Kronologi Ancaman Boikot dari UEFA Hingga AFC pada FIFA, Bermula dari Rencana Gianni Infantino Komersilkan Piala Dunia
- REUTERS/Caean Couto-Imagn Images
Menanggapi polemik yang berkembang, Gianni Infantino menegaskan bahwa proposal tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan akan diputuskan melalui proses demokratis.
"Ini adalah sebuah proposal, sebuah tawaran, yang akan melalui proses demokratis dan konsultasi. Ini adalah sebuah kesempatan, bukan sebuah kewajiban. Ini merupakan peluang emas untuk mempercepat perkembangan sepak bola di seluruh dunia," ujar Infantino.
Sebagai bagian dari proposal tersebut, FIFA juga menawarkan pembayaran awal sebesar 20 juta dolar AS (Rp360 triliun) kepada setiap asosiasi anggota yang bersedia ikut dalam skema tersebut. Seluruh anggota diberi waktu hingga 19 September untuk menentukan sikap.
UEFA justru menilai tawaran tersebut memperlihatkan tujuan utama proposal FIFA.
"Dana sebesar 20 juta dolar AS (Rp360 triliun) itu sudah menjelaskan semuanya tentang rencana ini," tulis UEFA dalam pernyataan resminya dikutip Kamis (30/7/2026).
UEFA juga menuding FIFA menggunakan olahraga ini untuk memperkaya diri sendiri dan orang-orang terdekat mereka.
Sementara itu, Concacaf memilih menyoroti persoalan tata kelola organisasi.
"Kami sangat prihatin dengan kurangnya proses yang semestinya. Concacaf baru mengetahui persoalan ini melalui laporan media, kemudian melalui siaran pers," bunyi pernyataan Concacaf.
AFC juga menyampaikan nada serupa. Konfederasi Asia menyatakan kecewa karena tidak dilibatkan dalam pembahasan proposal yang dinilai memiliki dampak besar terhadap masa depan sepak bola dunia.
"Kami tidak diajak berkonsultasi mengenai proposal ini dan kecewa karena persoalan sepenting ini sudah menjadi konsumsi publik sebelum keluarga besar AFC memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mendiskusikannya melalui mekanisme tata kelola yang semestinya," tulis pernyataan AFC.
"AFC mengakui pentingnya mencari pendekatan inovatif untuk memperkuat masa depan sepak bola global, tetapi inisiatif sebesar ini harus dibangun di atas prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna," lanjut pernyataan Konfederasi Sepak Bola Asia ini.
Penolakan juga datang dari organisasi European Football Clubs (EFC) yang mewakili lebih dari 850 klub di Eropa. Mereka mengaku sama sekali tidak dilibatkan dalam pembahasan.
"EFC mengetahui proposal ini dengan cara yang sama seperti para pemangku kepentingan sepak bola dunia lainnya, yakni tanpa pemberitahuan dan melalui media," tulis pernyataan EFC.
Load more