Masih Ingat Omar Artan yang Gagal Pimpin Piala Dunia 2026 Karena Somalia Kena Blacklist Amerika Serikat? UEFA Beri Kabar Bahagia
- REUTERS/Feisal Omar
Jakarta, tvOnenews.com - Masih ingat Omar Artan, wasit asal Somalia yang gagal pimpin Piala Dunia 2026 karena Amerika Serikat blacklist paspornya? UEFA beri kabar bahagia tentang Omar Arten.
Setelah FIFA gagal mempertahankan Omar Arten dari Piala Dunia 2026, UEFA pun merekrut Omar Arten untuk memimpin Piala Super UEFA.
Omar Artan tercatat sebagai wasit non-Eropa pertama yang mendapat tugas memimpin pertandingan bergengsi tersebut.
Dalam 18 bulan terakhir, karier Omar Artan melesat dengan sangat cepat. Pada usia 34 tahun, ia lebih dulu menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin final Liga Champions Afrika sebelum meraih penghargaan CAF Men’s Referee of the Year 2025.
Omar Artan kemudian masuk dalam daftar wasit untuk Piala Dunia 2026. Meski begitu, perjalanan menuju panggung terbesar sepak bola dunia tersebut sempat mengalami hambatan ketika dirinya tidak diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat.
Omar Artan mengakui situasi tersebut menjadi salah satu periode tersulit dalam perjalanan kariernya.
"Tentu ini menjadi masa yang sulit bagi saya," kata Omar Artan dikutip dari laman resmi UEFA.
Kisah Omar Artan memang tidak lepas dari perjuangan sejak masa kecil. Ia kehilangan sang ayah ketika masih muda dan tumbuh terpisah dari ibunya, tetapi kondisi tersebut tidak menghentikannya mengejar cita-cita sebagai pengadil pertandingan.
Kariernya bermula dari pertandingan sepak bola kecil di lingkungan tempat tinggal hingga akhirnya dipercaya memimpin laga resmi di Liga Somalia.
Omar Artan kemudian masuk daftar wasit internasional FIFA pada 2018 dan menjadi wasit Somalia pertama yang bertugas di Piala Afrika 2024.
Presiden CAF Patrice Motsepe turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
"Ini menjadi sebuah kebangaan bagi Omar Artan dan para wasit Afrika," kata Mostepe.
Omar Artan juga melihat penugasannya di Piala Super UEFA sebagai kesempatan untuk memperluas pengalaman.
"Ini menjadi laga pertama saya di Eropa, punya pengalaman dan membuat memori serta belajar banyak hal tentu menjadi sempurna," katanya.
Menjelang pertandingan, Omar Artan Artan mengaku terus mempersiapkan diri dengan mempelajari karakteristik tim, pola permainan, hingga taktik yang digunakan.
Ia juga rutin memimpin pertandingan di Somalia dan sempat dipercaya memimpin laga penentuan juara Liga Kuwait pada akhir Juni.
Bagi Omar Artan, perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar mimpi.
"Jangan berhenti bermimpi," katanya.
Load more