GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Sujana? Eks Striker Persib Bandung yang Dijuluki 'Sujagol' dan Punya Segudang Cerita Ikonik

Mengenang Sujana, eks striker Persib Bandung berjuluk Sujagol yang punya kisah gol ikonik, tekanan Bobotoh. Simak kisah-kisah ikoniknya.
Kamis, 18 Desember 2025 - 11:56 WIB
Sujana, eks pemain Persib
Sumber :
  • Instagram @sj_gol12

tvOnenews.com - Bagi Bobotoh era akhir 1990-an hingga awal 2000-an, nama Sujana tentu bukan sosok asing.

Striker lokal Persib Bandung ini pernah menjadi simbol semangat Maung Bandung di masa ketika skuad masih didominasi pemain binaan sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan gaya bermain eksplosif, selebrasi unik, dan gol-gol hebat, Sujana mendapat julukan khas yakni Sujagol.

Sujana, eks striker Persib Bandung
Sujana, eks striker Persib Bandung
Sumber :
  • Instagram @sj_gol12

Julukan ini diberikan oleh para pendukung Persib, yang dikenal sebagai Bobotoh Viking, karena Sujana sering mencetak gol (bahasa Sunda/Indonesia: "ngagolkeun") di Stadion Siliwangi dalam pertandingan-pertandingan penting.

Jadi, "Sujagol" berasal dari gabungan nama "Sujana" dan kata "gol". 

Sujana bukan pemain instan. Ia tumbuh dari sistem pembinaan Persib, melewati berbagai jenjang usia mulai dari junior hingga U-21.

Namun, kerasnya persaingan membuatnya memilih mencari jam terbang di luar Bandung.

PSGC Ciamis dan PSDS Deli Serdang menjadi pelabuhan sementara sebelum akhirnya ia resmi memperkuat Persib pada 1998.

Menurut pengakuannya, keputusan itu diambil demi menambah pengalaman.

Saat itu, menembus tim utama Persib bukan perkara mudah, terlebih dengan ekspektasi Bobotoh yang selalu tinggi terhadap klub kebanggaannya.

Kesempatan tampil reguler sempat datang pada musim 1999–2000 ketika Persib ditangani almarhum Suryamin, pelatih yang berani memberi ruang bagi pemain muda. 
Namun, performa tim yang belum stabil membuat tongkat kepelatihan berpindah ke tangan Indra Thohir.

Di bawah Indra Thohir, Sujana harus kembali bersabar.

Sang pelatih lebih mengandalkan pemain senior, sehingga menit bermainnya tak selalu konsisten.

Meski begitu, Sujana tetap dikenang sebagai striker yang tak pernah kehilangan motivasi, bahkan di tengah tekanan besar dari suporter.

Ia mengaku, kritik dan cacian Bobotoh adalah bagian dari risiko menjadi pemain Persib.

Ada kisah pahit yang masih diingatnya, sebuah celetukan pedas di pasar yang dilontarkan seseorang saat Persib kalah, tepat di depan anaknya.

Bagi Sujana, momen itu menyakitkan, tapi juga menjadi pengingat betapa besar kecintaan warga Bandung terhadap Persib.

Nama Sujana semakin melekat di hati Bobotoh pada awal Liga Indonesia VII 2001.

Ia tercatat sebagai pencetak gol pertama Persib pada musim tersebut, saat menghadapi PSP Padang di Stadion Siliwangi, 14 Januari 2001.

Gol menit ke-14 itu menjadi awal kemenangan Persib dan membuka perjalanan kompetisi dengan penuh optimisme.

Pada musim 2001, Sujana mengoleksi enam gol. Catatan itu meningkat pada musim berikutnya.

Liga Indonesia VIII 2002 menjadi puncak kariernya bersama Persib, ketika ia tampil sebagai top skor tim dengan delapan gol.

Salah satu momen paling ikonik tentu gol salto ke gawang Persija Jakarta. Meski laga berakhir imbang, gol tersebut abadi dalam ingatan Bobotoh.

Selebrasi Sujana kala itu pun tak kalah unik—ia memamerkan kaos bertuliskan “Jatira”, nama gang kecil di Bandung yang menyimpan kenangan pribadi baginya.

Layaknya banyak penyerang lain, Sujana punya cara tersendiri untuk membangun kepercayaan diri.

Ia kerap menyempatkan diri merokok di toilet stadion sebelum laga, lalu menempelkan bola ke sepatunya sebelum masuk lapangan.

Baginya, semua itu sekadar sugesti agar lebih fokus mencetak gol.

Sorak sorai Bobotoh yang meneriakkan namanya juga kerap membuatnya merinding, sebuah perasaan yang, menurutnya, sulit tergantikan.

Tak hanya di level klub, Sujana juga sempat merasakan panggilan timnas Indonesia.

Gaya bermain cepat dan agresif membuatnya dilirik pelatih Dananjaya kala itu.

Setelah meninggalkan Persib pada 2003, Sujana melanjutkan karier dengan membela PKT Bontang, Persikabo Bogor, Persikad Depok, hingga Persma Manado, sebelum gantung sepatu pada 2012.

Kini, Sujana menjalani kehidupan baru sebagai karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. 

Meski demikian, sepak bola tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya. Ia aktif di jalur kepelatihan, mulai dari Sekolah Sepak Bola hingga tim junior, termasuk mendampingi Tim PON Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sujana adalah bagian dari generasi penerus penyerang legendaris Persib seperti Cecep Supriatna, Dadang Hidayat, Yaris Riyadi, hingga Suwita Patha.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dubai Championships 2026: Debut Manis Bawa Janice Tjen Kalahkan Wakil Ukraina di Babak Pertama

Dubai Championships 2026: Debut Manis Bawa Janice Tjen Kalahkan Wakil Ukraina di Babak Pertama

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen, memulai langkahnya di Dubai Championship 2026 dengan cara yang meyakinkan usai mengalahkan wakil Ukraina Dayana Yastremska
Kasus Bunuh Diri Anak Disorot, DPR RI Minta Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Mental di Sekolah dan Keluarga

Kasus Bunuh Diri Anak Disorot, DPR RI Minta Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Mental di Sekolah dan Keluarga

Menangapi kasus bunuh diri pada anak, anggota Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah memperkuat sistem deteksi dini kesehatan mental anak di sekolah dan keluarga
John Herdman Terima Kabar Bahagia, Rising Star Arsenal Keturunan Jakarta Ini Eligible Dinaturalisasi Timnas Indonesia

John Herdman Terima Kabar Bahagia, Rising Star Arsenal Keturunan Jakarta Ini Eligible Dinaturalisasi Timnas Indonesia

Rising star Arsenal U21 berdarah Indonesia, Demiane Agustien, buka peluang dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
Jangankan Marc Marquez, Toprak Razgatlioglu Bahkan Merasa Tak Lebih Baik dari Pembalap Cadangan Ducati Jelang MotoGP 2026

Jangankan Marc Marquez, Toprak Razgatlioglu Bahkan Merasa Tak Lebih Baik dari Pembalap Cadangan Ducati Jelang MotoGP 2026

Pembalap debutan Yamaha, Toprak Razgatlioglu masih belum menemukan ritme membalap terbaiknya jelang mentas di MotoGP 2026.
Ressa Masih Dingin Meski Denada Ingin Bertemu, Kuasa Hukum Heran: Kan Aneh!

Ressa Masih Dingin Meski Denada Ingin Bertemu, Kuasa Hukum Heran: Kan Aneh!

Kuasa hukum Denada ungkap keheranannya terhadap sikap dingin Ressa meski sang ibu sudah berulang kali mencoba menghubungi untuk bertemu dan berdamai.
PDIP Sebut Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza Harus Melalui PBB

PDIP Sebut Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza Harus Melalui PBB

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, pengiriman 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza harus melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
background

Pekan ke-21

Waktu yang ditampilkan adalah WIB
Minggu, 15 Februari 2026
logo Arema FC
AFC
15:30
SPG
logo Semen Padang
logo Bali United
BUF
0 - 0
PSJ
logo Persija
Senin, 16 Februari 2026
logo Persita
TGR
15:30
BIK
logo PSBS Biak Numfor
logo Pusamania Borneo
BOR
19:00
PSB
logo Persib Bandung

Trending

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
John Herdman Blak-blakan Ungkap Sebercak Kutukan saat Menjabat Pelatih Timnas Indonesia, Apa Itu?

John Herdman Blak-blakan Ungkap Sebercak Kutukan saat Menjabat Pelatih Timnas Indonesia, Apa Itu?

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara blak-blakan mengakui bahwa menjadi juru taktik skuad Garuda ibarat pisau bermata dua.
Hasil Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Cs Tikung Popsivo, Jakarta Pertamina Enduro Resmi Lolos ke Final Four

Hasil Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Cs Tikung Popsivo, Jakarta Pertamina Enduro Resmi Lolos ke Final Four

Hasil Proliga 2026 putri, di mana Jakarta Pertamina Enduro berhasil lolos ke babak final four usai Megawati Hangestri dan kawan-kawan mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan.
Luciano Spalletti dan Bos Juventus Ngamuk kepada Wasit usai Inter Milan Diuntungkan Lewat Kartu Merah Pierre Kalulu

Luciano Spalletti dan Bos Juventus Ngamuk kepada Wasit usai Inter Milan Diuntungkan Lewat Kartu Merah Pierre Kalulu

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, direktur Giorgio Chiellini, dan CEO Damien Comolli meluapkan amarah kepada wasit Federico La Penna yang mengartu merah Pierre Kalulu.
Penunjuk Wasit Liga Italia Diminta Mundur usai Kontroversi di Laga Inter Milan Kontra Juventus, La Penna Dituntut Sanksi Berat

Penunjuk Wasit Liga Italia Diminta Mundur usai Kontroversi di Laga Inter Milan Kontra Juventus, La Penna Dituntut Sanksi Berat

Penunjuk wasit Liga Italia diminta mundur seiring dengan kontroversi di laga Inter Milan melawan Juventus. Hal itu disampaikan Giorgio Chiellini dan jurnalis Alfredo Pedulla.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT