News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Yudi Guntara? Eks Bintang Persib yang Pernah Menyebrang ke Persija Demi Pendidikan

Simak kisah gelandang ikonik Persib Bandung, Yudi Guntara, yang sempat membela Persija Jakarta demi melanjutkan pendidikannya.
Selasa, 16 Desember 2025 - 17:17 WIB
Legenda Persib, Yudi Guntara
Sumber :
  • Media Persib

tvOnenews.com - Bagi pencinta sepak bola era 1990-an, khususnya fans Persib Bandung, nama Yudi Guntara tentu bukan sosok asing.

Ia dikenal sebagai gelandang serang dengan visi bermain tajam yang jarang dimiliki pemain-pemain lokal pada masanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bersama Persib Bandung, Yudi menjadi bagian penting dari salah satu periode paling mentereng dalam sejarah Maung Bandung.

Namun perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Di balik prestasi, ada perjuangan termasuk keputusan kontroversial yang membawanya sempat mengenakan seragam Persija Jakarta, rival abadi Persib.

Legenda Persib Bandung Yudi Guntara
Legenda Persib Bandung Yudi Guntara
Sumber :
  • Instagram @yudiguntara5

Petualangan Yudi di dunia sepak bola dimulai dari kampung halamannya di Lembang. Ia menimba ilmu dasar di SSB Elang Putih sebelum melanjutkan pembinaan di Putra Priangan.

Saat itu, bakatnya cepat mencuri perhatian.

Kemampuannya membuat Yudi dipercaya memperkuat tim Jawa Barat di ajang nasional antarpelajar.

Dari sana, jalannya terbuka lebar menuju pusat pembinaan elite.

Ia masuk Diklat Salatiga, lalu berlanjut ke Diklat Ragunan.

Di Ragunan, Yudi mendapat pengalaman berharga. Ia tampil di sejumlah turnamen internasional dan bahkan sempat menjalani pemusatan latihan di Jerman pada 1986.

Pengalaman itu membuat permainannya semakin matang dan berbeda dibanding pemain seusianya.

Setelah menyelesaikan masa pembinaan di Ragunan pada 1987, Yudi sebenarnya sudah sangat dekat dengan karier profesional di Galatama.

Pelita Jaya, salah satu klub elite saat itu, telah menyodorkan kontrak kepadanya.

Ia bahkan sudah menandatangani kesepakatan bersama sejumlah pemain muda potensial lainnya.

Namun langkah tersebut terhenti oleh satu hal penting yakni restu orang tua. Sang ayah menginginkan Yudi tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Bermain di Galatama dianggap tidak sejalan dengan rencana tersebut.

Pilihan pun mengerucut. Jika ingin kuliah sambil tetap bermain sepak bola, jalur Perserikatan adalah satu-satunya jalan.

Persib Bandung bergerak cepat mengamankan jasa Yudi.

Pada usia 17 tahun, ia sudah dipercaya masuk skuad senior oleh pelatih Dede Rusli. Sebuah pencapaian luar biasa untuk pemain seusia itu.

Yudi pun langsung merasakan atmosfer sepak bola level tertinggi, berbagi lapangan dengan nama-nama besar seperti Robby Darwis, Ajat Sudrajat, dan Adeng Hudaya.

Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat Persib menghadapi PSV Eindhoven yang diperkuat Ruud Gullit.

Meski kalah telak, laga tersebut menjadi pelajaran mental yang sangat berarti.

Namun masalah baru muncul. Yudi membutuhkan biaya untuk melanjutkan kuliah.

Upaya meminta bantuan beasiswa ke manajemen Persib tidak membuahkan hasil.

Justru tawaran datang dari STIE Perbanas Jakarta yang bersedia memberi beasiswa penuh.

Kampus tersebut memiliki keterkaitan dengan Persija Jakarta. Demi masa depan akademik, Yudi dihadapkan pada keputusan sulit.

Pada musim 1989/1990, Yudi akhirnya bergabung dengan Persija. Keputusan itu bukan didorong oleh uang atau ambisi karier, melainkan murni demi pendidikan.

Menariknya, Yudi tidak menerima kontrak maupun gaji dari Persija.

