Presiden Terima Kunjungan Perdana Menteri Australia
Jakarta, tvOnenews.com - Perdana Menteri Australia Anthony albanese tiba di Jakarta pada Kamis malam, 5 Februari 2026, dalam rangka kunjungan kerja hingga 7 Februari 2026.
Pesawat yang membawa Albanese mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dan kedatangannya merupakan undangan langsung Presiden prabowo Subianto dalam rangka pertemuan bilateral kedua negara.
Di Istana Merdeka, Albanese disambut dengan upacara kenegaraan sebelum melakukan pertemuan terbatas dengan Presiden Prabowo. Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin memperkenalkan delegasi masing-masing.
Dari pihak Indonesia hadir Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono.
Sementara delegasi Australia di antaranya Menteri Luar Negeri Penny Wong, Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier, serta penasihat utama internasional Kantor Perdana Menteri.
Agenda utama kunjungan ini adalah penandatanganan Australia-Indonesia Treaty on Common Security, sebuah perjanjian keamanan bersama yang dinilai sebagai langkah besar dalam hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa dekade terakhir.
Perjanjian tersebut diharapkan mencerminkan peningkatan kepercayaan dan kerja sama keamanan serta memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Selain sektor keamanan dan pertahanan, pembahasan juga mencakup kerja sama perdagangan, investasi, pendidikan, dan pembangunan.
Pemerintah Australia menilai perjanjian ini sebagai momen penting yang membawa hubungan kedua negara ke tingkat kerja sama yang lebih tinggi, sekaligus membuka ruang konsultasi rutin di tingkat pimpinan dan menteri terkait isu keamanan bersama.
Dalam kerangka perjanjian tersebut, kedua negara akan meningkatkan komunikasi strategis dan mempertimbangkan koordinasi tindakan apabila keamanan salah satu pihak terancam. Meski demikian, sejumlah analis menilai dampaknya lebih bersifat simbolis dan tidak setara dengan aliansi militer penuh.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Australia untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif yang telah terjalin lama, sekaligus memperdalam kolaborasi lintas sektor di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik.