Persija Sumbang 17 Pemain ke Timnas Indonesia, Ungguli Persib! Herdman Punya Banyak Amunisi dari Macan Kemayoran
- Persija Jakarta
tvOnenews.com - Kebanggaan tengah dirasakan manajemen Persija Jakarta setelah mengetahui banyak pemainnya dipanggil memperkuat berbagai level Timnas Indonesia.
Mulai dari kelompok usia U-17, U-20, hingga tim senior, klub berjuluk Macan Kemayoran itu berhasil menyumbang total 17 pemain yang dipercaya mengenakan seragam Garuda.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan pemain yang dilakukan klub ibu kota tersebut mulai menunjukkan hasil nyata.
Jumlah pemain yang dipanggil juga membuat Persija berada di posisi unggul dibanding rival klasiknya, Persib Bandung.
Klub asal Bandung itu tercatat hanya menyumbang sekitar 10 pemain di berbagai kelompok usia tim nasional.
Situasi ini sekaligus menegaskan pengaruh besar Persija dalam menyuplai talenta bagi tim nasional, terutama menjelang era baru di bawah pelatih John Herdman yang akan memulai debutnya pada agenda FIFA Series 2026.
Dominasi Persija di Timnas dari Senior hingga U-17
Kontribusi Persija terhadap Timnas Indonesia terlihat jelas di berbagai kelompok usia. Pada level tim senior, ada enam pemain yang masuk radar tim pelatih.
Mereka adalah Rizky Ridho, Jordi Amat, Fajar Fathurrahman, Dony Tri Pamungkas, Witan Sulaeman, dan Mauro Zijlstra.
- Persija Jakarta
Nama Shayne Pattynama sebenarnya juga merupakan langganan timnas, tetapi ia masih harus menjalani hukuman sehingga tidak bisa masuk daftar saat ini.
Pada level usia muda, kontribusi Persija juga tidak kalah besar. Di tim nasional U-20 yang ditangani Nova Arianto, terdapat delapan pemain Persija.
Mereka adalah Ahmad Mujadid, Theodore Lemming, Fabio Azka, Muhammad Ibrah, Radityo Raharjo, Muhammad Algazani, Irfan Abadi Siregar, dan Rafa Raditya.
Beberapa di antaranya bahkan merupakan pemain akademi yang sedang dipinjamkan ke klub lain.
Sementara di kelompok U-17 yang dilatih Kurniawan Dwi Yulianto, ada tiga pemain Persija yang dipanggil, yakni Abdillah Ishak, Ridho, dan Peres Akwila Tjoe.
Kehadiran pemain-pemain tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Persija tidak hanya di level senior, tetapi juga dalam proses regenerasi pemain nasional.
Buah Manis Pembinaan Akademi Persija
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menilai banyaknya pemain yang dipanggil ke tim nasional merupakan hasil dari sistem pembinaan klub yang berjalan dengan baik.
Ia menyebut keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh proses rekrutmen pemain yang dilakukan dengan lebih selektif.
Prapanca menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang membuat pemain Persija banyak dilirik tim nasional.
Pertama adalah kualitas rekrutmen pemain yang dianggap tepat.
Ketika para pemain tersebut diamati oleh tim pelatih timnas dan kemudian terpilih, hal itu menunjukkan kualitas individu yang dimiliki pemain Persija memang layak bersaing di level nasional.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari upaya klub membangun fondasi sepak bola dari akar rumput, yakni melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi.
Menurut Prapanca, banyaknya pemain akademi yang kini dipanggil timnas menjadi indikasi bahwa proses pembibitan di Persija berjalan dengan baik.
Ia juga mengaku bersyukur karena hingga saat ini banyak pemain klubnya yang terus dipercaya membela Timnas Indonesia.
Meski demikian, Prapanca menegaskan bahwa Persija tidak ingin cepat merasa puas. Klub tersebut ingin terus mengembangkan sistem pembinaan agar dapat melahirkan pemain berkualitas hingga level internasional.
Ia bahkan berharap program pembibitan yang dijalankan Persija nantinya bisa membawa nama klub tersebut ke panggung global.
Sementara itu, Direktur Olahraga Persija Bambang Pamungkas menyebut penguatan akademi memang telah menjadi fokus utama manajemen sejak beberapa tahun terakhir.
Menurut legenda yang akrab disapa Bepe itu, Persija sejak awal menargetkan pembangunan akademi yang kuat untuk menghasilkan pemain muda berkualitas.
Ia menjelaskan bahwa proses pembinaan pemain usia dini sering kali tidak mendapatkan perhatian publik.
Namun hasilnya akan terlihat ketika para pemain tersebut mulai menembus tim utama dan bahkan dipanggil ke tim nasional.
Bepe mencontohkan beberapa pemain hasil akademi Persija yang berhasil menembus tim utama sekaligus mendapat panggilan timnas, seperti Muhammad Ferarri, Rio Fahmi, hingga Dony Tri Pamungkas.
Ia menyebut Dony Tri sebagai contoh nyata keberhasilan pembinaan Persija.
Pemain tersebut memulai kariernya dari akademi, kemudian berkembang melalui level U-16, U-17, hingga U-20 sebelum akhirnya mulai mendapat kesempatan dipanggil ke timnas senior.
Bagi Persija, keberadaan pemain akademi di tim utama merupakan bagian dari identitas klub.
Menurut Bepe, Persija mungkin saja berganti pemain asing atau pemain senior, tetapi pemain akademi harus tetap mendapatkan tempat dalam skuad utama.
Dengan banyaknya pemain Persija yang kini dipanggil ke berbagai level Timnas Indonesia, pelatih John Herdman memiliki opsi besar untuk menyusun skuad terbaiknya.
Situasi ini juga memperlihatkan bahwa kontribusi Macan Kemayoran terhadap sepak bola nasional semakin besar, terutama dalam menyiapkan generasi baru bagi tim Garuda. (udn)
Load more