara dunia, Scaloni justru meradang akibat buruknya pengaturan jadwal pemulihan (recovery) pemain yang disusun oleh FIFA.
- REUTERS Amanda Perobelli
Pelatih berusia 48 tahun tersebut menilai durasi istirahat yang diberikan kepada anak asuhnya sangat tidak manusiawi pasca-laga semifinal yang menguras energi.
Imbasnya, Lionel Messi dan kolega terpaksa menatap laga final dengan kondisi fisik yang compang-camping dan belum pulih total.
Tiba Jam 11 Malam, Scaloni Keluhkan Fisik Pemain Belum 100 Persen
Scaloni membeberkan fakta bahwa rombongan skuad Argentina baru bisa menginjakkan kaki di hotel atau pusat latihan pada pukul 23.00 waktu setempat selepas laga semifinal.
Hal ini membuat jatah latihan taktis menjelang laga final menjadi sangat mepet dan tidak maksimal.
"Kami fokus untuk memberi para pemain istirahat dan berdasarkan itu kami akan melihat bagaimana mereka pulih, karena ada pemain yang belum 100% fit. Kami akan menilai situasi mereka. Kami bermain dengan mempertimbangkan tujuan kami sendiri, tetapi kami juga tidak melupakan kekuatan lawan kami," semprot Scaloni seperti dikutip dari laman Reuters.
- REUTERS/Hannah Mckay
Kendati melayangkan protes keras kepada federasi sepak bola dunia tersebut, Scaloni pasang badan dan menegaskan situasi pelik ini tidak akan dijadikan sebagai kambing hitam alias alasan jika armada Argentina gagal meraih hasil manis.
Fokus utama Albiceleste tetap terkunci rapat untuk membawa pulang trofi emas ke Buenos Aires, mengulangi kejayaan di Qatar 2022 silam.
Di sisi lain, mantan pemain Lazio tersebut juga menaruh rasa hormat yang tinggi kepada grafik performa menanjak yang ditunjukkan oleh Spanyol.
Load more