GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saat Exco PSSI Kaget Lihat Realitas Sepak Bola Indonesia di Daerah: Sakit Perut Saya Lihat Kenyataan Ini

Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga sampai sakit peut saat melihat secara langsung keadaan yang terjadi di daerah, salah satunya di Sumatera Utara.
Minggu, 12 Mei 2024 - 11:18 WIB
Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga
Sumber :
  • PSSI

tvOnenews.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco PSSI) Arya Sinulingga mengaku kaget melihat realtas sepak bola Indonesia.

Arya mengaku terkejut dengan minimnya kompetisi usia muda terutama di daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arya Sinulingga bahkan sampai sakit peut saat melihat secara langsung keadaan yang terjadi di daerah, salah satunya di Sumatera Utara.

tvonenews

Dalam acara diskusi '94 Tahun PSSI Mau Kemana' Arya menceritakan kisahnya saat ditunjuk menjadi pejabat pelaksana Asprov PSSI Sumatera Utara.

Sebagai pejabat Asprov, Arya diberikan mandat dan berkesempatan untuk melihat secara langsung keadaan sepak bola Indonesia yang terjadi di Sumatera Utara.

Arya mengungkapkan bahwa dirinya kaget saat mengetahui hanya ada satu pemain saja yang lolos masuk seleksi Timnas Indonesia U-20 dari sekitar 400 pemain yang mendaftar.

Tak hanya itu, kenyataan pahit harus dirasakan saat tak adanya pemain dari Sumatera Utara yang lolos seleksi Timnas Indonesia U-16.

"Sakit perut saya lihat kenyataan ini, apa yang mau dibenahi. Dibenahi itu kalau ada objeknya, inilah pekerjaan PSSI memperbanyak wasit, pelatih, dan menggelar kompetisi," kata Arya Sinulingga di GBK Arena, Sabtu (11/5/2024).

"Yang namanya sumber pemain ada di daerah, kabupaten, bukan di nasional. Medan adalah penghasil pemain Timnas, saya berkali-kali bilang kami buat talent scouting dengan Indra Sjafri cari pemain U-20," tambahnya.

diskusi PSSI
Arya Sinulingga dalam diskusi "Refleksi 94 Tahun PSSI". Dok. tvOnenews/Ilham Giovani Pratama

Dalam acara diskusi bersama PSSI Pers itu, Arya memang kerap kali mengucapkan kata 'sakit perut' sebagai ungkapan rasa kagetnya melihat kondisi miris yang terjadi di Sumatera Utara.

Arya menjelaskan bahwa hasil dari blusukan itu didapatkan bila para pemain muda di Sumatera Utara hanya mengandalkan kompetisi Liga 3 dan Piala Soeratin.

"Pertama kali saya ke Asprov Sumut. Ternyata daerah ini hanya mengandalkan kompetisi program dari federasi yaitu Liga 3 dan Soeratin," jelas Arya.

"Engga ada yang lainnya, yang ada cuman Jawa Barat dan Jatim. Artinya lebih dari 30 provinsi lain engga ada kompetisi lain juga, makanya jangan heran klub Liga 1 banyak di Jatim dan Jabar karena jalan semua," tambahnya.

Arya menyayangkan terkait jumlah klub yang ada di Sumatera Utara sangat sedikit, terutama klub yang berkompetisi di Liga 3 Indonesia.

Ia menjabarkan bahwa sejatinya para pemain muda di daerah setidaknya harus memiliki jam terbang bermain lebih 30 jam.

Namun kondisi yang terjadi di Sumatera Utara yang mengandalkan kompetisi Liga 3 dan Piala Soeratin, para pemain hanya memiliki kesempatan untuk bermain selama delapan kali saja dalam satu tahun.

"Sumut hanya ada 13 klub di Liga 3, mereka hanya maun delapan kali. Padahal minimal anak-anak bermain 30 kali pertandingan tiap tahunnya," pungkas Arya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat kondisi tersebut membuat Arya mengambil langkah bersama PSSI untuk berbenah memperbaiki kompetisi lokal mulai dari Liga 3.

Dirinya mengaku bersama PSSI akan memperbaiki  sepak bola Indonesia dari bawah supaya tak berdampak ke Timnas Indonesia di masa yang akan datang. (igp/hfp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dititipkan ke Pamannya, Balita 4 tahun di Surabaya Malah Jadi Korban Kekerasan

Dititipkan ke Pamannya, Balita 4 tahun di Surabaya Malah Jadi Korban Kekerasan

Balita perempuan berusia empat tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur.
Tragedi Satu Keluarga Tewas di Kuantan Diselidiki Polisi Malaysia, Diduga Berawal dari Serangan Kepala Keluarga

Tragedi Satu Keluarga Tewas di Kuantan Diselidiki Polisi Malaysia, Diduga Berawal dari Serangan Kepala Keluarga

Polisi Malaysia menyelidiki kematian lima sekeluarga di Kuantan. Kepala keluarga diduga menyerang anggota keluarga sebelum bunuh diri, motif masih didalami.
Bek Asing Persib Federico Barba Janji Mati-matian Balikkan Agregat dari Ratchaburi

Bek Asing Persib Federico Barba Janji Mati-matian Balikkan Agregat dari Ratchaburi

Persib dalam situasi tertinggal di babak 16 besar  AFC Champions League Two 2025/2026. Pada laga leg pertama, tim asuhan Bojan Hodak kalah dengan skor telak 0-3 di Thailand.
Setelah Lewis Hamilton, Kini Giliran Max Verstappen yang Kritik Regulasi Baru F1 2026, Berani Sebut Mobil Musim Ini...

Setelah Lewis Hamilton, Kini Giliran Max Verstappen yang Kritik Regulasi Baru F1 2026, Berani Sebut Mobil Musim Ini...

Regulasi baru F1 2026 kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, giliran pembalap tim Red Bull Racing asal Belanda, Max Verstappen yang melontarkan kritik terbuka.
Pelaku Mutilasi Mayat dalam Koper di Brebes Diringkus Kurang dari 24 Jam, Polisi Ungkap Motifnya

Pelaku Mutilasi Mayat dalam Koper di Brebes Diringkus Kurang dari 24 Jam, Polisi Ungkap Motifnya

Kasus mutilasi yang terjadi di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, yang terjadi Senin (16/2/2026) kemarin, berhasil diungkap Satreskrim Polres Brebes.
12 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Pisces Dapat Bonus, Libra Keuntungan dari Kerja

12 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Pisces Dapat Bonus, Libra Keuntungan dari Kerja

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok 18 Februari 2026 aries hingga pisces, lengkap dengan angka hoki dan 3 zodiak paling beruntung secara finansial besok.
background

Pekan ke-22

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT