Gianni Infantino Dihujat Usai Sebut Piala Dunia 2026 Terbaik Sepanjang Sejarah, Presiden FIFA Dinilai Abaikan Berbagai Kontroversi
- REUTERS/Jeenah Moon
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden FIFA Gianni Infantino mendapatkan hujatan setelah menyebut Piala Dunia 2026 sebagai edisi turnamen sepak bola dunia terbaik sepanjang sejarah.
Presiden FIFA tersebut dinilai mengabaikan berbagai kontroversi yang terjadi di sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Melalui unggahan panjang berisi 15 slide di media sosial Instagram, Gianni Infantino membalas berbagai kritik yang mengarah kepada FIFA selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam unggahan tersebut, Gianni Infantino menggambarkan turnamen berjalan nyaris sempurna. Ia bahkan mengklaim tidak ada insiden keamanan yang mengganggu jalannya kompetisi.
"Kami tidak mengalami kekerasan, tidak ada insiden, keamanan 100 persen terjamin, hanya ada kegembiraan dan kebahagiaan!" tulis Gianni Infantino dikutip dari laman Mirror, Senin (27/7/2026).
Klaim tersebut kemudian menjadi sorotan karena dianggap tak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.
Sejumlah pengamat menilai klaim tersebut jauh dari kenyataan karena selama turnamen berlangsung terjadi berbagai persoalan, mulai dari kerusuhan suporter hingga polemik kebijakan imigrasi.
Salah satu insiden yang menjadi sorotan terjadi di Mexico City setelah kemenangan Meksiko atas Ekuador pada babak 32 besar. Perayaan kemenangan tersebut dilaporkan berujung tragedi yang menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Selain itu, sejumlah suporter dari Iran, Haiti, Somalia, dan Pantai Gading juga disebut tidak dapat menikmati atmosfer Piala Dunia secara langsung karena terkendala larangan masuk ke Amerika Serikat.
Gianni Infantino juga menegaskan bahwa kontingen Iran dapat memasuki Amerika Serikat tanpa kendala.
"Iran masuk ke Amerika Serikat tanpa insiden atau konflik," kata Gianni Infantino.
Akan tetapi, laporan yang beredar justru menyebut hanya empat dari 15 staf tim nasional Iran yang sebelumnya mengalami penolakan visa akhirnya memperoleh izin memasuki Amerika Serikat.
Kontroversi lainnya turut menimpa wasit asal Somalia, Omar Artan, yang dikenal sebagai salah satu pengadil lapangan terbaik Afrika. Ia dilaporkan gagal memasuki Amerika Serikat menjelang dimulainya turnamen.
Meski demikian, Gianni Infantino menilai kritik yang muncul terlalu berlebihan dan tidak sebanding dengan jutaan orang yang berhasil memperoleh izin masuk ke negara tuan rumah.
"Anda menyebut beberapa orang yang ditolak visanya dan mengabaikan jutaan orang yang disetujui, dari seluruh dunia. Karena sepak bola menyatukan dunia dan hal itu terbukti secara mengesankan musim panas ini," lanjutnya.
Gianni Infantino bahkan meminta para pengkritiknya untuk lebih menenangkan diri.
Ia menyarankan mereka bermeditasi, berdoa atau menonton pertandingan sepak bola agar menemukan kedamaian, seraya menuding para pengkritik telah menyebarkan kebencian.
Namun kritik terhadap FIFA tidak hanya berkaitan dengan persoalan visa. Salah satu keputusan yang paling banyak diperdebatkan adalah penangguhan hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Balogun sebelumnya dijatuhi sanksi otomatis setelah pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina. Namun hukuman tersebut dibatalkan sehingga ia tetap dapat tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar.
Keputusan tersebut memicu spekulasi karena disebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubungi Infantino dan meminta FIFA meninjau kembali sanksi tersebut.
Menanggapi polemik itu, Infantino menyebut keputusan-keputusan wasit maupun komisi disiplin yang memicu perdebatan merupakan hal lumrah dalam sepak bola.
"Keputusan wasit yang bisa diperdebatkan atau keputusan disiplin yang dianggap aneh seperti kartu merah atau kuning yang mungkin keliru maupun keputusan untuk tidak menghukum pemain dalam situasi tertentu adalah hal yang biasa dan diterima di beberapa liga terbesar dunia. Menariknya, negara-negara yang menerapkan praktik seperti itu justru menjadi pihak yang mengkritik," katanya.
Di penghujung unggahannya, Gianni Infantino kembali menegaskan keyakinannya bahwa FIFA telah sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2026.
"Kepada pena dan kertas, kepada semua layar, semoga kalian menemukan cinta dan kedamaian yang tidak bisa ditemukan oleh orang-orang di belakang kalian. Semoga kalian menemukan kedamaian; kami di FIFA telah menemukannya dan kami memberikannya dengan menghadirkan Piala Dunia FIFA yang paling luar biasa," kata Gianni Infantino.
Load more