Pelatih Asal Brazil ini Kritisi Kasus Fadly Alberto, Singgung Pemain Bola Indonesia butuh Bimbingan Psikolog
- viva.co.id
Jakarta, tvOnenews.com- Siapa sangka Pelatih asal Brazil ini ikut menyoroti kasus tendangan kungfu Fadly Alberto, pemain Bhayangkara Presisi FC.
Kasus tendangan kungfu Fadly Alberto memang menuai kritikan dari netizen dan berbagai pihak. Setelah videonya viral di media sosial (Medsos).
Pelatih asal Brazil ini bernama Jacksen F Tiago, ayah dari pemain bola Hugo Samir. Ia menyayangkan tindakan pemain timnas Indonesia U20, Fadly Alberto.
- Instagram @smgfootball
Dia pun menilai peristiwa itu, dari sudut pandang sebagai pelatih sepakbola dan ayah. Jacksen Tiago mengkritik pemain sepakbola tidak hanya berorientasi pada performa agau hasil.
Namun, mantan Pelatih timnas Indonesia itu juga mengatakan perlu atau pentingnya bimbingan psikologis olahraga disetiap pemain.
"Saya mengusulkan agar ke depan kita memiliki gerakan yang lebih terarah dalam bidang psikologi olahraga melalui kerjasama dengan institusi atau tenaga ahli yang kompeten," katanya dalam akun instagramnya, Selasa (21/4).
Menurutnya, aspek pembinaan secara psikologis juga dibutuhkan bagi setiap pemain sepakbola atau atlet.
- instagram albrtoo_10
Tujuannya baik, tidak hanya berorientasi pada hasil bagus. Tapi juga pada pembentukan karakter manusia baik pula.
"Di sisi lain, kita juga harus jujur mengakui bahwa musim ini terdapat kemajuan yang sangat baik dari sisi organisasi, kurikulum serta konsep kepelatihan itu adalah fondasi yang sangat penting dan patut kita apresiasi," jelas eks pelatih timnas pada 2013 lalu.
"Namun ada satu aspek yang menurut saya harus menjadi Fokus utama ke depannya yaitu investasi pada manusia," pesannya.
Kemudian daripada itu, Jacksen juga mengingatkan ke seluruh pemain. Kejadian yang Alberto alami dijadikan pembelajaran bersama.
- viva.co.id
Pasalnya, arah pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada performa. Juga bisa pada sisi human development secara menyeluruh.
Sebelumnya, Fadly Alberto merupakan pemain timnas Indonesia U20 yang dibina Pelatih Nova Arianto. Ia sudah meminta maaf, setelah menendang satu pemain, Dewa United.
Ucapan maafnya itu, disampaikan melalui akun pribadi Fadly Alberto, pemain kelahiran Timika yang menyesali perbuatannya tersebut.
"Assalamualaikum wr wb dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20," ucap Fadly Alberto Hengga dikutip dari Instagram pribadinya pada Selasa (21/4).
"Kemudian untuk Timnas Indonesia saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Timnas Indonesia," sambungnya tanpa ekspresi sejak awal bicara.
Buntut dari tendangan kungfu Fadly Alberto mengenai pemain Dewa United, Rakha Nurkholis. Ia merasa menyesal atas tindakannya yang menanti sanksi dari PSSI.
Pemain timnas U20 itu juga meminta maaf kepada klubnya Bhayangkara Presisi Lampung dan kepada teman-teman setimnya. Alberto akui perbuatan bodohnya memberikan dampak yang buruk.
"Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, saya minta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," sambung Fadly.
"Kemudian untuk Timnas Indonesia saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Timnas Indonesia," katanya tanpa ekspresi sejak awal bicara.
Tidak lupa juga, pemain bertalenta tersebut meminta maaf kalau perilaku bodohnya tersebut juga sudah membuat gaduh di tengah publik Indonesia.
Dengan sadar ia akui tendangan kungfunya itu mengenai salah satu pemain Dewa United, dalam ajang EPA U-20 musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).
"Kepada masyarakat Indonesia saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya," kata Fadly menambahkan, dalam akunnya @albrtoo_10.(klw)
Load more