Pelatih Bangladesh Bicara Jujur soal Kualitas Sepak Bola Dalam Negerinya: Liga Kami Tak Sebaik Indonesia dan Malaysia
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Bangladesh, Javier Cabrera, berbicara tentang kualitas sepak bola dalam negerinya. Dia mengakui bahwa Liga Bangladesh tidak sebaik di Indonesia atau Malaysia.
Bangladesh sedang mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026 dan telah melakoni dua laga sejauh ini. Namun, keduanya berakhir dengan kekalahan bagi mereka.
Setelah digasak Malaysia dengan skor telak 0-3, Bangladesh kalah lagi dari Singapura dengan skor 0-1 pada Senin (28/9/2026) sore tadi WIB. Gol Harhys Stewart pada menit ke-35 menjadi pembeda di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pada laga terakhir, mereka akan menghadapi Timnas Indonesia. Itu bisa menentukan nasib Garuda namun tidak lagi bagi Bangladesh usai menderita dua kekalahan beruntun.
Cabrera berbicara seusai laga melawan Singapura bahwa sepak bola Bangladesh memang tertinggal. Dia menekankan bahwa sepak bola Bangladesh tidaklah sebaik negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Singapura.
“Maksud saya, Anda tahu, dalam sepak bola, seperti yang Anda sebutkan, semuanya tentang kompetisi. Dan kompetisi yang kita miliki di Bangladesh sebenarnya tidak terlalu besar,” katanya dalam konferensi pers.
“Kita tidak memiliki liga seperti di Malaysia, seperti yang mereka miliki di Singapura, seperti yang mereka miliki di Indonesia dan Filipina juga memiliki liga yang kuat, tetapi itu sangat penting karena Anda harus mempersiapkan diri setiap minggu untuk pertandingan akhir pekan, dan itu selama periode satu tahun di mana Anda belajar banyak dari kesalahan yang Anda lakukan di akhir pekan dan itulah yang sebenarnya kita lewatkan,” tambahnya.
Hal ini berdampak kepada Timnas Bangladesh. Itu sebabnya Bangladesh punya beberapa pemain naturalisasi, termasuk Hamza Choudhury dari Inggris.
“Jadi, dibandingkan dengan pertandingan, Anda tahu, ketika kita mengumpulkan tim nasional, kita tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan turnamen, dan itu jelas selalu sangat sulit bagi tim nasional,” tambahnya.
“Jadi, Anda harus mengandalkan pengetahuan para pemain yang juga datang secara internasional, dari, Anda tahu, dari Inggris atau beberapa negara lain, tetapi mereka memiliki pengalaman yang baik,” lanjutnya.
Cabrera menekankan bahwa pengalaman bermain di liga adalah sesuatu yang sangat penting. Hal inilah yang membuat Bangladesh tertinggal dari Indonesia, yang notabenenya adalah negara sepak bola.
“Jadi, pengalaman di liga, di liga yang kuat, sangat penting, dan itulah yang kami, Anda tahu, saya senang melihat tim bermain sepak bola hari ini. Itulah yang kami katakan di awal. Kami ingin bermain sepak bola, kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa bermain sepak bola melawan mereka, dan, Anda tahu, kami ingin memenangkan pertandingan ini,” katanya.
“Tapi ini juga sulit. Anda harus realistis, Anda harus melihat siapa lawan kami. Jadi, selalu seperti itu, Anda tahu, setiap pertandingan yang Anda mainkan, itu mudah, jadi ini adalah pertarungan dan kami berjuang hari ini, kami bisa bangga. Tetapi persaingan di liga-liga tersebut jelas sangat berkembang dan besar sekarang dan di Indonesia, Malaysia, ini adalah negara sepak bola, Anda dapat melihatnya di awal bahwa mereka sedang berkembang,” tukasnya. (rda)
Load more