Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

APPI Sebut Pembatasan Pemain Naturalisasi adalah Bentuk Pelanggaran HAM, Kenapa?

APPI menyebut pembatasan pemain naturalisasi adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 7 Maret 2023 - 20:53 WIB
Kim Kurniawan
Sumber :
  • PSS

tvOnenews.com - Polemik usulan PSSI untuk membatasi jumlah pemain naturalisasi di kompetisi memicu berbagai pandangan pihak lain. 

Tak terkecuali dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang juga memberikan pernyataan resminya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pernyataannya, APPI menyebut pembatasan pemain naturalisasi adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

tvonenews

"Pembatasan pemain naturalisasi merupakan suatu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), setelah seseorang dinyatakan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), seyogyanya ia mendapatkan hak yang sama dengan WNI lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Hal ini tidak sejalan dengan Universal Declaration of Player Rights dan FIFA’s Human Rights Policy," tulis pernyataan APPI. 

APPI menilai jika pemain naturalisasi dianggap polemik, maka PSSI harus mencarikan solusi terbaik, bukan membatasi jumlah pemain dalam setiap tim. 

"Terlebih sebagian dari pemain-pemain tersebut pernah dan bahkan masih menjadi pemain aktif dari tim nasional Indonesia. Sebagian dari mereka memilih menjadi WNI karena kebutuhan dan permintaan untuk tim nasional," lanjut pernyataan APPI.

Menurut pihak APPI, tujuan pembatasan pemain naturalisasi karena pengembangan pemain lokal adalah alasan yang tidak wajar. Meski membatas pemain naturalisasi, PSSI justru berencana menambah kuota pemain asing. 

APPI Turut Soroti Permasalahan Lain dari Usulan PSSI

Di sisi lain, usulan Salary Cap pun perlu dikaji kembali. Apalagi FIFA telah mengarahkan pada seluruh federasi memberikan batasan salary minimum. 

Tidak berhenti disana, APPI pun menyoroti usulan jadwal kompetisi Liga 2 dan Liga 1. Pihak APPI menilai hal tersebut tidak wajar karena perbedaan waktu selesai Liga 2 dan dimulainya kompetisi Liga 1 sangat mepet.

"Terkait hal-hal tersebut, APPI telah mengirimkan surat kepada PSSI untuk dapat dibuatkan suatu audiensi guna membahas hal-hal tersebut," lanjut pernyataan APPI.

"Harapan agar pemain dapat dlibatkan dalam pengambilan keputusan menjadi suatu transformasi bagi sepakbola Indonesia jika ingin meningkatkan kualitas dan standar sepakbola itu sendiri jika berkaca dari sepakbola di negara-negara yang maju," tutup pernyataan APPI.

(hfp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

NasDem Sebut Rachmat Gobel Akan Dimakamkan di Gorontalo

NasDem Sebut Rachmat Gobel Akan Dimakamkan di Gorontalo

Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Nasdem Willy Aditya menyampaikan bahwa almarhum Pimpinan DPR RI periode 2019-2024 Rachmat Gobel dikabarkan akan dimakamkan di Gorontalo.
Demo Hari Ini di Jakarta, Sebanyak 842 Personel Gabungan Disiagakan

Demo Hari Ini di Jakarta, Sebanyak 842 Personel Gabungan Disiagakan

Sebanyak 842 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek disiagakan untuk amankan jalannya unjuk rasa hari ini.
Tak Hanya Bupati Sukoharjo Etik Suryani, KPK Juga Tangkap 4 Orang Lain dalam OTT

Tak Hanya Bupati Sukoharjo Etik Suryani, KPK Juga Tangkap 4 Orang Lain dalam OTT

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Sukoharjo Etik Suryani di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah.
Siapa Sebenarnya Rachmat Gobel? Anggota DPR yang Meninggal Dunia Kini Banyak Dicari Warganet

Siapa Sebenarnya Rachmat Gobel? Anggota DPR yang Meninggal Dunia Kini Banyak Dicari Warganet

Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026). Berikut profil dan rekam jejaknya yang dikenal sebagai penerus Gobel Group.
Piala Dunia 2026: Ditaklukkan Prancis 2-0, Pelatih Maroko Akui Timnya Kesulitan Hadapi Permainan Les Bleus

Piala Dunia 2026: Ditaklukkan Prancis 2-0, Pelatih Maroko Akui Timnya Kesulitan Hadapi Permainan Les Bleus

Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, akui timnya harus mengakui keunggulan Prancis setelah kalah 0-2 pada perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/07/2026).
Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Sepatu di China, 28 Orang Tewas

Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Sepatu di China, 28 Orang Tewas

China Central Television melaporkan kebakaran terjadi sekitar pukul 12 siang waktu setempat di pabrik sepatu Huiteng di Kota Jinjiang.

Trending

Ditangkap di Samarinda, Polisi Akhirnya Bekuk Tiga Tersangka Penyerangan Anggota Polri Katingan

Ditangkap di Samarinda, Polisi Akhirnya Bekuk Tiga Tersangka Penyerangan Anggota Polri Katingan

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri di Samarinda, Kalimantan Timur menangkap tiga orang tersangka penyerangan anggota Kepolisian Resor Katingan, Kalimantan Tengah
Malam ini, Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya Kembali Geledah Ruko di Cipete Jaksel

Malam ini, Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya Kembali Geledah Ruko di Cipete Jaksel

Tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya kembali melakukan penggeledahan di sejumlah ruko yang terletak di komplek ruko Thamarin, Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026).
Link Live Streaming Prancis Vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Link Live Streaming Prancis Vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Duel antara Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), diprediksi berjalan ketat.
KPK Ungkap Mantan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono Diduga Pakai Uang Gratifikasi untuk Biayai Nikahan Anak

KPK Ungkap Mantan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono Diduga Pakai Uang Gratifikasi untuk Biayai Nikahan Anak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan temuan baru terkait kasus dugaan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono. 
AS Menyerang Iran Selama Dua Hari, 14 Orang Tewas dan 78 Luka-luka

AS Menyerang Iran Selama Dua Hari, 14 Orang Tewas dan 78 Luka-luka

Serangan yang dilakukan Amerika Serikat di lima provinsi negara tersebut selama dua hari terakhir menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya.
Laporan Tak Kunjung Tuntas Diusut, BBHAR PDIP Dampingi Korban Mafia Tanah ke Bareskrim Polri

Laporan Tak Kunjung Tuntas Diusut, BBHAR PDIP Dampingi Korban Mafia Tanah ke Bareskrim Polri

Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP mendampingi seroang profesor asal Sulawesi Utara (Sulut) yakni Ing Mokoginta ke Bareskrim Polri pada Kamis (9/7/2026).
Piala Dunia 2026: Respons Tak Terduga Mbappe Usai Bawa Prancis ke Semifinal, Pilih Tetap Rendah Hati

Piala Dunia 2026: Respons Tak Terduga Mbappe Usai Bawa Prancis ke Semifinal, Pilih Tetap Rendah Hati

Kylian Mbappe menolak larut dalam euforia setelah membawa Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia 2026. Penyerang Les Bleus itu mengingatkan rekan-rekannya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT