Kisah Jaouen Hadjam: Pemain Baru Brighton yang Pernah Dicoret dari Liga Prancis karena Puasa Ramadan
- IMAGN IMAGES via Reuters/Jay Biggerstaff
tvOnenews.com - Kontestan Premier League Brighton and Hove Albion baru saja mengumumkan kedatangan bek kiri Aljazair Jaouen Hadjam dari Young Boys.
Namun sebelum datang ke Brighton, Jaouen Hadjam punya kisah unik dalam kariernya. Ia pernah rela dicoret dari skuad karena melaksanakan puasa Ramadan.
Jelang ditutupnya bursa transfer musim panas, kontestan Premier League Brighton ketambahan pemain baru yakni Jaouen Hadjam asal Aljazair.
Melansir dari laporan resmi klub, biaya transfer Jaouen Hadjam tidak dipublikasikan. Namun jika mengacu kepada Transfermarkt, ia diboyong dengan harga Rp225,96 miliar.
Didatangkan dari Young Boys, klub Liga Swiss, Jaouen Hadjam yang punya garis keturunan Prancis mendapat kontrak sampai 2031 di Brighton.
Pernah Dicoret Gegara Puasa Ramadan
- FC Nantes
Namun sebelum namanya melambung setelah gabung Brighton, Jaouen Hadjam punya kisah unik. Pria Muslim ini sangat teguh dalam mempertahankan identitas keislamannya.
Salah satunya ketika dia masih bermain untuk klub Liga Prancis Nantes. Saat itu, ada aturan tidak tertulis dari pelatih Antoine Kombouare soal pemain yang berpuasa Ramadan.
Pada Ramadan 2024, Antoine Kombouare mengumpulkan para pemain Muslim, termasuk Jaouen Hadjam. Ia kemudian meminta agar skuadnya tak berpuasa saat pertandingan.
Sang pelatih bahkan memberinya pilihan antara berbuka puasa pada hari-hari pertandingan atau dikeluarkan dari tim. Alasannya, ia tak mau pemainnya cedera.
“Saya seorang pelatih, saya memberikan aturan. Sepanjang pekan, tak ada masalah para pemain berpuasa,“ kata Kombouare kepada Metro.
“Saya siap untuk membantu dan mendukung mereka kalau diperlukan. Kami tahu itu bukan masa yang mudah,“ tambahnya.
“Tapi di hari pertandingan, Anda tidak boleh puasa, dan mereka yang berpuasa tak masuk skuad. Saya tak mau mereka cedera,“ tegas sang pelatih.
Antoine Kombouare juga memberi ultimatum jika ada pemainnya yang tetap berpuasa Ramadan saat pertandingan, ia tak segan-segan untuk mencoretnya.
“Itu adalah pilihan dia dan saya menghormatinya. Ini bukan hukuman, tapi saya punya cara kerja,“ jelasnya.
Jaouen Hadjam lalu tak menggubris aturan itu. Ia memilih tetap berpuasa Ramadan. Sampai akhirnya, pelatih Nantes mencoretnya dari skuad.
Bek kiri Aljazair tersebut digantikan oleh Quentin Merlin sebelum di akhir musim, Jaouen Hadjam dilepas ke Young Boys dengan harga yang sangat murah.
Diasingkan ke liga Swiss, performa Jaouen Hadjam malah semakin luar biasa. Dua musim bersama Young Boys, satu gelar domestik dipersembahkan.
Lebih jauh, ia menjadi bek kiri terbaik di liga Swiss. Dalam dua musim, Jaouen Hadjam mampu mencatatkan 98 kali penampilan dengan 6 gol dan 7 assist.
Rekam Jejak Karier Jaouen Hadjam
- FFF
Lahir di Paris, Prancis pada 26 Maret 2003, Jaouen Hadjam sempat membela timnas Prancis junior. Namun masuk tingkat senior, ia memilih Aljazair.
Berposisi natural sebagai bek kiri, Jaouen Hadjam memulai karier sepak bolanya dengan belajar di akademi Champagne 95, lalu ke Alfortville sebelum ke tim junior PSG.
Dari sana, dia pindah ke Creteil, sebelum akhirnya akhirnya bergabung dengan Paris FC pada 2018. Di bulan Agustus 2020, Jaouen Hadjam debut untuk tim utama.
Tiga musim yang gemilang bersama Paris FC membuat Jaouen Hadjam direkrut Nantes pada 2023. Perselisihan dengan pelatih membuatnya dilepas ke Young Boys.
Kini setelah melanglang buana ke sejumlah klub, karier Jaouen Hadjam melonjak tajam seusai dipinang klub penuh kejutan Premier League, Brighton.
Adapun di level tim nasional, Jaouen Hadjam sempat membela Prancis U-17 dan U-19 sebelum memilih Aljazair sebagai karier internasionalnya.
Load more