Sepak Bola Italia Porak-poranda
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews - Sepak bola Italia porak-poranda. Dua tokoh penting Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Paolo Maldini dan Leonardo Araujo, mengundurkan diri dari jabatannya dua minggu setelah penolakan terhadap Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala tim nasional (timnas).
Mengutip Sky Sport Italia, Maldini ditunjuk sebagai direktur teknik FIGC pada 11 Juli 2026, dengan tugas membantu membangun kembali timnas setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Salah satu tanggung jawab pertamanya adalah mencari pengganti Gennaro Gattuso, yang kepergiannya membuat posisi pelatih kepala kosong.
Namun, Paolo Maldini mengundurkan diri hanya 16 hari setelah menjabat, bersama Leonardo Araujo, mantan pemain internasional Brasil yang didatangkan untuk menjadi penasehatnya.
Keputusan keduanya untuk mengundurkan diri muncul tak lama setelah Andrea Pirlo mengumumkan kalau dirinya tidak lagi menjadi kandidat utama pelatih kepala timnas, menyusul penolakan keras terkait hubungannya dengan Fonbet, perusahaan judi asal Rusia.
Prospek penunjukannya semakin tidak mungkin terwujud dalam beberapa hari menjelang pengunduran dirinya, dengan kontroversi tersebut memicu reaksi keras yang signifikan di kalangan sepak bola dan media Italia.
Kepergian Maldini dan Leonardo langsung memicu krisis bagi Giovanni Malago, presiden FIGC yang baru dilantik, sehingga mereka kini tidak memiliki strategi tim nasional yang jelas di saat yang secara luas dianggap sebagai titik terendah dalam hampir 40 tahun terakhir.
Kekacauan ini terjadi setelah periode sulit yang dialami sepak bola Italia secara umum, menyusul tersingkirnya klub-klub Italia dari kompetisi Eropa pada musim lalu dan kegagalan ketiga berturut-turut untuk lolos ke Piala Dunia.
Karena Paolo Maldini dan Leonardo Araujo tidak lagi memimpin proses pencarian pelatih kepala, maka beberapa manajer ternama kini dikaitkan dengan posisi juru taktik yang masih kosong, seperti Roberto Mancini, Antonio Conte, dan Thiago Motta.
Ketiganya memiliki rekam jejak sendiri di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa, meskipun belum ada yang secara langsung dikaitkan dengan pembicaraan konkret bersama FIGC.
Load more