Diduga Jadi Korban Agen Palsu, APPI Pulangkan 2 Pemain Asing Asal Kenya
- FIFPro
Setelah mengetahui kondisi tersebut, KEFWA segera menghubungi APPI untuk meminta bantuan darurat. APPI pun langsung menjalin komunikasi dengan kedua pemain dan menemui mereka hanya beberapa hari kemudian.
APPI membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta membiayai tempat tinggal sementara. Menjelang kepulangan mereka, Kedutaan Besar Kenya di Jakarta kemudian menyediakan tempat tinggal selama tiga pekan terakhir, sementara KEFWA terus berkoordinasi dengan keluarga pemain dan berbagai pihak di Kenya.
Sekretaris Jenderal APPI, Gotcha Michael, menegaskan bahwa tidak boleh ada pesepak bola yang ditinggalkan sendirian di negara asing tanpa bantuan.
"Tidak ada pemain yang seharusnya ditelantarkan di negara asing tanpa dukungan. Sebagai serikat pemain, kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi pesepak bola ketika menghadapi situasi seperti ini," kata Gotcha Michael.
"Kami senang dapat bekerja sama dengan KEFWA dan Kedutaan Besar Kenya untuk memastikan Brian dan Sunday mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan hingga akhirnya dapat pulang ke rumah dengan selamat," ujarnya.
Selain membantu kebutuhan dasar, APPI bersama KEFWA juga bekerja sama dengan Kedutaan Besar Kenya untuk menyelesaikan persoalan administrasi keimigrasian dan dokumen perjalanan kedua pemain.
Melalui koordinasi dengan otoritas imigrasi Indonesia, seluruh proses akhirnya dapat diselesaikan sehingga Andaje dan Majimbo bisa kembali ke Kenya setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian.
Presiden KEFWA sekaligus mantan pemain tim nasional Kenya, James Situma, mengatakan kasus tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antarserikat pemain di berbagai negara.
"Kasus ini menunjukkan mengapa kerja sama yang kuat antarserikat pemain sangat penting. Kami berterima kasih kepada APPI yang bergerak begitu cepat dan kepada Kedutaan Besar Kenya atas komitmennya sepanjang proses ini," tegas James Situma.
"Bersama-sama kami berhasil memastikan Brian dan Sunday dapat kembali dengan selamat kepada keluarga mereka," kata Situma.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pesepak bola yang ingin berkarier di luar negeri agar lebih berhati-hati terhadap tawaran dari agen tidak resmi.
FIFPRO Africa pada 2023 bahkan telah meluncurkan kampanye bersama Didier Drogba Foundation dan International Labour Organization (ILO) untuk meningkatkan kesadaran mengenai maraknya penipuan terhadap pemain Afrika oleh oknum yang mengaku sebagai agen sepak bola.
Load more