Nova Arianto Bongkar Sifat Asli Shin Tae-yong, Mantan Bek Persib Bandung itu Bilang Kalau Pelatih Timnas Indonesia Sebenarnya...
- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
tvOnenews.com - Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto mengungkapkan sifat asli pelatih asal Korea Selatan itu kala menangani Skuad Garuda.
Sebagai informasi, Shin Tae-Yong ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak 1 Januari 2020 dengan kontrak hingga 31 Desember 2023 lalu.
Kontrak Shin Tae-yong diperpanjang hingga 2027 usai menunjukkan kemampuan dan komitmen yang kuat dalam mengarahkan Timnas Indonesia U-23 menuju perempat final Piala Asia U-23 2024.
Shin Tae-yong dipercaya sebagai juru taktik Timnas Indonesia Senior hingga kelompok umur, yang memberikan perubahan signifikan dalam prestasi Tim Garuda di kancah Asia.
Tercatat ranking FIFA dari Timnas Nasional Garuda lebih baik, naik dari 177 ke 134. Tentu ini merupakan prestasi membanggakan lainnya adalah Indonesia lolos Piala Asia setelah penantian 18 tahun lamanya.
Prestasi Skuad Garuda di ajang SEA Games juga terhitung baik, usai meraih medali Perunggu di SEA Games 2021 Vietnam lalu.
Nova Arianto lantas mengungkapkan sifat dan kinerja dari Shin Tae-Yong pelatih Timnas Indonesia, yang beberapa tahun ini berjasa menaikkan prestasi Indonesia di kancah Asia.
"Apa yang bikin beda coach Shin Tae-Yong dengan pelatih lainnya?" tanya host dilansir dari kanal YouTube Vivagoal Indonesia, pada Rabu (05/6/2023).

"Secara basicnya mungkin sama yah, karena saya ikut Coach Shin 3 tahun. secara etos kerjanya sih, etos kerja orang Korea saya lihat sangat-sangat luar biasa, sangat detail, sangat teliti, itu yang saya lihat dari Coach Shin," sambungnya.
Nova Arianto sendiri kurang lebih telah menjabat 3 tahun sebagai asisten pelatih Timnas Senior Indonesia.
Ia mendampingi Shin Tae-Yong dan sudah mengalami banyak hal dalam perjalanan menapaki prestasi Timnas.
"Coach Shin orang selalu jujur dengan apa yang dia lihat, A yah A," papar Nova.
Eks pemain Persib Bandung ini menuturkan contoh dari kejujuran dan etos kerja dari Shin Tae-Yong dalam menangani Timnas Indonesia.
Nova Arianto juga mengaku bahwa Shin Tae-Yong sejak pertama kali datang dia langsung belajar banyak soal kultur sepak bola Indonesia.
"Yang menunjukkan kalau pemain tidak bisa dimarahi di depan umum," terangnya.
Nova juga mencontohkan dengan memarahi Oki Rengga secara diam-diam tidak di depan umum, di mana hal itu salah.
Karena menurut Shin Tae-Yong nantinya kedua pemain lain juga akan membuat kesalahan yang sama.
"Jadi lebih baik saya marahnya di depan orang banyak, agar mereka tahu kesalahan mas Oki jangan sampai terjadi dengan yang lain," ungkap Nova soal gaya pelatihan Shin Tae-Yong.
Sebagai informasi tambahan, Nova Arianto adalah putra pelatih legenda PSIS Semarang Sartono Anwar.
Sartono Anwar merupakan sosok legenda yang sulit dilupakan oleh penggemar PSIS Semarang.
Pasalnya, Sartono merupakan pelatih yang pertama kali mempersembahkan gelar juara bagi klub yang berjuluk Laskar Mahesa Jenar di ajang sepak bola Indonesia.
Nama Sartono Anwar juga tercatat pernah memberikan Trofi Juara Perserikatan 1987, saat mengalahkan Persebaya Surabaya sekaligus meraih gelar pertama bagi PSIS Semarang dalam sejarah klub.
Kini, Nova Arianto mengikuti jejak sang ayah menggeluti profesi sebagai pelatih dan meniti karier menangani Timnas Indonesia.
Nova Arianto juga mengakui jika sang ayah kerap kali memberikan masukan kepadanya terkait mental pemain Indonesia.
"Kenapa mental pemain Indonesia belum (bagus), masih sama aja gitu," ungkap Nova.
Lebih lanjut, Nova Arianto menyebutkan bahwa metode pelatihan Shin Tae-Yong dalam membentuk mental pemain Indonesia adalah dari latihan fisik dan kedisiplinan.
"Latihan drill fisik, dia bisa melihat kalau pemain Indonesia nggak mau menyerah. Maksudnya misalnya level fisik pemain Indonesia ada di 100, tapi pemain Indonesia kalau sudah sampai level 80, dia akan menyerah," ungkap Nova.
"Dia gak mau paksa lagi untuk bisa mendekati levelnya (100), agar level fisiknya naik," sambungnya.
Tak hanya itu saja, bek legenda asal Semarang ini juga mengungkapkan kelemahan dari mindset dan mental pemain Indonesia, saat berhadapan dengan Tim Asia Tenggara lainnya.
"Secara mental pertandingan juga sama, mental pemain Indonesia terbiasa,'Oh kalau kita lawan Thailand, Vietnam, atau mungkin negara lain yang kuat,'Oh kalah sudah biasa lah, nggak apa-apa," pungkas Nova Arianto. (dwi/fan)
Load more