Isi Surat Terbuka AFC, UEFA dan Concacaf Terkuak, Singgung Rencana Piala Dunia Tanpa FIFA
- REUTERS/Caean Couto-Imagn Images
Jakarta, tvOnenews.com - Drama FIFA yang dianggap menyalahgunakan Piala Dunia sebagai agenda individu ternyata belum usai. Walau FIFA membatalkan rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia pada swasta, ternyata tiga konfederasi sepak bola merilis surat untuk suporter sepak bola di seluruh dunia.
Kali ini, AFC, Concacaf, dan UEFA mempertanyakan kepercayaan mereka pada Presiden FIFA, Gianni Infantino setelah kontroversi rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang berkaitan dengan pengelolaan komersial Piala Dunia.
Surat terbuka tersebut ditandatangani oleh enam petinggi di tiga konfederasi berbeda, termasuk Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden Concacaf Victor Montagliani, serta Presiden UEFA Aleksander Ceferin.
Mereka menegaskan bahwa sepak bola bukan milik satu individu maupun satu lembaga, melainkan milik seluruh komunitas yang terlibat di dalamnya.
"Sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Ini bukan tentang memegang atau menuntut kekuasaan untuk dipertahankan, melainkan merupakan tugas untuk melayani keluarga sepak bola yang telah memberikan kepercayaan," demikian isi surat tersebut dikutip dari laman Inside Football World, Senin (10/8/2026).
Kritik itu menjadi pukulan serius bagi Gianni Infantino karena AFC dan Concacaf selama ini relatif berada di sisi yang mendukung kepemimpinannya.
Kini, ketiganya justru berdiri bersama dan meminta proses investigasi terhadap kontroversi FFE dilakukan secara independen, tanpa melibatkan staf FIFA.
Persoalan bermula dari proposal FIFA untuk membentuk FIFA Forward Enterprise yang akan mengonsolidasikan berbagai sumber pendapatan seperti hak siar, sponsor, tiket, lisensi, dan penyelenggaraan turnamen dengan nilai lebih dari 20 miliar dolar AS.
"Ketika kepercayaan rusak melalui penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kelompok yang telah memberinya kewenangan, maka tugas tersebut telah ditinggalkan," tulis ketiga konfederasi dalam surat itu.
Mereka juga menilai upaya menjual kepentingan komersial Piala Dunia merupakan kegagalan penilaian yang mendalam, bukan sekadar kesalahan prosedural. AFC, Concacaf, dan UEFA turut meminta seluruh dokumen terkait FFE diamankan agar penyelidikan menyeluruh dapat dilakukan.
Sikap bersama tersebut membuat posisi Infantino semakin tertekan menjelang proses politik FIFA berikutnya. Sebelumnya, FIFA memang telah menggelar pertemuan darurat di Maroko dan kembali menyatakan dukungan kepada Infantino, tetapi perkembangan terbaru menunjukkan konflik internal organisasi sepak bola dunia belum mereda.
Surat itu ditutup dengan pesan yang secara jelas menyasar arah kepemimpinan FIFA ke depan.
"Kekuatan sepak bola selalu terletak pada persatuannya. Kami menyerukan agar persatuan itu dihormati sekarang, untuk kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan yang berupaya memerintahnya," tutup surat itu. (hfp)
Load more