Wajar Persib Kalahkan Melbourne Victory, Ongkos Piala Dunia Belum Dibayarkan Hingga Krisis Liga Domestik Terjadi di Australia
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Wajar jika Persib Bandung berhasil mengalahkan tim asal Australia, Melbourne Victory di kandangnya langsung. Ternyata, Australia tengah mengalami polemik baik di level liga domestik hingga tim nasional.
Persib Bandung berhasil lolos ke babak 16 besar AFC Champions League Two 2026 setelah menalukkan Melbourne Victory dengan skor 2-1, Rabu (4/11/2026).
Setelahnya, Timnas Indonesia membatalkan lawatan ke Yordania ketika Australia tetap memaksakan diri berangkat walau kondisi di Timur Tengah belum kondusif. Bahkan penolakan pun terjadi dari pemain yang tak ingin membela Australia di edisi FIFA Matchday November 2026 ini.
Ternyata, masalah pun bertambah dengan Football Australia (FA) seharusnya melunasi pembayaran maksimal dua pekan setelah para pemain meninggalkan pemusatan latihan.
Namun, kekalahan dari Mesir melalui adu penalti pada babak 32 besar, 3 Juli 2026, justru menjadi awal penantian panjang para pemain untuk menerima hak mereka.
Besaran bayaran pertandingan diperkirakan mencapai 6.000 dolar Australia untuk setiap laga bagi pemain yang tampil maupun masuk daftar pemain cadangan tanpa dimainkan.
Dengan enam pertandingan, termasuk dua laga uji coba melawan Meksiko dan Swiss, pemain yang memenuhi kriteria pada seluruh pertandingan bisa menunggu pembayaran sekitar 36.000 dolar Australia atau setara lebih dari Rp400 juta.
Football Australia berdalih proses pembayaran belum bisa dilakukan karena masih menunggu kepastian mengenai kewajiban pajak di Amerika Utara serta data distribusi pemain dari asosiasi pesepak bola, Professional Footballers Australia (PFA).
Dalam pernyataannya, FA menegaskan bahwa Football Australia siap melakukan pembayaran pertandingan terkait Piala Dunia FIFA.
Namun, alasan tersebut tidak diterima begitu saja oleh pihak pemain. CEO PFA Beau Busch menyebut keterlambatan selama tiga bulan sebagai situasi yang tidak dapat diterima karena persoalan pajak internasional semestinya sudah diantisipasi sebelum turnamen berlangsung.
"Jelas merupakan situasi yang tidak dapat diterima bahwa tiga bulan setelah Piala Dunia berakhir, bayaran pertandingan Socceroos masih belum dibayarkan," kata Busch dikutip dari laman ABC, Jumat (6/11/2026).
Tak hanya itu, polemik liga domestik pun berujung pada dugaan krisis operator Liga Profesional Australia di mana terjadi laporan pemotongan distribusi klub, PHK massal, hingga penghentian proyek liga domestik.
Melbourne Victory memang belum mengeluhkan kondisi liga domestik, namun klub A-League lainnya, Newcastle Jets telah mengeluhkan kondisi ini pada publik.
"Saya yakin ada caranya (untuk bangkit), saya rasa ini dari segi finansial liga, kita harus memainkan lebih banyak pertandingan," kata pelatih Newcastle Jets, Mark Milligan.
Komentator sepak bola Australia, Andy Harper menyebut bahwa kualitas klub Australia bisa tersaingi oleh tim-tim Asia lain termasuk oleh Persib dan Lion City Sailors karena kualitas pemain asing.
Liga Australia memang membatasi kedatangan pemain asing yang membuatnya berbeda dari liga negara lain. Sebut saja Liga Indonesia yang punya regulasi 11 pemain asing.
"Jadi, itu tidak menjamin mereka akan bagus, tetapi itu berarti Anda mendapatkan seseorang dengan gaji yang layak, jadi itu berarti Anda berpikir bahwa mereka akan berada di level tersebut, yang mungkin, saya kira dalam sepuluh tahun terakhir, pemain asing akan mendapatkan gaji antara dua hingga lima ratus, kira-kira," katanya.
"Sekarang, Anda berpotensi mendapatkan seseorang dengan gaji lebih rendah. Dan ada komentar tentang mereka tidak memenuhi standar. Mereka tidak meningkatkan standar. Jadi apa gunanya mendatangkan mereka?” katanya.
Load more