News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Potret Sepak Bola Indonesia Dua Tahun Setelah Tragedi Kanjuruhan

Tepat pada hari ini, 1 Oktober 2024, dua tahun sudah berlalu setelah tragedi Kanjuruhan yang memakan 135 korban jiwa, momen terkelam dalam sepak bola Indonesia.
Selasa, 1 Oktober 2024 - 07:18 WIB
Stadion Kanjuruhan
Sumber :
  • VIVA/Uki Rama

Jakarta, tvOnenews.com -Ā Tepat pada hari ini, 1 Oktober 2024, dua tahun sudah yang berlalu setelah tragedi Kanjuruhan, momen terkelam dalam sepak bola Indonesia.

Pada 1 Oktober 2022, Arema FC menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang untuk laga lanjutan Liga 1 2022/2023 silam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laga itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tamu, Persebaya Surabaya, yang sebenarnya berlangsung aman.

Dua gol Abel Camara untuk Arema dibalas oleh Silvio Rodrigues, Leo Lelis, dan Sho Yamamoto pada laga tersebut.

Kericuhan pecah setelah pertandingan karena sekitar 3000 pendukung Arema alias Aremania masuk ke lapangan.

Polisi merespons dengan melontarkan sejumlah gas air mata yang semakin membuat ricuh kerumunan karena kesulitan untuk keluar.

Polisi menembakan gas air mata saat peristiwa Stadion Kanjuruhan
Polisi menembakan gas air mata saat peristiwa Stadion Kanjuruhan
Sumber :
  • Antara

Ā 

Setidaknya, 40 peluru gas air mata dilontarkan ke arah kerumunan dalam waktu 10 menit, menurut laporan dari The Washington Post.

Sebagai informasi, menurut peraturan FIFA, gas air mata tidak boleh digunakan di stadion oleh petugas steward atau pun polisi.

Jumlah korban jiwa berseliweran di media sosial dan berbagai sumber, dan pada 5 Oktober 2024, Kepolisian mengonfirmasi 131 orang menjadi korban dalam tragedi ini.

Namun, jumlah kematian yang dilaporkan menjadi 133 oleh Posko Pusat Krisis Postmortem yang didirikan oleh Kabupaten Malang.

Pada akhirnya, pada 24 Oktober 2022, korban jiwa yang terkonfirmasi akibat tragedi Kanjuruhan adalah 135 orang.

Tragedi kanjuruhan menjadi bencana sepak bola paling mematikan kedua di dunia setelah bencana di Estadio Nacional, Peru, yang memakan korban jiwa sebanyak 328 orang pada 1964 silam.

Sesudah tragedi, Presiden Joko Widodo hingga Presiden FIFA Gianni Infantino membahas isu ini, dan memutuskan untuk menonaktifkan Stadion Kanjuruhan, membongkarnya dan membangun kembali agar sesuai dengan standar FIFA.

Justice for Kanjuruhan Masih Bersuara di Malang
Justice for Kanjuruhan Masih Bersuara di Malang
Sumber :
  • Antara

Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebanyak enam orang didakwa karena tragedi ini, termasuk di antaranya Ahmad Hadian Lukita yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga.

Namun, pada 23 Desember 2022, Ahmad Hadian Lukita dibebaskan karena berkas perkara tidak lengkap, selagi Abdul haris selaku Ketua Panpel Arema FC dihukum setahun enam bulan.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Bersama Dai, arah pembangunan perbatasan ke depan ditujukan untuk mengubah citra wilayah perbatasan dari daerah tertinggal menjadi beranda depan negara yang maju, damai, dan sejahtera.
Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta geledah beberapa ruangan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (9/4).
Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Tim Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan sebanyak tujuh tersangka dalam kasus dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral pada periode 2008-2015, pada Kamis (9/4).
Untuk Pertama Kalinya Jakarta Pertamina Enduro Tumbangkan Gresik Phonska, Sabet Juara di Final Four Proliga 2026 Putaran Pertama

Untuk Pertama Kalinya Jakarta Pertamina Enduro Tumbangkan Gresik Phonska, Sabet Juara di Final Four Proliga 2026 Putaran Pertama

Jakarta Pertamina Enduro akhirnya berhasil menaklukkan rival kuatnya, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, di final four Proliga 2026. Untuk pertama kalinya JPE
Manajer Denada Ungkap 3 Fakta Terbaru soal Ressa Rosano, Hoaks hingga Gugatan Belum Dicabut

Manajer Denada Ungkap 3 Fakta Terbaru soal Ressa Rosano, Hoaks hingga Gugatan Belum Dicabut

Manajer Denada ungkap 3 fakta terbaru soal Ressa Rosano, mulai dari hoaks, gugatan belum dicabut, hingga fokus pada proses perdamaian kedua pihak.
Potensi Perbatasan Laut Perlu Didongkrak secara Terintegrasi, BNPP RI Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Potensi Perbatasan Laut Perlu Didongkrak secara Terintegrasi, BNPP RI Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Optimalisasi potensi unggulan di wilayah perbatasan laut perlu dilakukan melalui pendekatan lintas sektor dan wilayah agar memberikan dampak berkelanjutan.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT