News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa Kabar Mbeng Jean Mambalaou? Kiper Asing Pertama Persija Jakarta yang Tak Pernah Dilupakan

Mbeng Jean Mambalaou, kiper asing pertama Persija Jakarta, meninggalkan jejak besar dari penyelamatan krusial hingga gelar juara.
Rabu, 31 Desember 2025 - 17:34 WIB
Kiper asing Persija Jakarta, Mbeng Jean Mambalaou
Sumber :
  • Instagram jacatranet

tvOnenews.com - Bagi The Jakmania yang besar di penghujung 1990-an hingga awal 2000-an, nama Mbeng Jean Mambalaou bukan sekadar catatan sejarah.

Ia adalah potongan memori yang melekat kuat, sosok di bawah mistar yang membuat Persija Jakarta terasa sulit ditaklukkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kiper asal Kamerun itu tak hanya bertugas menghentikan bola.

Di stadion-stadion lama seperti Lebak Bulus dan Menteng, suaranya yang lantang kerap memecah udara, mengatur lini belakang dengan wibawa. 

Teriakan itu menjadi ciri khas, seolah alarm bagi lawan bahwa gawang Persija dijaga dengan serius.

Kehadiran Mbeng Jean di Persija lebih dari sekadar nostalgia.

Ia datang ketika usianya masih sangat muda, namun mampu menghadirkan pengaruh layaknya pemain senior.

Ketajaman insting, kemampuan membaca arah bola, serta ketenangannya dalam situasi genting menjadikannya figur yang dihormati, baik oleh suporter maupun rekan setim.

Tak mengherankan jika namanya hampir selalu muncul dalam daftar kiper asing terbaik yang pernah merumput di Liga Indonesia.

Mbeng Jean mulai mengenakan seragam Persija pada 1996, saat usianya baru menginjak 19 tahun. Usia yang belia tak membuatnya canggung.

Justru sebaliknya, ia tampil matang dan konsisten sejak awal.

Dari 26 pertandingan yang dijalaninya bersama Macan Kemayoran, Persija hanya kemasukan 18 gol. 

Catatan tersebut menjadikannya salah satu penjaga gawang paling efektif di masanya.

Pada periode itu, Persija bersama Persib dikenal sebagai tim dengan pertahanan paling solid di kompetisi.

Kestabilan lini belakang Persija kala itu tak lepas dari peran Mbeng Jean yang nyaris selalu tampil tenang di situasi krusial.

Nama Mbeng Jean Mambalaou semakin terukir dalam sejarah Persija pada musim 2000–2001.

Ia menjadi bagian penting dari perjalanan Macan Kemayoran meraih gelar juara Divisi Utama, trofi yang telah lama dinantikan warga Jakarta selama lebih dari dua dekade.

Pada fase reguler musim tersebut, Mbeng kembali menunjukkan kualitasnya. Dari 24 pertandingan, gawang Persija hanya kebobolan 18 kali. 

Statistik itu memperkuat statusnya sebagai salah satu kiper asing tersukses yang pernah dimiliki Persija Jakarta.

Perjalanan Mbeng Jean di Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Pada musim 1997/1998, kompetisi terpaksa dihentikan akibat krisis moneter.

Saat kariernya baru mulai menanjak, ia harus meninggalkan Indonesia dan kembali ke Prancis.

Namun kisahnya bersama Persija belum selesai. Takdir membawanya kembali ke Jakarta pada Liga Indonesia VII tahun 2001.

Kesempatan kedua itu tidak disia-siakan, Mbeng tampil semakin matang dan menjadi bagian dari era keemasan klub ibu kota.

Selain refleks dan kemampuan menepis penalti, Mbeng Jean dikenal sebagai penjaga gawang dengan karakter kepemimpinan kuat.

Posturnya yang mencapai 185 cm memberi kesan dominan di bawah mistar, sementara suaranya menjadi kompas bagi barisan pertahanan.

Sopian Hadi, rekan sekaligus deputinya pada musim 2001, pernah mengenang Mbeng sebagai sosok panutan.

Bukan hanya rival di posisi kiper, tetapi mentor yang membentuk mental dan profesionalisme pemain lain.

Menurutnya, Mbeng adalah contoh disiplin dan etos kerja yang layak ditiru.

Usai masa emasnya bersama Persija, Mbeng sempat mencoba peruntungan bersama Persebaya Surabaya pada 2005.

Ia tampil dalam ajang Piala Emas Bang Yos dan menunjukkan performa menjanjikan: tiga kali bermain, hanya kebobolan dua gol, serta tak pernah menelan kekalahan.

Sayangnya, kesempatan itu tak berlanjut menjadi kontrak resmi setelah Persebaya memilih meminjam kiper muda asal China, Zeng Cheng.

Meski singkat, penampilan Mbeng tetap meninggalkan kesan positif.

Sebagai kiper asing pertama Persija Jakarta sejak era 1995/1996 hingga 2004, Mbeng Jean Mambalaou memiliki tempat khusus dalam sejarah klub.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pernah membantu Persija bertahan di musim sulit, lalu kembali untuk mengantar klub meraih kejayaan.

(udn/tsy)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Diajak Tinjau Aceh Tamiang, Anggota Komisi IV DPR Semprot Menteri KP: Tolong Hargai Kami Dikit!

Tak Diajak Tinjau Aceh Tamiang, Anggota Komisi IV DPR Semprot Menteri KP: Tolong Hargai Kami Dikit!

