Pep Guardiola Menangis usai Ribut dengan Kyle Walker, Fakta Kelam di Ruang Ganti Man City Terungkap
- REUTERS/Phil Noble
Jakarta, tvOnenews.com - Sisi lain perjalanan Pep Guardiola bersama Manchester City terungkap dalam dokumenter terbaru A Beautiful Obsession. Film dokumenter empat bagian tersebut memperlihatkan momen emosional Guardiola hingga menangis setelah terlibat perselisihan dengan Kyle Walker di ruang ganti.
A Beautiful Obsession mengungkap secara lebih dekat kondisi internal Manchester City dalam dua musim terakhir Guardiola di Etihad Stadium. Serial garapan Kevin Macdonald itu dijadwalkan tayang di Prime Video mulai 19 Agustus 2026 di sejumlah wilayah, termasuk Asia Tenggara.
Salah satu adegan yang paling menyita perhatian terjadi setelah Manchester City kalah 0-2 dari Liverpool pada Desember 2024. Pertandingan tersebut menjadi awal terbukanya ketegangan antara Guardiola dan Walker yang kala itu masih berstatus kapten.
Walker merasa dirinya terus menjadi sasaran kritik sang pelatih dalam setiap pertemuan tim. Bek asal Inggris itu kemudian meluapkan kekesalannya secara langsung kepada Guardiola di ruang ganti.
- Manchester City
“Kau terus menyebut namaku, di setiap pertemuan. Di setiap pertemuan, namaku selalu disebut," teriak Walker dikutip dari Sport Bible.
Guardiola kemudian menjelaskan bahwa nama Walker kerap disebut karena statusnya sebagai kapten Manchester City. Namun, jawaban tersebut justru membuat situasi semakin panas di antara keduanya.
“Anda tidak ingin saya menjadi kapten,” jawab Walker, sebelum menyinggung kritik Guardiola terhadap kesalahannya ketika kehilangan bola.
Perselisihan tersebut ternyata tidak berhenti sebagai persoalan taktik. Dalam dokumenter itu, Guardiola terlihat sangat emosional ketika berbicara kepada seluruh pemain dan bahkan menangis saat mengungkapkan perasaannya.
“Jika saya menjadi masalah, kalian harus memberi tahu saya,” kata Guardiola sambil berlinang air mata.
“Saya tidak akan tinggal di sini karena uang atau hanya karena ingin tetap tinggal," lanjutnya.
Guardiola juga menegaskan bahwa keputusannya memperpanjang kontrak dengan Manchester City bukan semata-mata karena faktor finansial. Ia mengaku masih ingin berjuang bersama para pemain dan membantu mereka melewati periode sulit.
“Saya memperpanjang kontrak karena saya ingin bersama Anda, saya ingin berjuang di posisi itu. Saya tidak ingin Anda merasa seperti saya pergi dan melarikan diri dari Anda," ucapnya.
Tak lama setelah periode penuh gejolak tersebut, Walker akhirnya meminta meninggalkan Manchester City pada Januari 2025. Ia kemudian dipinjamkan ke AC Milan dan menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan keinginannya mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.
Kisah Walker bukan satu-satunya sisi personal Guardiola yang dibuka dalam dokumenter tersebut. Ia juga membahas perceraian dengan Cristina Serra setelah hubungan mereka berlangsung selama lebih dari tiga dekade.
Dalam sebuah pidato kepada pemain setelah kekalahan dari Juventus pada Desember 2024, Guardiola mengaitkan pengalaman pribadinya dengan pentingnya gairah dalam sepak bola. Ia ingin para pemain memahami bahwa kesuksesan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis.
“Teman-teman, saya ingin mengakui sesuatu. Saya sudah bercerai dari wanita tercantik di planet kalian,” katanya.
“Dia istriku, mantan istriku. Aku sangat mencintainya, tetapi kami telah kehilangan gairah. Karena banyak alasan, kami kehilangan gairah. Aku mencintainya? Ya, tentu saja. Dia mencintaiku? Ya. Tapi kami telah kehilangan gairah," pungkasnya. (fan)
Load more