Pernah Berseragam Oranye Persija hingga Biru Persib, Apa Kabar Marwal Iskandar? Ternyata Kini Justru Jadi...
- istimewa
Tak lama kemudian, Marwal justru menyeberang ke Persija Jakarta, klub yang dikalahkannya di final sebelumnya.
Bersama Macan Kemayoran, pencapaian terbaiknya adalah membawa tim hingga semifinal Liga Indonesia 2007 dan peringkat ketiga Copa Indonesia dua musim berturut-turut (2006 dan 2007).
Dengan bergabungnya ke Persija, Marwal pun melengkapi “koleksi” impiannya, membela enam klub besar eks Perserikatan: PSM Makassar, Persib Bandung, PSMS Medan, Persipura Jayapura, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.
Dari Lapangan Hijau ke Dunia Kepelatihan
Setelah gantung sepatu, Marwal tak meninggalkan dunia sepak bola. Ia memulai karier barunya sebagai pelatih di Makassar United, klub amatir yang kerap mengikuti turnamen nasional dan internasional seperti Celebes Cup dan Piala Gubernur Aceh.
Pada periode 2011–2015, Marwal mendapat kesempatan berharga menjadi staf pelatih di Akademi Frenz International Malaysia, pengalaman luar negeri yang memperkaya wawasan kepelatihannya.
Sekembalinya ke Tanah Air, ia sempat menjadi asisten pelatih di Borneo FC (2015) dan Persela Lamongan (2016) sebelum dipercaya menjadi pelatih kepala PSPS Pekanbaru pada 2017.
Puncaknya, pada 2019, Marwal tercatat sebagai Direktur Teknik Persik Kediri, yang berhasil membawa tim promosi ke Liga 1.
Tak berhenti di level klub, Marwal kini aktif berperan sebagai instruktur pelatih di berbagai kursus lisensi di Indonesia.
Ia pertama kali menjadi instruktur pada 2015, mendampingi mentor lamanya, Sutan Harhara.
Kariernya semakin menanjak setelah mendapat kesempatan langka mewakili Indonesia dalam pelatihan instruktur Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pada 17–23 Agustus 2019.
“Saya satu-satunya peserta dari Asia. Pengalaman di Jerman itu sangat berharga,” tutur Marwal.
Sepulang dari Jerman, ia kerap diundang menjadi instruktur kepala di berbagai daerah, dari Sumatera hingga Maluku, untuk berbagi ilmu kepada pelatih-pelatih muda Tanah Air.
“Saya ingin melahirkan pelatih yang bisa mengembangkan potensi pemain muda Indonesia. Ilmu sepak bola terus berkembang, dan saya pun masih terus belajar,” ujarnya.
Kini, Marwal Iskandar mungkin sudah tidak lagi berlari di lapangan, tetapi kontribusinya bagi sepak bola Indonesia belum berhenti. (tsy)
Load more