Anggota Komisi IV DPR RI, Teuku Abdul Khalid meluapkan kemarahan pada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dalam raker Komisi IV DPR RI.
Kawasan Malioboro Tersedia Air Siap Minum Bagi Wisatawan, Diproses dengan Penyaringan Berlapis dan Teknologi UV

Kawasan Malioboro Tersedia Air Siap Minum Bagi Wisatawan, Diproses dengan Penyaringan Berlapis dan Teknologi UV

Kawasan Malioboro kini tersedia fasilitas air siap minum bagi para wisatawan. Air siap minum tersebut tersedia secara gratis di lima titik sepanjang Malioboro.
Sukses Atasi Perlawanan Wakil Singpaura, Jonatan Christie Merasa Dicurangi Lawan Pada Ronde Pertama India Open 2026

Sukses Atasi Perlawanan Wakil Singpaura, Jonatan Christie Merasa Dicurangi Lawan Pada Ronde Pertama India Open 2026

Pada ronde pertama India Open 2026, tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie merasakan sesuatu yang janggal saat berjumpa wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh.
Apresiasi Masyarakat untuk Polri, Jembatan Presisi Dinilai Sangat Bantu Akses Sekolah dan Pertanian Desa

Apresiasi Masyarakat untuk Polri, Jembatan Presisi Dinilai Sangat Bantu Akses Sekolah dan Pertanian Desa

Kehadiran Polri dalam pembangunan infrastruktur desa mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Terungkap Kondisi Medan Ditemukannya Jasad Syafiq Ali yang Sempat Hilang di Gunung Slamet

Terungkap Kondisi Medan Ditemukannya Jasad Syafiq Ali yang Sempat Hilang di Gunung Slamet

Begini kondisi medan tempat ditemukannya jasad pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ali (18) yang sempat hilang selama 17 hari. Butuh 15 jam untuk proses evakuasi.
Penolakan Pilkada Lewat DPRD Menguat, BEM Nusantara DIY Soroti Risiko Money Politic Lebih Besar

Penolakan Pilkada Lewat DPRD Menguat, BEM Nusantara DIY Soroti Risiko Money Politic Lebih Besar

Penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui legislatif semakin menguat. Gelombang penolakan ditandai lewat aksi demo yang dilakukan oleh BEM Nusantara DIY di Kantor DPRD DIY pada Rabu (14/1/2026).
background

Pekan ke-18

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kabar Terbaru Pramugari Gadungan Khairun Nisa, Usai Viral Nyamar Jadi Kru Batik Air, Kini Ditawari Sekolah Pramugari Gratis

Kabar Terbaru Pramugari Gadungan Khairun Nisa, Usai Viral Nyamar Jadi Kru Batik Air, Kini Ditawari Sekolah Pramugari Gratis

Kisah pilu pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisa nekat nyamar jadi kru kabin karena malu ditipu di hadapan orang tuanya. Kini ditawari pendidikan gratis.
Kronologi Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet, Hilang 19 Hari hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Kronologi Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet, Hilang 19 Hari hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Syafiq dilaporkan hilang sejak Minggu (28/12/2025). Pada hari itu, ia seharusnya sudah turun dari pendakian Gunung Slamet.
Di Hadapan Publik Argentina, Gaston Avila Tegaskan Arah Kariernya, Sinyal ke Persib Bandung Mulai Terbaca

Di Hadapan Publik Argentina, Gaston Avila Tegaskan Arah Kariernya, Sinyal ke Persib Bandung Mulai Terbaca

Nama Gaston Avila mendadak jadi sorotan Bobotoh Persib seiring rumor hengkangnya Federico Barba. Kepada publik Argentina, Avila tegas bilang ini soal kariernya.
Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia, Izin ke Keluarga Pergi ke Gunung Sumbing Bukan Gunung Slamet

Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia, Izin ke Keluarga Pergi ke Gunung Sumbing Bukan Gunung Slamet

Syafiq Ali pendaki Gunung Slamet ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026). Pencarian Syafiq pada akhirnya membuahkan hasil. 
Selangkah Lagi Jadi Pramugari Sungguhan, Aeronef Indonesia Beri Khairun Nisa Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis: Kami Ingin Bantu Wujudkan Mimpinya

Selangkah Lagi Jadi Pramugari Sungguhan, Aeronef Indonesia Beri Khairun Nisa Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis: Kami Ingin Bantu Wujudkan Mimpinya

Selangkah lagi Khairun Nisa (23) bisa menjadi pramugari sungguhan.  Aeronef Indonesia memberi Nisa pendidikan pramugari 100 persen gratis kepadanya. 
Top 3 Bola 14 Januari 2026: Bung Binder Soroti Persib Bandung, John Herdman Terpikat Rizky Ridho, hingga MU Rugi Besar

Top 3 Bola 14 Januari 2026: Bung Binder Soroti Persib Bandung, John Herdman Terpikat Rizky Ridho, hingga MU Rugi Besar

Top 3 Bola Rabu, 14 Januari 2026 seputar rekor kandang sempurna Persib Bandung, sorotan John Herdman pada Rizky Ridho, serta kerugian besar Manchester United.
Berapa Gaji Gaston Avila? Mantan Bek Ajax Amsterdam yang Diisukan Bakal Gantikan Peran Federico Barba di Persib Bandung

Berapa Gaji Gaston Avila? Mantan Bek Ajax Amsterdam yang Diisukan Bakal Gantikan Peran Federico Barba di Persib Bandung

Segini gaji Gaston Avila, bek Ajax Amsterdam asal Argentina yang kabarnya masuk radar Persib Bandung sebagai suksesor Federico Barba di jantung pertahanan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT