Kisah Ragnar Oratmangoen Diam-diam jadi Mualaf Sejak Kecil, Hingga Sebut Sosok Rasulullah SAW Tokoh Inspirasi Hidupnya
tvOnenews.com - Ragnar Oratmangoen merupakan salah satu pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang baru menjadi WNI pada bulan Maret 2024 lalu.
Ragnar Oratmangoen merupakan pemain keturunan Belanda yang memiliki darah Indonesia dari sang kakek yang lahir di Maluku.
Ia resmi menjadi pemain naturalisasi usai menjalani sumpah WNI pada bulan Maret di Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta bersama Thom Haye.
Pemain berusia 26 tahun ini mengawali debutnya bersama Timnas Indonesia pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 melawan Vietnam.
Ragnar dianggap memiliki kemampuan bermain yang sangat baik lantaran berpengalaman main di level sepak bola Eropa.
Dibalik kesuksesannya, Ragnar Oratmangoen rupanya salah satu pemain luar negeri yang menjadi mualaf.
Bahkan ia mengisahkan perjalanannya hingga memeluk Islam saat masih remaja ketika berusia 15 tahun.
Diketahui, Ragnar Oratmangoen lahir dari kedua orang tua yang menganut agama Kristen.
Saat usianya 14 tahun, ketika masih belajar di akademi sepak bola, ada temannya yang beragama Islam.
Temannya ini beberapa kali mengajak Ragnar ikut berkunjung ke masjid tempatnya beribadah.
Dari kunjungan-kunjungan tersebut Ragnar Oratmangoen berdiskusi soal keagamaan.
Dari situ pula Oratmangoen kecil menemukan kenyamanan dalam menjalankan kehidupan.
"Tidak, saya tidak terlahir sebagai muslim. Saya dibesarkan sebagai seorang Kristen, tapi setelah saya tumbuh dewasa, saya menemukan jalan ke Islam," kata Ragnar Oratmangoen.
"Teman saya sering mengajak ke masjid. Mereka mengajarkan saya soal Tuhan dan bagaimana agama ini bisa membantu dalam hidup. Itu menyentuh saya dan akhirnya memutuskan untuk menjadi muslim," sambungnya.
Selama menjadi seorang muslim, ia merasa begitu terbantu dalam menjalani kehidupan.
Keputusannya menjadi seorang mualaf rupanya mendapat dukungan keluarga lantaran agama dalam kultur Eropa adalah hal yang privasi.
"Sepertinya (saya masuk Islam) saat usia 15 tahun. Jadi saya juga sudah 10-11 tahun melewati Ramadhan," ungkapnya.
Meski sudah cukup lama memeluk Islam, Ragnar Oratmangoen baru merasakan momen Ramadhan yang berbeda saat di Indonesia.
Pemain posisi bek kiri atau penyerang ini mengaku terkesima dengan kultur puasa di Indonesia.
Load more