Coach Justin Pasang Badan untuk Maarten Paes usai Dikritik Rafael van der Vaart: Mending Nyolong Sepeda Aja Lu!
- Kolase YouTube/Justinus Lhaksana - Instagram/maartenpaes
tvOnenews.com - Kontroversi muncul di Belanda setelah kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, melontarkan kritik terhadap kondisi internal Ajax Amsterdam.
Komentar tersebut memicu reaksi keras dari mantan pemain timnas Belanda, Rafael van der Vaart.
Situasi ini bermula setelah Ajax menelan kekalahan 1-3 dari FC Groningen dalam lanjutan kompetisi Eredivisie pada Sabtu (7/3/2026).
Hasil buruk tersebut memperpanjang tren negatif klub berjuluk De Godenzonen.
Tak lama setelah pertandingan itu, Ajax mengambil keputusan besar dengan memberhentikan pelatih tim senior, Fred Grim, pada 9 Maret 2026.
Pemecatan tersebut menjadi konsekuensi dari performa tim yang dinilai tidak memuaskan sepanjang musim.

- Instagram @maartenpaes
Kritik Paes soal karakter tim
Dalam sesi wawancara setelah pertandingan, Maarten Paes menyoroti mentalitas dan kondisi internal tim.
Ia menilai Ajax belum menunjukkan karakter kuat ketika menghadapi situasi sulit.
Menurut Paes, sebuah tim besar tidak hanya dinilai dari kemampuannya meraih kemenangan, tetapi juga bagaimana mereka bereaksi ketika mengalami kekalahan.
Ia juga menyinggung soal kurangnya kekompakan di dalam tim serta tidak terlihatnya sosok pemimpin yang mampu mengangkat moral pemain di lapangan.
Komentar tersebut rupanya tidak diterima dengan baik oleh Rafael van der Vaart.
Mantan gelandang Ajax dan Real Madrid itu menilai Paes belum pantas mengkritik tim karena baru bergabung.
“Saya akan langsung mengirim kiper itu kembali ke, dari mana asalnya, Amerika?” kata Van der Vaart seperti dikutip dari Voetbal Primeur, Selasa (10/3/2026).
“Dia baru bergabung dengan tim dan harus membuktikan segalanya,” lanjutnya.
Van der Vaart juga menilai komentar Paes terlalu berlebihan untuk seorang pemain yang menurutnya belum memberikan kontribusi besar.
“Kemudian dia mengatakan mereka bukan tim, yang menurut saya sangat mudah. Dia menghentikan bola, berlari keluar kotak penalti, dan mengumpat semua orang. Saya sama sekali tidak bisa memahami hal itu,” tuturnya.

- Tangkapan Layar YouTube Coach Justin
Coach Justin pasang badan
Kritik tajam Van der Vaart terhadap Paes rupanya memancing respons dari pengamat sepak bola Indonesia, Justinus Lhaksana atau yang lebih dikenal sebagai Coach Justin.
Dalam salah satu pembahasannya, Coach Justin justru membela Maarten Paes dan menilai kritik sang kiper terhadap Ajax cukup masuk akal.
“Gue sedikit bahas di mana Rafael Van Der Vaart mengkritik Maarten Paes,” ujar Coach Justin, dilansir dari Instagram pribadinya.
Ia kemudian menjelaskan kronologi yang terjadi setelah kekalahan Ajax dari Groningen yang berujung pada pemecatan Fred Grim.
“Jadi kasusnya seperti ini. Pada saat Ajax kalah dari Groningen di mana itu adalah match terakhir dari Fred Grim, langsung Fred Grim dipecat setelah match itu, di situ Maarten Paes diinterview,” jelasnya.
Coach Justin menilai pernyataan Paes dalam wawancara tersebut sebenarnya sangat wajar bagi seorang pemain yang ingin timnya berkembang.
“Di situ Maarten Paes bilang, kita ini harus menunjukkan karakter, bukan pada saat kita menang, tapi pada saat kita kalah juga harus menunjukkan bahwa tim ini tetap solid. Gue setuju,” katanya.
Namun menurut Coach Justin, Van der Vaart justru menanggapi komentar itu secara berlebihan.
“Di situ dikritik oleh Rafael Van Der Vaart, lu salah satu pemain jelek jadi mending lu nggak usah kritik temen-temen lu, atau mending lu balik ke Amerika,” ujarnya.
Coach Justin juga menilai kritik Paes sebenarnya sejalan dengan pandangan pelatih baru Ajax.
Setelah Fred Grim dipecat, direktur teknik Ajax, Jordi Cruyff, menunjuk Oscar Garcia sebagai pelatih utama setelah sebelumnya menangani tim muda Ajax.
Menurut Coach Justin, Oscar Garcia juga mengungkapkan kritik yang bahkan lebih keras terhadap kondisi tim.
“Menurut gue ini agak kocak, karena setelah Fred Grim dipecat, dirteknya Jordi Cruyff itu menunjuk Oscar Garcia yang baru ditunjuk jadi pelatih Young Ajax kemudian langsung dipromosikan ke pelatih utama,” katanya.
“Tau kritikan apa yang dilontarkan Oscar Garcia. Ajax ini kayak tim amatir, jadi menurut Oscar Garcia di mana dia sudah melatih banyak klub dan salah satu pemain yang disukai sama Jordi Cruyff, dia bilang kalian latihan terlalu ringan dan sudah kayak klub amatir.”
Coach Justin menilai pernyataan itu justru memperkuat apa yang sebelumnya disampaikan oleh Maarten Paes.
“Dan memang salah satu alasan dia mengkritik karena tidak ada leader, tidak ada sosok yang bisa ngangkat. Jadi yang dikatakan Maarten Paes itu bener banget,” tegasnya.

- instagram Ajax
Sindiran keras untuk Van der Vaart
Di akhir komentarnya, Coach Justin bahkan melontarkan sindiran tajam kepada Rafael van der Vaart yang dianggap terlalu sensitif terhadap kritik terhadap klub lamanya.
“Rafael kalau nggak bisa klubnya dikritik, udah mending lu nyolong sepeda aja lu di Belanda,” ujar Coach Justin.
Ia menjelaskan bahwa ungkapan tersebut merupakan istilah yang cukup populer di Belanda untuk menyindir orang yang terlalu banyak nyinyir.
“Itu istilah Belanda kalau lu nyinyir, daripada lu nggak ada kerjaan, mending lu nyolong sepeda aja,” pungkasnya.
Perdebatan ini pun semakin menarik perhatian publik, terutama karena melibatkan pemain timnas Indonesia yang kini berkarier di Eropa serta legenda sepak bola Belanda yang memiliki sejarah panjang bersama Ajax. (gwn)
Load more