News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kecam Kericuhan EPA U-20, Firman Utina Minta Lisensi Pelatih Dicabut: Ini Bukan Zaman Lo Main, Nanti Kita Bakal Ketemu ya Coach!

Firman Utina menuntut agar pelatih yang terlibat kekerasan di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2026. Aksi brutal “tendangan kungfu” yang dilakukan Fadly Alberto
Selasa, 21 April 2026 - 22:27 WIB
Kecam Kericuhan EPA U-20, Firman Utina Minta Lisensi Pelatih Dicabut Ini Bukan Zaman Lo Main, Nanti Kita Bakal Ketemu ya Coach!
Sumber :
  • Instagram Firman Utina1515

tvOnenews.com - Legenda nasional, Firman Utina, yang mengecam keras keterlibatan staf pelatih dalam kericuhan di lapangan. 

Bukan sekadar kritik biasa, Firman secara tegas menuntut agar pelatih yang terlibat kekerasan tidak hanya dihukum, tetapi juga dicabut lisensi kepelatihannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan ini langsung menyita perhatian publik karena menyentuh aspek fundamental pembinaan sepak bola: keteladanan.

Insiden yang terjadi dalam laga Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2026 menjadi pemicu kemarahan tersebut. 

Aksi brutal, termasuk “tendangan kungfu” yang diduga dilakukan Fadly Alberto EPA U-20, viral di media sosial dan memicu gelombang kritik luas. 

Namun yang membuat situasi semakin serius adalah dugaan keterlibatan pelatih dalam aksi kekerasan, sebuah ironi di level kompetisi yang seharusnya menjadi ruang pendidikan karakter.

Kericuhan EPA U-20 2026: Dari Duel Sengit Jadi Aksi Brutal

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), awalnya berjalan kompetitif. 

Dewa United U-20 berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC U-20. Namun, hasil tersebut justru tenggelam oleh kericuhan yang pecah usai peluit panjang dibunyikan.

Ketegangan antar pemain memuncak di pinggir lapangan. Situasi yang tak terkendali kemudian berubah menjadi aksi kekerasan terbuka. 

Puncaknya terjadi saat seorang pemain Bhayangkara FC U-20, yang diduga Fadly Alberto Hengga, melayangkan tendangan keras ke arah lawan, adegan yang kemudian viral dan menuai kecaman.

Kericuhan tidak berhenti di situ. Sejumlah pemain lain ikut terseret, termasuk Ahmad Catur Prasetyo dan Aqilah Lissunah. 

Unggahan Firman Utina soal insiden dalam laga Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2026
Unggahan Firman Utina soal insiden dalam laga Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2026
Sumber :
  • Instagram Firman Utina1515

Bahkan, insiden ini merembet ke area bangku cadangan, menyeret pelatih kiper Bhayangkara FC U-20, Ferdiansyah, yang diduga ikut terlibat dalam adu fisik dengan staf lawan. Bukti berupa foto yang beredar semakin memperkuat dugaan tersebut.

Firman Utina: “Pelatih Itu Pendidik, Bukan Provokator!”

Sebagai Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina menilai insiden ini sebagai kemunduran dalam pembinaan sepak bola usia muda. 

Ia menegaskan bahwa pelatih seharusnya menjadi teladan, bukan justru ikut terseret dalam konflik.

“Kamu itu pelatih, bukan preman, makanya kursus jangan tidur supaya belajar sama-sama. Ini bukan jaman lo main, nanti kita bakal ketemu ya coach,” tulis Firman dalam unggahan Instagram Story-nya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam. Firman bahkan mendorong PSSI untuk tidak tebang pilih dalam memberikan sanksi. 

Menurutnya, jika pemain bisa dihukum berat, maka pelatih yang terlibat kekerasan juga harus menerima konsekuensi yang sama, bahkan hingga pencabutan lisensi.

Dalam konteks global, standar disiplin di sepak bola usia muda memang ketat. Di berbagai akademi Eropa, pelatih yang terlibat kekerasan bisa langsung diberhentikan permanen. 

Perbandingan ini menunjukkan bahwa tuntutan Firman bukan berlebihan, melainkan selaras dengan praktik profesional internasional.

