GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Emil Audero Kena Petasan, Hukuman Bertubi-tubi Bagi Inter Milan Tanpa Ada Pengurangan Poin

Insiden tak menyenangkan terjadi di awal babak kedua ketika suporter Inter Milan melempar petasan ke arah Emil Audero secara sengaja. 
Rabu, 4 Februari 2026 - 21:04 WIB
Emil Audero Kena Petasan, Ini Hukuman Bertubi-tubi bagi Inter Milan
Sumber :
  • Kolase tvOnenews/Serie A

Jakarta, tvOnenews.com - Insiden serius menimpa kiper naturalisasi Timnas Indonesia, Emil Audero. Emil Audero mengalami insiden tak menyenangkan ketika membela klubnya, Cremonese ketika melawan Inter Milan

Cremonese kalah dengan skor 0-2 dari Inter Milan pada Senin (2/2/2026). Insiden tak menyenangkan terjadi di awal babak kedua ketika suporter Inter Milan melempar petasan ke arah Emil Audero secara sengaja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Emil Audero yang tak sadar ada petasan dari arah belakang kemudian terkejut dan sempat terkapar sembari memegang kupingnya.

Insiden tersebut memicu reaksi tegas dari otoritas sepak bola Italia terhadap Inter Milan.

Hakim olahraga Liga Italia menjatuhkan sanksi denda maksimal kepada Inter Milan sebesar 50 ribu euro atau setara sekitar Rp860 juta. Selain denda, Inter juga mendapat peringatan keras (diffida) atas tindakan suporter mereka dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Zini, kandang Cremonese.

Dalam putusannya, hakim menegaskan bahwa sesuai regulasi, klub bertanggung jawab penuh atas perilaku suporter selama pertandingan. Lemparan benda berbahaya seperti petasan dinilai sebagai pelanggaran berat yang mengancam keselamatan pemain dan perangkat pertandingan. Meski demikian, hakim tetap mempertimbangkan faktor yang meringankan.

Dikutip dari laman Repubblica, Inter Milan bersikap kooperatif dan cepat membantu proses identifikasi pelaku. 

Selain itu, klub dan para pemain Inter juga secara terbuka menunjukkan sikap menjauhkan diri dari tindakan tidak terpuji tersebut, baik saat pertandingan berlangsung maupun setelah laga berakhir. 

Faktor-faktor inilah yang membuat hukuman tidak langsung mengarah pada penutupan stadion atau pengurangan poin.

Namun peringatan keras turut disematkan. Jika insiden serupa kembali terulang dan membahayakan keselamatan pemain, ofisial, atau petugas pertandingan, Inter terancam sanksi lebih berat. 

Hukuman lanjutan bisa berupa pertandingan tanpa penonton di sektor tertentu, laga kandang tanpa penonton sama sekali, hingga penutupan stadion dalam jangka waktu tertentu, bahkan sampai dua tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar sanksi terhadap klub, aparat keamanan juga bergerak cepat. Seorang pemuda berusia 19 tahun asal Milan yang diduga sebagai pelaku pelemparan petasan telah ditangkap. Ia diketahui merupakan bagian dari kelompok suporter terorganisir Inter Milan.

Kementerian Dalam Negeri Italia atau Viminale turut mengambil langkah tegas dengan melarang suporter Inter melakukan laga tandang hingga 23 Maret mendatang. Meski demikian, larangan tersebut tidak berlaku untuk laga derby kontra AC Milan, yang tetap diizinkan berlangsung dengan kehadiran suporter.
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peduli Kesehatan Masyarakat, Pulunan Anak Dapat Khitan Gratis di Hut ke-61 PGN

Peduli Kesehatan Masyarakat, Pulunan Anak Dapat Khitan Gratis di Hut ke-61 PGN

61 anak di setiap wilayah operasional perusahaan PGN mendapat khitan dari program khitan massal yang diadakan PGN untuk rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61
Dari Tandem Jadi Lawan, Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic Siap Bentrok di V-League

Dari Tandem Jadi Lawan, Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic Siap Bentrok di V-League

Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic yang sebelumnya jadi duet andalan Red Sparks kini berubah menjadi rival di V-League, usai kini membela tim yang berbeda.
Kapasitasnya sebagai MC, Shindy Lutfiana Akui Tak Patut Bilang "Mungkin Itu Hanya Perasaan Adik-Adik Saja" di LCC Empat Pilar MPR RI 2026

Kapasitasnya sebagai MC, Shindy Lutfiana Akui Tak Patut Bilang "Mungkin Itu Hanya Perasaan Adik-Adik Saja" di LCC Empat Pilar MPR RI 2026

Shindy Lutfiana MC LCC Empat Pilar MPR RI 2026 mengakui dirinya tidak patut mengatakan “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja” dalam kapasitasnya sebagai MC. 
Ambulans Pembawa Pasien Adu Banteng dengan Truk Muatan Gula di Jalur Daendels Purworejo, Sopir Ambulans Tewas

Ambulans Pembawa Pasien Adu Banteng dengan Truk Muatan Gula di Jalur Daendels Purworejo, Sopir Ambulans Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Jalur Selatan Daendels, tepatnya di wilayah Desa Wonosari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Rabu (13/5/2026) pukul 16.00 WIB
Inter Milan Resmi Kawinkan Gelar Juara Liga Italia dengan Coppa Italia usai Libas Lazio 2-0

Inter Milan Resmi Kawinkan Gelar Juara Liga Italia dengan Coppa Italia usai Libas Lazio 2-0

Inter Milan resmi mengawinkan gelar juara Liga Italia dengan Coppa Italia. Tim asuhan Cristian Chivu tersebut mengamankan gelar piala domestik pada Kamis (14/5/2026) dini hari tadi WIB.
Antam Terjun Bebas! Simak Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini Kamis 14 Mei 2026

Antam Terjun Bebas! Simak Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini Kamis 14 Mei 2026

Berikut rincian harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis 14 Mei 2026

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Lomba Cerdas Cermat yang diadakan MPR RI jadi sorotan publik setelah dewan juri menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak. Ketua MPR sikapi permohonan maaf juri
Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT