Pengakuan Jujur Alessandro Bastoni usai Bikin Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia 2026: Saya Merasa Berutang
- REUTERS/Murad Sezer
Jakarta, tvOnenews.com -Ā Bek tengah Timnas Italia, Alessandro Bastoni, merasa bahwa dirinya berutang kepada masyarakat Italia. Hal ini beriringan dengan kegagalannya untuk mempersembahkan tiket ke Piala Dunia 2026.
Bastoni tampil untuk pertama kalinya untuk Italia sejak malam di Zenica. Pada Maret lalu, dia menjadi salah satu alasan Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 ketika melawan Bosnia & Herzegovina.
Sang bek tengah Inter Milan menerima kartu merah di ujung babak pertama ketika Italia sedang unggul 1-0. Kekurangan pemain membuat Azzurri tertahan 1-1 sebelum akhirnya kalah dengan skor 1-4 dalam sesi adu penalti.
Bastoni melalui masalam penebusan dosa di Bursa pada Selasa (29/9/2026) dini hari WIB untuk duel di UEFA Nations League. Italia berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 4-1 atas Turki, dengan Bastoni membuka skor di menit kesembilan.
Kemudian, Davide Frattesi dan Michael Kayode membantu Italia unggul tiga gol pada saat jeda turun minum. Baris Yilmaz sempat membalas untuk Turki, namun Francesco Pio Esposito memastikan kemenangan telak Italia dengan skor 4-1.
Setelah pertandingan, Bastoni mengakui bahwa pikirannya masih tertinggal di Zenica bahkan hingga hari ini. Dia menekankan bahwa dirinya merasa berutang kepada masyarakat Italia.
āTidak dapat dihindari bahwa pikiran saya akan kembali ke Zenica,ā kepada Bastoni kepada RAI Sport.
āSaya akan berhutang budi kepada rakyat Italia selama empat tahun ke depan. Ketika menghadapi situasi sulit, saya selalu memilih untuk tetap tegak dan bertanggung jawab,ā tambahnya.
āKami telah mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, tetapi kami ingin bangkit kembali. Yang kami minta hanyalah keseimbangan dan kesabaran dalam menilai tim ini, karena ada banyak pemain muda yang ingin belajar,ā tukasnya.
Sejumlah pemain senior, termasuk Sandro Tonali dan Giovanni Di Lorenzo memperingatkan rekan-rekan setimnya untuk tidak kehilangan jati diri setelah kekalahan dari Belgia. Dia menegaskan bahwa Italia perlu memperbaiki sikap.
āSaya pikir ini masalah sikap, karena tidak mudah di Italia untuk hidup dengan media sosial, ketika Anda mendapatkan banyak hal yang dikatakan kepada Anda,ā tambah Bastoni.
āInilah sebabnya saya meminta para penggemar untuk menyalahkan kami yang lebih tua dan memiliki bahu lebih lebar dibandingkan para pemain muda,ā sambungnya. (rda)
Load more