Joan Laporta Sumbang Suara dalam Pemilihan Presiden Klub Barcelona
- Barcelona
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, ikut memberikan suaranya dalam pemilihan presiden klub yang digelar di markas Barcelona, Minggu (15/3/2026).
Kehadirannya di tempat pemungutan suara langsung disambut meriah oleh para anggota klub dan pendukung yang berkumpul di lokasi. Saat tiba di tempat pemungutan suara, Joan Laporta disambut dengan sorakan “Presiden, Presiden” dari para pendukung yang mengelilinginya.
Joan Laporta datang bersama sejumlah pejabat klub serta anggota timnya sebelum akhirnya memasukkan surat suara. Setelah selesai memberikan suara, ia sempat berbicara kepada media dan mengungkapkan perasaannya terhadap proses pemilihan yang berlangsung serta respons yang ia terima dari para anggota Barcelona sepanjang hari.
“Ada begitu banyak emosi dan rasa terima kasih. Saya melihat banyak kasih sayang dan keinginan untuk berpartisipasi. Sebagai presiden, hal ini sangat menyentuh saya,” ujar Joan Laporta pada Mundo Deportivo dikutip dari Barca Universal, Minggu (15/3/2026).
Juan Laporta juga berbicara mengenai masa depan Barcelona, termasuk proyek pembangunan ulang stadion legendaris klub tersebut, Stadion Camp Nou. Ia mengaku emosional ketika melihat proses transformasi stadion yang menjadi simbol kebanggaan klub.
“Mereka berbicara tentang masa kini dan masa depan, tentang Spotify Camp Nou yang saya lihat di sini dengan derek-derek konstruksi itu, dan saya menjadi emosional,” katanya.
Selain itu, Juan Laporta mengungkapkan bahwa sejumlah sosok yang terkait dengan tim utama Barcelona juga berencana datang untuk memberikan suara dalam pemilihan tersebut. Ia menyebut para pemain menunjukkan komitmen untuk ikut serta dalam proses demokrasi klub.
“Para pemain sudah berkomitmen untuk datang memberikan suara, begitu juga Flick,” ujarnya merujuk kepada pelatih Barcelona saat ini, Hansi Flick.
Laporta juga menyebut beberapa tokoh lain yang memiliki keterkaitan dengan Barcelona turut hadir untuk menggunakan hak pilih mereka.
“Deco, Bojan, dan Valero Rivera juga datang dari Qatar,” kata Laporta merujuk pada Deco, Bojan Krkic, dan Valero Rivera.
Dalam kesempatan tersebut, Laporta juga menanggapi dukungan publik dari bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, yang sebelumnya mengunggah foto bersama dirinya di media sosial.
Laporta mengaku terkejut sekaligus tersentuh dengan dukungan tersebut.
“Saya mencintai Lamine. Itu datang dari hati. Saya juga orang pertama yang terkejut ketika melihat unggahan Instagram itu. Dia adalah sosok yang luar biasa sebagai pribadi, saya sangat menyayanginya,” kata Laporta.
Laporta juga mengungkapkan kebahagiaannya melihat sejumlah figur penting Barcelona hadir dalam pemungutan suara tersebut, termasuk pemain tim putri dan legenda klub.
“Saya juga sangat senang melihat Aitana datang untuk memberikan suara, dan Busquets yang datang bersama putranya,” ujarnya, merujuk kepada Aitana Bonmatí dan Sergio Busquets.
Di sisi lain, Laporta turut menanggapi kritik dari kandidat presiden lainnya, Victor Font, yang menyoroti penyelenggaraan proses pemilihan tersebut.
Menurut Laporta, proses pemilihan berlangsung dengan sangat baik berkat kerja keras staf klub yang terlibat dalam penyelenggaraannya.
“Hari ini klub sangat terorganisir dengan baik. Menyelenggarakan pemungutan suara seperti hari ini sepenuhnya merupakan hasil kerja staf, mengingat semua hal yang terlibat dalam sebuah pemilihan,” tegas Laporta.
Ia juga mengaku bangga pernah memimpin klub yang memiliki rasa memiliki yang sangat kuat terhadap Barcelona.
“Saya bangga pernah menjadi presiden bagi sekelompok orang yang memiliki rasa memiliki yang sangat kuat terhadap klub ini,” katanya.
Laporta menegaskan bahwa ia tidak akan mentoleransi kritik oportunistik yang ditujukan kepada staf klub yang selama ini bekerja menjaga operasional Barcelona.
“Apa yang tidak akan saya toleransi adalah kritik oportunistik terhadap staf. Mereka adalah orang-orang yang membuat klub ini terus berjalan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Laporta juga membela sejumlah orang yang selama ini bekerja bersamanya dan menjadi sasaran kritik.
“Kami akan kembali dengan cara yang luar biasa. Yang paling menyakitkan bagi saya adalah ketika mereka menyerang orang-orang yang berdiri bersama saya, seperti Deco, Alejandro, bahkan Bojan juga menjadi sasaran,” kata Laporta.
Ia menilai serangan tersebut tidak perlu dan hanya bertujuan untuk menggoyahkan timnya.
“Itu adalah serangan yang tidak perlu dan dimaksudkan untuk membuat kami tidak stabil. Tetapi mereka kuat dan mereka baik-baik saja,” pungkasnya. (hfp)
Load more