News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanggapi Fenomena Jual-Beli Lisensi Klub di Sepakbola Indonesia, Rahmad Darmawan Bilang Begini....

Rahmad Darmawan menilai Jual beli lisensi klub ini membuat sebuah klub kehilangan identitasnya karena mengubah nama klub, markas, hingga sejarah klub itu sendiri.
Rabu, 18 Juni 2025 - 01:55 WIB
ks pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan memberikan pesan penting kepada klub-klub "baru" di Indonesia, yang datang dari fenomena praktik jual beli lisensi klub.
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Eks pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan memberikan pesan penting kepada klub-klub "baru" di Indonesia, yang datang dari fenomena praktik jual beli lisensi klub.

Jual beli lisensi klub ini membuat sebuah klub kehilangan identitasnya karena mengubah nama klub, markas, hingga sejarah klub itu sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan Sekali, Rahmad Darmawan Empat Kali Gagal Bela Persib Bandung
Bukan Sekali, Rahmad Darmawan Empat Kali Gagal Bela Persib Bandung
Sumber :
  • Madura United

 

"Buat saya adalah fenomena ini tentu harus menjadi sebuah hal yang berlangsung dengan tidak hanya temporer tapi bisa dipertahankan klub ini dalam satu waktu yang lama,"  kata pelatih yang akrab disapa RD itu, ketika ditemui ANTARA di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Selasa.

"Sehingga kesannya tidak seperti ada kesempatan menjual kemudian dijual lagi, ada kesempatan membeli, membeli," katanya menambahkan.

"Jadi lebih kepada fokus bagaimana bisa membina bersama satu klub ini dengan waktu yang lama itu yang saya harapkan," lanjutnya.

"Ke depannya tidak lagi banyak terjadi hal lain seperti ini lagi tapi lebih komitmen kepada membangun tim ini dalam jangka waktu yang lama, karena sekali lagi perpindahan satu klub ke klub lain memang tidak bisa dipersoalkan karena memang ada regulasi yang mengaturnya," kata RD lagi.

Sebelumnya, ada tujuh klub yang baru saja resmi berganti nama dan domisili pada Kongres Biasa PSSI 2025 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, dua pekan lalu.

Tujuh klub itu adalah Bhayangkara Presisi FC (Surabaya) menjadi Bhayangkara Presisi Lampung FC (Bandar Lampung), Persikas Subang (Kabupaten Subang) menjadi Sumsel United (Palembang), Tornado FC Pekanbaru (Pekanbaru) menjadi Kendal Tornado FC (Kendal), PS Maluku (Ambon) menjadi Kediri United (Kediri), Sumut United (Medan) menjadi Pesikad (Depok), NZR Sumbersari (Malang) menjadi Persikutim United (Kutai Timur), dan PSKC Cimahi (Cimahi) menjadi Garudayaksa FC (Bekasi).

Sementara itu, pada gelaran Liga Indonesia musim 2024/2025, Malut United menjadi klub paling "baru" karena baru berdiri pada 2023.

Para pemain Malut United menjalani latihan jelang pertandingan Persija Vs Malut United
Para pemain Malut United menjalani latihan jelang pertandingan Persija Vs Malut United
Sumber :
  • Abdul Fatah-Antara

 

Dulunya, klub berjuluk Laskar Kie Raha ini adalah klub perubahan dari Putra Delta Sidoarjo. 

Dengan perubahan ini, Malut United lahir untuk mewakili Maluku Utara.

Mereka promosi pada musim 2023/2024, lalu pada musim debutnya di Liga 1 pada musim 2024/2025.

Tim asuhan Imran Nahumarury itu finis di peringkat ketiga di bawah Dewa United dan Persib Bandung.

RD sendiri dulu juga pernah melatih klub seperti ini, yakni RANS Nusantara FC, yang dulunya bernama Cilegon United FC. 

Klub ini diakuisisi oleh Raffi Ahmad pada 2021 ketika masih berkompetisi di Liga 2 Indonesia.