Ia hanya bermain sambil menjalani kuliah. Setiap kali menghadapi Persib, terutama di Stadion Siliwangi, perasaannya campur aduk mendengar reaksi Bobotoh.

Meski demikian, profesionalisme tetap ia jaga. Yudi tampil konsisten dan membantu Persija finis di papan atas kompetisi.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Yudi kembali ke Bandung. Kepulangannya menandai fase terbaik dalam karier sepak bolanya.

Ia menjadi motor serangan Persib dan berperan besar dalam dua gelar prestisius, juara Perserikatan 1993/1994 dan juara Liga Indonesia 1994/1995.

Nama Yudi pun semakin diperhitungkan, bahkan di mata pelatih kelas dunia.

Rinus Michels memberikan pujian setelah Persib menang besar atas Persiraja Banda Aceh.

Sementara Fabio Capello, meski AC Milan menghajar Persib 0-8 pada laga uji coba 1993, tetap menyoroti Yudi sebagai salah satu pemain paling merepotkan berkat pergerakannya yang agresif.

Memasuki 1996, masalah lutut mulai mengganggu. Yudi tak lagi bisa bermain penuh selama 90 menit. 

Rasa nyeri datang tanpa benturan keras, akibat akumulasi latihan berat sejak usia belasan tahun yang mengikis bantalan lututnya.

Pada 1999, di usia 28 tahun, Yudi Guntara memutuskan pensiun dari sepak bola profesional.

Selepas gantung sepatu, Yudi menjalani kehidupan baru di dunia perbankan, berbekal gelar sarjana ekonomi yang dulu ia perjuangkan mati-matian.

Meski tak lagi merumput secara profesional, hubungannya dengan dunia sepak bola tak pernah benar-benar putus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia masih menjalin silaturahmi dengan para legenda Persib dan sesekali bermain sepak bola dalam laga persahabatan.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pevoli Muda Hyundai Hillstate Ungkap Hal Mengejutkan Usai Latihan Bareng Megawati Hangestri

Pevoli Muda Hyundai Hillstate Ungkap Hal Mengejutkan Usai Latihan Bareng Megawati Hangestri

Pevoli muda Hyundai Hillstate, Lee Chae-yeong, mengaku terkesan setelah berlatih langsung bersama Megawati Hangestri dan merasakan sendiri dahsyatnya serangan.
10 Ucapan Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216 Tahun 2026, Cocok untuk Caption Media Sosial

10 Ucapan Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216 Tahun 2026, Cocok untuk Caption Media Sosial

Berikut 10 ucapan selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216 tahun 2026, cocok untuk dijadikan caption media sosial.
Sebanyak 10 Korban Kapal Virgo Kembali Ditemukan, 52 Meninggal dan 83 Masih Hilang

Sebanyak 10 Korban Kapal Virgo Kembali Ditemukan, 52 Meninggal dan 83 Masih Hilang

Kepala Basarnas, M Syafii memastikan seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Media Korea Soroti Perubahan Fisik Megawati Hangestri, Pevoli Indonesia Itu Disebut...

Media Korea Soroti Perubahan Fisik Megawati Hangestri, Pevoli Indonesia Itu Disebut...

Bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kembali menyita perhatian publik voli Korea Selatan. Menjelang bergulirnya V-League 2026/2027 bersama
‘Bapak Bayar Berapa?’ Ini Jawaban Warga Binaan Penghuni Klaster Mewah Lapas Cibinong Saat Ditanya Ombudsman

‘Bapak Bayar Berapa?’ Ini Jawaban Warga Binaan Penghuni Klaster Mewah Lapas Cibinong Saat Ditanya Ombudsman

Beredar video hasil pengawasan yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjalin kemitraan strategis bersama Danantara Indonesia guna memperkokoh ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional. 

Trending

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Kekuatan Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Bangladesh, Thomas Dooley. Ia menilai skuad Garuda kini menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan.
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam rangka pelayanan dan pengamanan dua pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di GBK.
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.
Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Berikut 9 narapidana (napi) perkara besar yang disebut menghuni Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, yang disidak Ombudsman RI, salah satunya Ferdy Sambo.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 26 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 26 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Sabtu, 26 September 2026, membawa energi yang sangat dinamis untuk urusan hati. Beberapa zodiak diprediksi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT