Statistik Babak Pertama Final Piala Dunia 2026: Spanyol Dominan, Argentina Justru Lebih Parkir Bus dengan 0 Tembakan
- REUTERS/Jeenah Moon
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Spanyol tampil jauh lebih dominan dibandingkan Argentina sepanjang babak pertama final Piala Dunia 2026. La Roja menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal, sementara sang juara bertahan seperti menerapkan taktik parkir bus dan nyaris tidak mampu memberikan ancaman ke lini belakang lawan.
Meski demikian, dominasi Spanyol belum mampu menghasilkan keunggulan di papan skor. Hingga turun minum, pertandingan final yang berlangsung di Stadion New York, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, masih berakhir imbang tanpa gol.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil percaya diri dengan permainan cepat dan penguasaan bola yang membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan.
Di sisi lain, Argentina memilih pendekatan yang lebih berhati-hati. Lionel Scaloni tampaknya menginstruksikan anak asuhnya untuk menunggu momentum serangan balik sambil meredam agresivitas lini depan Spanyol.
Perbedaan pendekatan kedua tim terlihat jelas melalui statistik pertandingan. Spanyol mampu menguasai bola hingga 64 persen, sedangkan Argentina lebih banyak menunggu di area pertahanannya sendiri.
Permainan khas tiki-taka kembali menjadi senjata utama La Roja. Aliran bola dari kaki ke kaki membuat para pemain Argentina harus bekerja keras mengejar dan menutup ruang di berbagai sektor lapangan.
Sepanjang babak pertama, Spanyol juga mampu mencatatkan total 337 operan. Akurasi umpannya mencapai 90 persen, memperlihatkan efektivitas permainan yang dibangun sejak lini belakang.
Dominasi tersebut turut menghasilkan sejumlah peluang berbahaya. Tercatat, Spanyol melepaskan tiga tembakan sepanjang babak pertama dengan satu di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Namun, peluang-peluang itu belum mampu mengubah kedudukan. Emiliano Martinez kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang utama Argentina dengan menggagalkan upaya yang mengancam gawang Albiceleste.
Sebaliknya, Argentina mengalami kesulitan membangun serangan. Sang juara bertahan tampak lebih fokus menjaga organisasi permainan dibandingkan mengambil risiko menyerang.
Minimnya kreativitas membuat lini depan Argentina gagal menciptakan peluang berbahaya. Bahkan, Lionel Messi yang menjadi tumpuan serangan terlihat hanya berlari-lari kecil mengingat agresifnya serangan yang dilakukan Spanyol.
Situasi tersebut membuat Argentina sama sekali tidak mampu melepaskan tembakan sepanjang 45 menit pertama. Statistik itu menjadi gambaran betapa rapatnya tekanan yang diberikan Spanyol kepada sang juara bertahan.
Pendekatan bertahan yang diperagakan Argentina juga memunculkan anggapan bahwa mereka menerapkan strategi "parkir bus". Hampir seluruh pemain La Albiceleste terlihat berada di belakang bola ketika Spanyol menguasai permainan.
Di tengah tekanan yang terus berdatangan, Emiliano Martinez menjadi sosok paling sibuk di kubu Argentina. Penjaga gawang Aston Villa itu beberapa kali harus bekerja keras mengamankan area pertahanannya agar tetap steril dari kebobolan.
Meski gagal mencetak gol pada babak pertama, Spanyol tetap menunjukkan bahwa mereka lebih mengendalikan jalannya pertandingan. Kini, menarik dinantikan apakah La Roja mampu mempertahankan dominasi tersebut pada babak kedua atau justru Argentina bangkit dan menunjukkan mental juara untuk membalikkan keadaan.
(igp/hfp)
Load more