Pelatih yang terakhir kali melatih Barito Putera di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025 itu menegaskan bahwa pembinaan jangka panjang yang ia maksud.

Eks pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan.
Eks pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan.
Sumber :
  • Antara

 

Hal tersebut bertujuan agar sebuah klub tersebut dapat menjadi identitas yang menggambarkan suatu daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tentu ini jadi sebuah catatan yang saya sampaikan ya sepertinya berdirinya klub sepak bola di satu tempat atau daerah itu sebetulnya menggambarkan tentang identitas daerah itu sendiri yang harus dipertahankan," tegas dia. 

(ant/aes)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dua Petugas Damkar Gugur dalam Kecelakaan Maut Saat Menuju Lokasi Karhutla

Dua Petugas Damkar Gugur dalam Kecelakaan Maut Saat Menuju Lokasi Karhutla

Menurut laporan, mobil pemadam tersebut melaju menuju lokasi kebakaran dan berupaya melewati kendaraan di depannya setelah melewati lampu merah Labakkang.
Gebrakan Baru KDM, Buka Pendaftaran "Asuransi Aing" untuk 5,4 Juta Warga Jabar

Gebrakan Baru KDM, Buka Pendaftaran "Asuransi Aing" untuk 5,4 Juta Warga Jabar

Pemprov Jabar secara resmi membuka pendaftaran program Asuransi Aing yang menargetkan pembayaran premi gratis BPJS Ketenagakerjaan bagi 5,4 juta pekerja informal.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Pergoki Pria Lain di Kamar Kos, Suami di Pati Murka Tusuk Selingkuhan Istri

Pergoki Pria Lain di Kamar Kos, Suami di Pati Murka Tusuk Selingkuhan Istri

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Wiratama mengatakan seorang pria berinisial AKA meninggal dunia di sebuah tempat kos akibat ditusuk E (25).

Trending

Pergoki Pria Lain di Kamar Kos, Suami di Pati Murka Tusuk Selingkuhan Istri

Pergoki Pria Lain di Kamar Kos, Suami di Pati Murka Tusuk Selingkuhan Istri

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Wiratama mengatakan seorang pria berinisial AKA meninggal dunia di sebuah tempat kos akibat ditusuk E (25).
Kantor Pengembang di Bandung Barat Digeledah KPK Terkait Kasus ATR/BPN dan Summarecon

Kantor Pengembang di Bandung Barat Digeledah KPK Terkait Kasus ATR/BPN dan Summarecon

Pengembang tersebut diduga memberikan sejumlah uang kepada pihak-pihak di Kementerian ATR/BPN, terutama untuk mengurus hak guna bangunan (HGB).
Anak Perempuan di Cianjur Bakar Rumah Ayahnya, Rumah Tetangga Ikut Hangus Terbakar

Anak Perempuan di Cianjur Bakar Rumah Ayahnya, Rumah Tetangga Ikut Hangus Terbakar

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengatakan H diamankan setelah api membakar rumah yang ditempatinya bersama orang tuanya.
Retas Data Pemerintah Australia, OpenAI Minta Maaf

Retas Data Pemerintah Australia, OpenAI Minta Maaf

OpenAI, pengembang chatbot ChatGPT, minta maaf kepada Australia usai model kecerdasan buatannya mengakses tanpa izin sejumlah situs web pemerintah untuk mengumpulkan statistik layanan kesehatan Medicare.
Gebrakan Baru KDM, Buka Pendaftaran "Asuransi Aing" untuk 5,4 Juta Warga Jabar

Gebrakan Baru KDM, Buka Pendaftaran "Asuransi Aing" untuk 5,4 Juta Warga Jabar

Pemprov Jabar secara resmi membuka pendaftaran program Asuransi Aing yang menargetkan pembayaran premi gratis BPJS Ketenagakerjaan bagi 5,4 juta pekerja informal.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
700 Juta Orang Lebih di China Gunakan AI Generatif

700 Juta Orang Lebih di China Gunakan AI Generatif

700 juta orang lebih di China menggunakan kecerdasan buatab (AI) generatif.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT