News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Regulasi 11 Pemain Asing untuk 1 Kompetisi, I-League Jadi Liga di ASEAN Paling Boros Pemain Minim Kompetisi

Dari 11 pemain asing tersebut, delapan pemain diizinkan berada di daftar susunan pemain dan delapan pemain tersebut bisa dimainkan secara bersamaan di lapangan. 
Kamis, 10 Juli 2025 - 21:38 WIB
Regulasi 11 Pemain Asing untuk 1 Kompetisi, I-League Jadi Liga di ASEAN Paling Boros Pemain Minim Kompetisi
Sumber :
  • AFC

Jakarta, tvOnenews.com - I-League yang menaungi Super League 2025-2026 mengubah regulasi pemain asing dengan 11 kuota pemain. 

Dari 11 pemain asing tersebut, delapan pemain diizinkan berada di daftar susunan pemain dan delapan pemain tersebut bisa dimainkan secara bersamaan di lapangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Regulasi pemain asing di ASEAN pun menjadi sorotan karena I-League menjadi satu-satunya tim yang memiliki regulasi sampai delapan pemain masuk di lapangan. 

Tak hanya boros pemain, ternyata banyaknya pemain ini tidak diikuti dengan jumlah kompetisi yang diikuti oleh klub Super League. 

Hanya ada kompetisi Super League sebagai kompetisi utama serta dua tim, Persib Bandung dan Dewa United yang tampil di Asia. 

Sempat ditawari tampil ASEAN Cup Championship, kesempatan I-League untuk menurunkan Malut United dan Persebaya Surabaya pun urung setelah AFF meminta untuk juara dan runner up yang berkontribusi di ACC. 

Padahal di negara ASEAN lainnya, pemain asing disesuaikan dengan jumlah kompetisi yang diikuti oleh klub tersebut. 

Sebut saja Malaysia yang mengizinkan hingga 15 pemain asing. Namun hanya enam pemain yang diizinkan bermain di lapangan dengan tiga pemain asing di bangku cadangan. 

Malaysia pun membatasi pemain yang tampil dengan empat pemain asing dari negara bebas, satu negara Asia dan satu negara ASEAN.

Malaysia pun memiliki total tiga kompetisi dalam negeri seperti Liga Super Malaysia, Piala Malaysia dan Piala FA. 

Johor Darul Tazim dan Selangor pun tampil di tingkat Asia dan mewakili Malaysia di ASEAN Cup Championship. 

Beralih ke negara Thailand, reglasi pemain asing adalah tujuh dari negara bebas dan asal ASEAN yang tak terbatas. 

Kesempatan inilah yang selama ini dimanfaatkan oleh pemain Indonesia untuk bergabung dengan klub Thailand.

Klub pun setidaknya tampil di Liga Thaailand, Piala Liga Thailand dan Pial FA. Buriram United, Bangkok United dan BG Pathum menjadi wakil Thailand di kompetisi Asia dan ASEAN. 

Singapura pun memiliki regulasi tujuh pemain asing dengan kompetisi Liga Singapupra dan Piala Singapura. 

Beberapa tim Singapura seperti Lion City Sailors dan Tampines Rovers pun tampil di tingkat Asia dan ASEAN. 

Kamboja pun memiliki regulasi yang hampir sama dengan Liga Indonesia musim lalu dimana ada enam pemain asing yang didaftarkan dan lima di antaranya masuk ke lapangan. 

Kamboja pun ternyata punya dua kompetisi, Liga Kamboja dan Piala Kamboja dimana Svay Rieng pun tampil di Asia dan ASEAN. 

Vietnam sebagai negara rival Timnas Indonesia ternyata menjadi negara yang paling sedikit pemain asingnya. 

Vietnam hanya mengizinkan empat pemain asing dengan tiga di antaranya masuk ke lapangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walau menjadi negara dengan regulasi pemain asing paling sedikit, Vietnam tetap memiliki lebih dari satu kompetisi, yakni Liga Vietnam dan Piala Vietnam. 

Beberapa tim pun mewakili Vietnam baik di tingkat Asia maupun ASEAN seperti Nam Dinh FC da CAHN FC. (hfp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi terpesona dengan kebersihan Kampung Tobati Papua, KDM sampai tanya pada warga lansia siapa yang mengajari tentang kebersihan di kampung tersebut.
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi terpesona dengan kebersihan Kampung Tobati Papua, KDM sampai tanya pada warga lansia siapa yang mengajari tentang kebersihan di kampung tersebut.
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Dua Pimpinan BGN Dicopot, Pemerintah Gantikan dengan Sosok Ini

Dua Pimpinan BGN Dicopot, Pemerintah Gantikan dengan Sosok Ini

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengumumkan struktur organisasi yang baru Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT