News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jurnalis Belanda Dedikasikan Buku Tentang Sepak Bola Indonesia: Dijadikan Layaknya Agama

Tak hanya bergelut dengan Timnas Indonesia yang memiliki sejumlah pemain keturunan Belanda, jurnalis asal Den Haag ini bahkan turun ke level klub dan bahkan menggali sejarah soal keluarganya di Indonesia.
Minggu, 14 Juni 2026 - 18:32 WIB
Jurnalis Belanda Buat Buku Soal Sepak Bola Indonesia
Sumber :
  • Instagram/Sam Van Raalte

Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis Belanda, Sam van Raalte mendedikasikan pengabdiannya di sepak bola Indonesia dengan membuat sebuah buku berjudul 'De Voetbalrepubliek'. 

Jurnalis berusia 35 tahun ini sengaja datang ke berbagai daerah sepak bola di Indonesia untuk menemukan makna si bola bundar di Tanah Air. Tak hanya bergelut dengan Timnas Indonesia yang memiliki sejumlah pemain keturunan Belanda, jurnalis asal Den Haag ini bahkan turun ke level klub dan bahkan menggali sejarah soal keluarganya di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sam menaruh subjudul "Perjalanan di Negara Sepak Bola Terbesar di Dunia" sebagai bukti bahwa Indonesia benar-benar menjadi negara sepak bola. 

"Di Indonesia, sepak bola benar-benar menjadi raja. Jadi ini adalah negara terbesar di dunia yang menjadikan sepak bola sebagai olahraga nomor satu. Hanya saja, mereka belum terlalu bagus dalam hal prestasi," ujar Sam dikutip dari laman Omrepwest, Minggu (14/6/2026).

Selama proses penulisan bukunya, Sam mengikuti perjalanan Timnas Indonesia yang saat itu masih berjuang memperebutkan tiket menuju Piala Dunia. 

Ia melakukan perjalanan dari Australia, Bali, Jakarta hingga Arab Saudi untuk menyaksikan langsung perjuangan skuad Garuda.

Namun, kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia justru menghadirkan perasaan campur aduk bagi dirinya meski dia tak memiliki hubungan langsung dengan Skuad Garuda.

"Saya merasa memiliki perasaan yang bercampur. Saya sedih untuk para pemain dan tentu saja untuk rakyat Indonesia. Tetapi seiring perjalanan itu, saya juga melihat bagaimana para politisi mencoba memanfaatkan kesuksesan tim nasional demi citra mereka sendiri," katanya.

Dalam bukunya, Sam menyoroti hubungan erat antara sepak bola dan politik di Indonesia. Ia menilai keberhasilan Timnas Indonesia sering kali dimanfaatkan sebagai alat pencitraan oleh tokoh-tokoh politik.

"Pada tim nasional, presiden atau ketua federasi sepak bola mencoba mendapatkan keuntungan politik dari keberhasilan itu. Sementara di level klub, ada gubernur daerah yang melakukan hal serupa," ujarnya.

Selain aspek politik, Sam justru lebih terkesan dengan budaya sepak bola Indonesia yang menurutnya sangat berbeda dengan Eropa. Sebagai pendukung Ajax Amsterdam yang sudah mengunjungi berbagai stadion di Eropa, pengalaman yang ia rasakan di Indonesia disebut jauh lebih berkesan.

"Orang-orang di sini menjalani sepak bola seperti sebuah agama. Satu-satunya tempat yang pernah membuat saya merasakan hal serupa adalah Boca Juniors di Argentina," ungkapnya.

Menurut Sam, sepak bola menjadi pelarian dari berbagai persoalan hidup bagi masyarakat Indonesia.

"Bagi banyak orang, sepak bola adalah pelampiasan terbesar mereka. Selama beberapa jam dalam seminggu, mereka bisa melupakan semua masalah dan menumpahkan seluruh emosi mereka," kata Sam.

Ia juga mengaku terkejut dengan keramahan para kelompok suporter fanatik di Indonesia. Berbeda dengan kultur ultras di Eropa yang cenderung tertutup terhadap orang asing dan media, Sam justru merasa diterima oleh para pendukung klub di Indonesia.

"Kalau saya berjalan sendirian, selalu ada orang yang memperhatikan saya. Ketika terjadi gol, saya benar-benar ditarik masuk ke dalam kelompok mereka, bahkan melewati pagar," ujarnya.

Meski demikian, Sam juga sempat mengalami momen menegangkan ketika menghadiri pesta juara Persib Bandung. Situasi di dalam stadion yang dipenuhi suporter dan penggunaan suar membuatnya sempat merasa sesak.

"Saya benar-benar mengalami perasaan claustrophobic dan akhirnya memutuskan mencari tempat yang lebih tenang," katanya.

Di balik seluruh perjalanan sepak bola tersebut, Sam ternyata juga menemukan kembali akar keluarganya sendiri. Jurnalis keturunan Indonesia-Belanda itu mengaku selama ini merasa ada bagian dalam hidupnya yang hilang karena minimnya pengetahuan tentang Indonesia, tanah kelahiran para kakek dan neneknya.

Perjalanan itu membuatnya semakin memahami sejarah keluarganya, termasuk pengorbanan besar yang dilakukan generasi sebelumnya ketika pindah dari Indonesia ke Belanda pada era 1950-an.

"Saya selalu merasa ada potongan puzzle yang hilang karena saya sangat sedikit mengetahui negara asal kakek dan nenek saya. Setelah menulis buku ini, saya merasa benar-benar mengenal Indonesia lebih baik," tuturnya.

