Kapten Thailand Bernafsu Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Siap Tantang Timnas Indonesia di Final
- Changsuek
"Kami ingin menjadi juara dan akan melakukan segala cara, memberikan seluruh kemampuan serta membawa pulang kemenangan, saya percaya semua orang memiliki target yang sama karena para suporter juga memiliki ekspektasi terhadap kami," kata Chanathip.
"Vietnam sudah menjadi tim yang kuat, saya berharap kami bisa mengalahkan mereka untuk memberikan kepercayaan diri kepada Thailand dan para suporter Thailand sehingga kami memiliki sesuatu untuk menghadapi mereka," tambahnya.
Jika mampu menjadi juara Grup B, Thailand akan menghadapi pemuncak Grup A pada pertandingan final. Salah satu tim yang berpotensi menjadi lawannya adalah Timnas Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah.
Skuad Garuda berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Indonesia juga mempunyai keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri sepanjang fase grup yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Chanathip turut menyinggung faktor tuan rumah ketika membicarakan tantangan yang bakal dihadapi selama berada di Indonesia. Selain persoalan teknis di lapangan, ia memperkirakan terdapat sejumlah aspek adaptasi yang harus dilalui Thailand.
"Saya percaya turnamen ini mungkin akan memiliki sejumlah kesulitan, terutama terkait makanan, konsumsi, dan lapangan, tetapi saya yakin kami memiliki pengalaman bermain di luar negeri," kata Chanathip.
"Sementara tim-tim lain juga sama-sama baru, hanya Indonesia yang memiliki basis suporter, meskipun mungkin tidak banyak suporter yang datang langsung untuk mendukung," sambungnya.
Meski demikian, Chanathip tidak ingin Thailand hanya memusatkan perhatian kepada satu calon lawan. Gajah Perang harus terlebih dahulu melewati persaingan Grup B sebelum memikirkan kemungkinan tampil di pertandingan final.
"Saya percaya kami akan memberikan yang terbaik untuk meraih kemenangan demi negara kami, kami harus fokus pada setiap tim sekaligus fokus kepada diri sendiri agar bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin," kata Chanatip.
"Setiap tim memiliki gaya bermain yang berbeda sehingga kami harus menganalisis mereka dan diri kami sendiri untuk mengetahui di mana letak kelemahan dan kekuatan masing-masing," pungskas pemain berusia 32 tahun tersebut.
Load more