Korban dan Dampak: Rakha Jadi Simbol Buruknya Kontrol Emosi

Di balik kericuhan tersebut, ada korban yang harus menanggung akibatnya. Pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, mengalami luka dan memar akibat tendangan keras yang diterimanya. 

Foto kondisi Rakha yang beredar luas memperlihatkan dampak nyata dari insiden tersebut. Pihak klub pun langsung memberikan dukungan penuh. 

Dalam unggahan resmi akun @dufc.development, mereka menulis, “Apakah ini pertandingan sepak bola? Terima kasih atas segala usahamu Anak Dewa, cepat sembuh raka.”

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kompetisi usia muda bukan sekadar soal menang dan kalah. 

Data dari berbagai kompetisi junior menunjukkan bahwa insiden kekerasan sering kali dipicu oleh lemahnya kontrol emosi dan minimnya edukasi karakter. Tanpa pembenahan serius, kejadian serupa berpotensi terulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih jauh, insiden Fadly Alberto EPA U-20 dan kericuhan Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 ini membuka diskusi penting: apakah sistem pembinaan saat ini sudah cukup menekankan nilai sportivitas? Atau justru terlalu fokus pada hasil?

Yang jelas, suara keras Firman Utina menjadi alarm bagi sepak bola Indonesia. Bahwa di level usia muda, yang dipertaruhkan bukan hanya skor akhir, melainkan masa depan karakter pemain itu sendiri. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bikin Geger SPBU Kadipiro Bantul, Pria Acungkan Celurit gegara Istri Pinjam Uang ke Pria Lain

Bikin Geger SPBU Kadipiro Bantul, Pria Acungkan Celurit gegara Istri Pinjam Uang ke Pria Lain

Aksi seorang pria yang mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis celurit di kawasan SPBU Kadipiro, Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta viral di media sosial.
Sambut 5 Abad Jakarta: Manfaatkan Konsultasi Arsitektur Gratis di Jakarta Architecture Festival 2026

Sambut 5 Abad Jakarta: Manfaatkan Konsultasi Arsitektur Gratis di Jakarta Architecture Festival 2026

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti secara resmi membuka perhelatan Jakarta Architecture Festival (JAF) 2026 di kawasan M Bloc Space, Jakarta ..
Sudah Bercerai dari Insanul, Wardatina Mawa Hanya Inginkan Satu Hal Ini dari Mantan Suami

Sudah Bercerai dari Insanul, Wardatina Mawa Hanya Inginkan Satu Hal Ini dari Mantan Suami

Wardatina Mawa tak ingin mencampuri kehidupan Insanul Fahmi setelah bercerai. Ia hanya berharap mantan suaminya memenuhi tanggung jawab sebagai ayah.
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi Sejak 2012

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi Sejak 2012

Memasuki masa dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mencatatkan rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi ...
Wardatina Mawa Singgung Nafkah Anak dari Insanul, Sebut Rp3.000 Pun Tak Masalah

Wardatina Mawa Singgung Nafkah Anak dari Insanul, Sebut Rp3.000 Pun Tak Masalah

Wardatina Mawa singgung nafkah anak dari Insanul Fahmi yang diputuskan Rp3 juta per bulan. Mawa mengaku ikhlas jika hanya diberi Rp3.000.
Dorong Kemandirian Energi, Tanaman Aren Jadi Andalan Baru di Batang

Dorong Kemandirian Energi, Tanaman Aren Jadi Andalan Baru di Batang

KEK Industropolis Batang mempertegas komitmennya dalam menjaga keseimbangan ekologi di tengah pesatnya pembangunan kawasan. 

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Kedapatan Bawa Narkoba, Polresta Sumenep Bekuk Dua Relawan MBG Saat Bekerja

Kedapatan Bawa Narkoba, Polresta Sumenep Bekuk Dua Relawan MBG Saat Bekerja

Satresnarkoba Polresta Sumenep mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggunaan narkotika jenis sabu di salah satu SPPG wilayah Kecamatan Lenteng, Sumenep.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

Tak sekadar mempercantik kendaraan, lima aksesori mobil ini membantu saat darurat, mulai dari aki tekor hingga ban kempes. Simak fungsi dan tips memilihnya.
Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra mengatakan korban pembacokan yang diketuai eks Kopassus itu yakni Muhammad Fahrul alias MF. Ternyata ini awal mulanya.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT