GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Erick Weeks? Gelandang Liberia yang Dicintai Persiwa tapi Malah Didepak Coach Djanur di Persib, Ini Kabarnya

Namanya harum ketika empat musim bermain untuk Persiwa Wamena di Liga Indonesia, namun Erick Weeks Lewis kurang beruntung saat menerima pinangan Persib Bandung.
Kamis, 13 November 2025 - 15:20 WIB
Erick Weeks Lewis saat diperkenalkan sebagai pemain Persib Bandung
Sumber :
  • Viva/Persib

tvOnenews.com - Erick Weeks Lewis, gelandang stylish asal Liberia menjadi salah satu pemain asing yang paling diingat suporter Liga Indonesia medio 2000-an.

Sejumlah klub besar Liga Indonesia pernah memakai jasa Erick Weeks seperti Persiwa Wamena bahkan Persib Bandung yang menjadi destinasi terakhirnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Datang dari Liberia dengan status pemain tim nasional bahkan baru juara liga di Afrika membuat Erick Weeks digadang-gadang menjadi bintang di Indonesia.

Benar saja, hampir satu dekade bermain di Liga Indonesia, penampilan Erick Weeks tak mengecewakan, salah satunya ketika membela Persiwa Wamena.

Kendati demikian, tuah playmaker timnas Liberia tersebut seolah sirna saat gabung Persib Bandung jelang Liga 1 2017. Ketika itu, ia diseleksi pelatih Djadjang Nurdjaman.

Namun sayang, ia tak bisa melanjutkan kariernya di Persib Bandung bahkan setelah dari sana, Erick Weeks menghilang sampai sekarang ini.

Lantas, bagaimana kabar Erick Weeks Lewis sekarang?

Erick Weeks Lewis sempat ke Sriwijaya FC sebelum gabung Persib Bandung
Erick Weeks Lewis sempat ke Sriwijaya FC sebelum gabung Persib Bandung
Sumber :
  • Antarasumsel.com/13/Awi

 

Lahir di Paynesville, Liberia pada 10 Maret 1986, Erick Weeks Lewis telah memulai kariernya di sepak bola profesional sejak usia 17 tahun.

UMC Roots menjadi klub lokal Liberia yang berkontribusi besar dalam kariernya. Dua musim di sana, Erick Weeks direkrut tim papan atas Mighty Barolle pada 2005.

Di musim keduanya, playmaker berpostur 173 cm tersebut sukses membawa Mighty Barolle juara Liga Premier Liberia ketika usianya baru menginjak 20 tahun.

Setelahnya, Erick Weeks mencoba peruntungan di luar negeri. Kamerun menjadi tujuannya saat itu dengan bergabung ke klub Cotonsport Garoua.

Lagi-lagi, Erick Weeks Lewis kebanjiran trofi di klubnya. Pada musim 2007, ia membawa Cotonsport Garoua juara Elite One dan Cameroonian Cup.

Sempat pindah ke klub Guinea Ekuatorial, Renacimiento Malabo, pria dengan gaya rambut unik tersebut membuat keputusan besar dengan hijrah ke Indonesia.

Persiwa Wamena jadi klub yang mendatangkannya pada 2008. Tak butuh waktu lama beradaptasi, Erick Weeks seolah menggendong tim ini sendirian.

Empat musim di Wamena, ia tampil sebanyak 115 caps dengan 40 gol bahkan pernah membawa klub dengan jersi bermotif hijau hitam tersebut jadi runner-up Liga Indonesia.

Akan tetapi, keputusan Erick Weeks hengkang dari Persiwa Wamena pada 2012 tampaknya keliru. Pindah ke Sriwijaya FC, kariernya cenderung menurun.

Dari Sriwijaya FC, ia lebih sering berpindah tim. Mitra Kukar, Pusamania Borneo FC, dan Madura United pernah disinggahi. Ia juga sempat main di luar negeri seperti Malaysia (Perak FA) serta Barrack Controllers (Liberia).

Secercah harapan datang ketika Erick Weeks ikut seleksi Persib Bandung. Bobotoh saat itu optimistis bahwa performa terbaik playmaker Liberia itu akan kembali.

Awalnya, pelatih Djadjang Nurdjaman mencobanya di beberapa laga Piala Presiden 2017. Apabila cocok, Erick Weeks akan didaftarkan Persib Bandung untuk Liga 1 2017.

Namun cukup disayangkan, Erick Weeks malah menderita cedera lutut jelang pertandingan semifinal Piala Presiden 2017 yang diikuti Persib Bandung.

Manajer tim Umuh Muchtar dan pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman akhirnya sepakat kalau kerja sama mereka dengan Erick Weeks berhenti sampai di sini.

Sang maestro jelas tak menampik bahwa dia kecewa. Akan tetapi, ia sedikit menghibur diri dengan mengatakan kalau sudah ada beberapa klub menantinya.

Akan tetapi setelah dicoret Persib Bandung, Erick Weeks seolah menghilang tanpa jejak. Tak ada satupun kabar klub mana yang diperkuat sang pemain.

Bahkan jika mengutip data dari Transfermarkt, Erick Weeks Lewis ternyata memilih gantung sepatu dari karier sepak bolanya usai dicoret Maung Bandung.

Kabar Erick Weeks Lewis Sekarang

Erick Weeks Lewis saat diperkenalkan sebagai pemain Persib Bandung
Erick Weeks Lewis saat diperkenalkan sebagai pemain Persib Bandung
Sumber :
  • Viva/Persib

 

Meski main di Indonesia, nyatanya Erick Weeks Lewis rutin menerima panggilan timnas Liberia. Sejak 2003 hingga 2015, ia mencatat 27 caps dan 3 gol.

Selain itu, Erick Weeks juga sempat terseret isu kontroversial ketika namanya dituduh ikut menerima suap saat bermain untuk Pusamania Borneo FC.

Kendati demikian, tuduhan menerima suap yang dialamatkan kepada Erick Weeks dan tiga pemain Pusamania Borneo FC tidak terbukti.

Adapun untuk update kabar Erick Weeks Lewis sekarang agak sulit untuk ditelusuri. Laporan dari Transfermarkt mengatakan jika dia pensiun sejak 2017.

Pun di media sosial Instagram yang diduga miliknya @eric_weeze50 juga sudah tidak aktif bahkan unggahan terakhirnya diposting pada 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walau begitu, penggemar sepak bola Liga Indonesia tetap tak lupa akan sosok Erick Weeks Lewis, playmaker Liberia dengan nomor punggung andalan 50.

(han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Berikut ini profil singkat dari Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai melayangkan protes terhadap keputusan juri di LCC Empat Pilar MPR RI.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Alun-ALun Karawang Bakal Jadi Kota Tua, Dedi Mulyadi Siapkan Kejutan "Pesan Cinta" di Jalan Tuparev

Alun-ALun Karawang Bakal Jadi Kota Tua, Dedi Mulyadi Siapkan Kejutan "Pesan Cinta" di Jalan Tuparev

Wajah Kabupaten Karawang, khususnya di kawasan Jalan Tuparev dan Alun-alun, dipastikan akan berubah total. 
Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Polemik jawaban siswi SMAN 1 Pontianak dianulir dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MPR RI beri klarifikasi

Trending

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Timnas Indonesia U-17 menjadi pesakitan di Grup B Piala Asia U-17 setelah kalah dari Jepang di laga terakhir babak penyisihan Grup. 
Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Timnas Indonesia U-17 gagal ke perempat final Piala Asia U-17 setelah dikalahkan oleh Jepang di laga terakhir Grup B pada Selasa (12/5/2026) malam WIB. 
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Polemik jawaban siswi SMAN 1 Pontianak dianulir dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MPR RI beri klarifikasi
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT