Lama Menghilang, Hanno Behrens Cerita ke Media Jerman Soal Alasan Tinggalkan Persija Jakarta: Sangat Berat
- Persija.id
Pemain berusia 35 tahun tersebut menambahkan kalau suasana di Jakarta sudah tercampur dengan polusi udara yang menurutnya cukup mengganggu.
“Itu benar-benar tidak mungkin di kota, ada aspal, itu membakar, ada banyak asap knalpot, jadi itu sangat intens,“ ungkapnya.
“Kami selalu berlatih sangat pagi. Saya bahkan tidak tahu apakah jam 7 pagi itu awal, bahkan sebelum matahari terbit, atau jam 8 pagi,” ujar Hanno.
Hanno Behrens lalu mengungkapkan jadwal kickoff kompetisi Liga 1 saat itu yang kurang bersahabat bagi para pemain asal Eropa seperti dirinya.
“Saya rasa pertandingan paling awal adalah jam 3 sore, begitulah. Itu memang selalu lebih melelahkan, tetapi bahkan pada jam 6 sore, 8 malam, terkadang bahkan jam 9 malam, pertandingan baru dimulai lebih larut,“ tegasnya.
“Meskipun begitu, cuacanya tidak sejuk, atau masih sangat panas. Udara di sana lembab, dan itu terlalu berat bagi saya,” tutup Hanno Behrens.
Setelah pergi dari Persija Jakarta, Hanno Behrens sempat bermain untuk klub kasta keempat Liga Jerman VFB Luebeck selama semusim.
Lepas itu, playmaker kelahiran Elmshorn tersebut memutuskan gantung sepatu. Dia pun langsung mengambil lisensi kepelatihan usai pensiun.
“Bangga lulus lisensi UEFA B dan kursus pelatihan atletik sepak bola,“ tulis Instagram Hanno Behrens pada 3 Juni lalu.
(han)
Load more