Profil Giovanni van der Wijst, Kiper Berdarah Cirebon-Bandung yang Resmi Dikontrak Ajax
- Ajax
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar menggembirakan datang dari salah satu talenta muda keturunan Indonesia yang tengah meniti karier di Eropa. Ajax Amsterdam resmi memberikan kontrak profesional kepada kiper keturunan Indonesia, Giovanni van der Wijst.
Keputusan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan karier penjaga gawang muda tersebut. Ajax mengikat Giovanni dengan kontrak berdurasi tiga musim yang akan membuatnya bertahan hingga 2029.
Kontrak profesional itu sekaligus menjadi bukti kepercayaan Ajax terhadap potensi yang dimiliki sang pemain. Di usia yang masih sangat muda, Giovanni dinilai memiliki masa depan cerah di bawah mistar gawang.
Nama Giovanni van der Wijst sebenarnya sudah cukup dikenal di lingkungan akademi Ajax. Ia merupakan salah satu pemain yang berkembang melalui sistem pembinaan klub yang dikenal sebagai penghasil talenta-talenta elite Eropa tersebut.
Kiper muda itu lahir di Zaanstad, Belanda, pada 1 Mei 2009. Meski masih berusia 17 tahun, perkembangannya terus mendapat perhatian dari pelatih-pelatih di akademi Ajax.
Perjalanan sepak bolanya bersama Ajax dimulai sejak tahun 2019. Saat itu, Giovanni bergabung dengan akademi klub dan perlahan menunjukkan kualitas yang membuatnya mampu bertahan hingga saat ini.
Selain memiliki kualitas sebagai penjaga gawang, Giovanni juga menarik perhatian publik Indonesia karena memiliki darah keturunan Tanah Air. Garis keturunan tersebut berasal dari kedua orang tuanya yang memiliki akar keluarga Indonesia.
Diketahui, kakek Giovanni berasal dari Cirebon. Sementara sang nenek memiliki darah keturunan Bandung yang membuatnya berpeluang membela Timnas Indonesia di masa depan.
Peluang tersebut semakin menarik karena Indonesia terus aktif memantau pemain-pemain diaspora yang berkarier di luar negeri. Giovanni pun menjadi salah satu nama yang mulai masuk dalam radar pecinta sepak bola nasional.
Dari sisi fisik, Giovanni memiliki modal yang menjanjikan untuk berkembang sebagai kiper modern. Saat ini, ia sudah memiliki tinggi badan mencapai 185 sentimeter dan masih berpotensi bertambah seiring usianya yang belum memasuki masa puncak perkembangan.
Dengan postur tersebut, banyak pihak menilai Giovanni memiliki karakteristik ideal untuk bersaing di level tertinggi. Kemampuan mengawal area udara menjadi salah satu keunggulan yang dapat terus diasah dalam beberapa tahun ke depan.
Load more