Sam juga mengungkapkan pengalamannya berbincang dengan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers. Menurutnya, pemain kelahiran Belanda tersebut tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat kental dengan budaya Indonesia.

"Mees Hilgers tumbuh sepenuhnya dengan budaya Indonesia di Belanda, dalam keluarga besar yang menganggap identitas itu sangat penting," kata Sam.

Saat kembali mengunjungi jalan tempat neneknya tumbuh di Indonesia setelah 25 tahun berlalu, Sam mengaku tidak mampu menahan emosinya. Ia langsung menghubungi sang ibu untuk mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.

"Saya merasakan begitu banyak rasa terima kasih kepada kakek dan nenek saya atas langkah besar yang mereka ambil ketika pindah dari Indonesia ke Belanda. Sekarang saya jauh lebih memahami dan menghargai perjuangan mereka," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebakaran Hebat di Transhome Sleman, Dua Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Kebakaran Hebat di Transhome Sleman, Dua Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Insiden kebakaran terjadi di Transhome yang berada di jalan Jogja-Solo Km 11, Padukuhan Mangunan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10/2026). Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian ini.
3 Shio Paling Beruntung Soal Cinta Besok 2 Oktober 2026, Hubungan Makin Dekat?

3 Shio Paling Beruntung Soal Cinta Besok 2 Oktober 2026, Hubungan Makin Dekat?

Pertamina siapkan pasokan energi, transportasi, akomodasi, hingga layanan digital untuk mendukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika.
Pertamina Patra Niaga Dukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Penyaluran LPG

Pertamina Patra Niaga Dukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Penyaluran LPG

PT Pertamina Patra Niaga terus mendukung program pemerintah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), salah satunya dengan memperkuat akses. (1/10).
Masalah Uang Rp10 Ribu, Billy Syahputra Ceritakan Momen saat Cekcok dengan Penjaga Toilet di Pantai Bali

Masalah Uang Rp10 Ribu, Billy Syahputra Ceritakan Momen saat Cekcok dengan Penjaga Toilet di Pantai Bali

Artis Billy Syahputra menjelaskan kronologi dirinya bersitegang dengan penjaga toilet di Dreamland Beach, Bali, berawal dari ingin bersihkan anaknya dari pasir.
Hasil Timnas Indonesia Vs Bangladesh: Skuad Garuda Lolos Dramatis ke Babak Final FIFA ASEAN Cup 2026

Hasil Timnas Indonesia Vs Bangladesh: Skuad Garuda Lolos Dramatis ke Babak Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia lolos secara dramatis ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2. Kemenangan itu diraih di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).
Potret Masa Muda Kapolri Suyudi Ario Seto, Pernah Jadi Coverboy Majalah Mode

Potret Masa Muda Kapolri Suyudi Ario Seto, Pernah Jadi Coverboy Majalah Mode

Sebelum meniti karier panjang di kepolisian hingga dipercaya menjadi Kapolri, Suyudi Ario Seto ternyata pernah menjajal dunia modeling. Saat berusia 16 tahun.

Trending

Mengenal Dewi Yuali, Istri Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto yang Jadi Ketua Umum Bhayangkari

Mengenal Dewi Yuali, Istri Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto yang Jadi Ketua Umum Bhayangkari

Mengenal Dewi Yuali, istri Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto yang kini resmi mengemban peran sebagai Ketua Umum Bhayangkari.
Nasib Korban Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Kampus Negeri Karawang, Benarkah Cedera?

Nasib Korban Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Kampus Negeri Karawang, Benarkah Cedera?

Wakil Rektor UNSIKA, Mayasari mengatakan, korban dalam keadaan baik-baik saja dan tidak mengalami cedera setelah diduga mengalami pengeroyokan oleh 2 mahasiswa.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Kamis 1 Oktober Pagi: Tim Indonesia Melesat Usai Desak Made Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Kamis 1 Oktober Pagi: Tim Indonesia Melesat Usai Desak Made Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Kamis (1/10/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia langsung melesat usai cabang olahraga (cabor) panjat tebing menyumbangkan satu emas.
Reshuffle Kabinet, Listyo Sigit Prabowo Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Dudung Abdurachman

Reshuffle Kabinet, Listyo Sigit Prabowo Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Dudung Abdurachman

Reshuffle kabinet, Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi dirinya akan dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Resmi! Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Rizky Ridho Starter

Resmi! Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Rizky Ridho Starter

Timnas Indonesia resmi menurunkan formasi 3-4-3 saat menghadapi Bangladesh. Ivar Jenner dan Joey Pelupessy dipercaya di lini tengah menggantikan Thom Haye.
Upaya Hindari Gejolak, Pemerintah Pilih Operasi Senyap Saat Pergantian Pucuk Pimpinan Polri

Upaya Hindari Gejolak, Pemerintah Pilih Operasi Senyap Saat Pergantian Pucuk Pimpinan Polri

Sorotan tertuju pada pergantian pucuk pimpinan Polri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Jenderal Suyudi Ario Seto.
Bintang Timnas Voli Indonesia Fauzan Nibras Soroti Perkembangan Perlengkapan Olahraga

Bintang Timnas Voli Indonesia Fauzan Nibras Soroti Perkembangan Perlengkapan Olahraga

Bintang Timnas Voli Putra Indonesia, Fauzan Nibras terus menunjukkan perkembangan dalam perjalanan kariernya sebagai seorang atlet profesional. Hal ini tak lepas dari sejumlah aspek pendukung hingga akhirnya mampu mendapatkan tempat di level senior.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT