GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenapa Persija Jakarta dan Persib Bandung Tidak Pernah 'Akur' dan Masih Jadi Musuh Bebuyutan?

Lantas, mengapa kedua tim tersebut tidak pernah bisa "akur" dan selalu menjadi musuh bebuyutan?
Kamis, 1 Januari 2026 - 23:11 WIB
Persija Jakarta vs Persib Bandung
Sumber :
  • PT LIB

tvOnenews.com - Dalam kalender sepak bola Indonesia, tidak ada pertandingan yang sanggup menghentikan napas jutaan pasang mata selain pertemuan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung. 

Dijuluki sebagai "El Clasico Indonesia", bentrokan dua klub raksasa ini bukan sekadar berebut 3 poin di lapangan hijau, melainkan pertaruhan harga diri, gengsi daerah, hingga identitas sosial yang mendalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, mengapa kedua tim tersebut tidak pernah bisa "akur" dan selalu menjadi musuh bebuyutan?

1. Jakarta vs Bandung

Persija Jakarta Vs Persib Bandung
Persija Jakarta Vs Persib Bandung
Sumber :
  • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

Secara geografis dan sosiologis, Jakarta dan Bandung adalah dua salah dua kota besar yang berada di Pulau Jawa.

Jakarta sebagai ibu kota negara dan Bandung sebagai ibu kota provinsi Jawa Barat memiliki kedekatan jarak, tapi keduanya memiliki perbedaan karakter yang kuat.

Persaingan tersebut bahkan merembet sampai ke lapangan hijau. Persija merepresentasikan kebanggaan kaum urban Jakarta, sedangkan Persib bak 'nafas' kehidupan bagi masyarakat Jawa Barat.

2. Rivalitas sejak era Perserikatan

Persija Jakarta dan Persib Bandung
Persija Jakarta dan Persib Bandung
Sumber :
  • Persija.id & Persib.co.id

Rivalitas ini sebenarnya sudah mulai berkecambah sejak era Perserikatan yang terjadi tahun 1930-an.

Perserikatan sendiri adalah sebutan untuk liga sepak bola Indonesia yang pertama kali digelar pada tahun 1931.

Kejuaraan sepak bola antar asosiasi tersebut melibatkan semua asosiasi sepak bola tingkat regional di Indonesia, seperti PSM Yogyakarta (PSIM Yogyakarta) bersama dengan VIJ Jakarta (sekarang Persija Jakarta), hinga BIVB Bandung (Persib Bandung).

Persija (didirikan 1928) dan Persib (didirikan 1933) adalah dua klub pendiri PSSI yang memiliki sejarah panjang.

Persaingan untuk menjadi yang terbaik di Tanah Air pun telah dimulai sejak puluhan tahun lalu. Alhasil, setiap laga pertemuan keduanya bak selalu menjadi momentum untuk menentukan siapa yang paling layak menyandang gelar "raja sepak bola Indonesia".

3. Benturan militansi antar suporter

Ilustrasi The Jakmania dan Bobotoh Persib
Ilustrasi The Jakmania dan Bobotoh Persib
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Puncak dari panasnya rivalitas ini justru terjadi di luar lapangan, tepatnya di tribun penonton. Militansi luar biasa dari masing-masing klub suporter, yakni The Jakmania (Persija) dan Bobotoh (Persib), membuat atmosfer pertandingan selalu terasa "meledak".

Sayangnya, fanatisme yang begitu tinggi ini sering kali melewati batas olahraga, sehingga menciptakan ketegangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Contohnya, terjadi bentrok antar suporter akibat gengsi dan fanatisme terhadap kedua kubu suporter yang bahkan sampai bisa menghilangkan nyawa dari rekan-rekan mereka masing-masing.

Alhasil, setiap laga El Clasico Indonesia selalu dikawal dengan pengamanan super ketat, karena sejarah panjang gesekan antar suporter yang belum sepenuhnya padam.

4. Perang bintang dan gengsi manajemen

Marc Klok saat berseragam Persija Jakarta dan Persib Bandung
Marc Klok saat berseragam Persija Jakarta dan Persib Bandung
Sumber :
  • persija.id | Instagram/marcklok

Selain soal suporter, rivalitas ini juga diperuncing oleh ambisi manajemen kedua klub. Persija dan Persib hampir selalu menjadi klub dengan nilai pasar tertinggi di Liga 1.

Mereka berlomba-lomba mendatangkan pemain bintang (marquee player) hingga pelatih kelas dunia, sehingga kian meningkatkan rivalitas panas antar klub.

Gengsi untuk tidak kalah dari rival abadi pun membuat setiap bursa transfer pemain menjadi "perang dingin" tersendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak era Perserikatan hingga kini Super League, El Clasico Indonesia tetap menjadi komoditas terbesar di industri olahraga nasional.

Meski penuh tensi dan drama, rivalitas mereka sebenarnya menjadi bumbu yang membuat sepak bola Indonesia tetap hidup dan berwarna. (ism)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Putuskan Kuota Perempuan Wajib 30 Persen, Pimpinan DPR: Kita Masukkan ke Revisi UU Pemilu

MK Putuskan Kuota Perempuan Wajib 30 Persen, Pimpinan DPR: Kita Masukkan ke Revisi UU Pemilu

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad buka suara terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas 30 persen keterwakilan perempuan dalam Pemilu.
Jose Mourinho Datang, Real Madrid Bakal Gembosi Inter Milan dengan Bajak Pilar Utama Nerazzurri Musim Panas Nanti

Jose Mourinho Datang, Real Madrid Bakal Gembosi Inter Milan dengan Bajak Pilar Utama Nerazzurri Musim Panas Nanti

Alessandro Bastoni menjadi pusat perhatian bursa transfer Eropa musim panas ini. Bek Inter Milan tersebut dikabarkan masuk dalam daftar prioritas Real Madrid.
Netizen Salfok Foto Bareng Sherly Tjoanda dan Menko AHY

Netizen Salfok Foto Bareng Sherly Tjoanda dan Menko AHY

Unggahan terbaru Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di jagat media sosial mendadak riuh dipadati oleh komentar para netizen. Bukan hanya karena substansi ...
Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Diaspora dan Mahasiswa Indonesia di Paris

Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Diaspora dan Mahasiswa Indonesia di Paris

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Paris, Prancis, pada Selasa (26/5) waktu setempat disambut dengan antusiasme tinggi oleh ratusan diaspora Indonesia. 
Bidik Investasi PLTS Raksasa dari Hongaria, KEK Industropolis Batang Siap Jadi Pusat Industri Hijau Asia Tenggara

Bidik Investasi PLTS Raksasa dari Hongaria, KEK Industropolis Batang Siap Jadi Pusat Industri Hijau Asia Tenggara

KEK Industropolis Batang membidik peluang investasi di berbagai sektor di Budapest, mulai dari infrastruktur, farmasi, hingga ekosistem kendaraan listrik.
Jose Mourinho Siap Gagalkan Rencana Inter Milan, Nico Paz Terancam Batal Merapat ke Giuseppe Meazza

Jose Mourinho Siap Gagalkan Rencana Inter Milan, Nico Paz Terancam Batal Merapat ke Giuseppe Meazza

Jose Mourinho memang belum resmi diumumkan sebagai pelatih Real Madrid. Namun, aroma perubahan besar di Santiago Bernabeu mulai terasa jelang bursa transfer.

Trending

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal lengkap AVC Womens's Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia siap unjuk gigi meski tak diperkuat oleh Megawati Hangestri.
Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Lee So-young bisa saja kembali reuni dengan Megawati Hangestri, karena outside hitter berusia 31 tahun itu kini resmi menjadi pemain bebas di Liga Voli Korea.
Viral, Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Sultan HB X Lontarkan Komentar Menohok

Viral, Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Sultan HB X Lontarkan Komentar Menohok

Viral di medsos soal narasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon Bantul oleh sekelompok orang. Sontak, hal itu membuat Sultan HB X berkomentar
Jordan Wilson Cadangan, Pelatih Hyundai Hillstate Ungkap Ingin Pasangkan Megawati Hangestri dengan Pevoli Asing Lain

Jordan Wilson Cadangan, Pelatih Hyundai Hillstate Ungkap Ingin Pasangkan Megawati Hangestri dengan Pevoli Asing Lain

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengatakan bahwa Jordan Wilson sebenarnya bukan target utama untuk dipasangkan dengan Megawati Hangestri selain Vanja Bukilic.
Hotman Paris Kritik Keras Pernyataan Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak: Mikir, Apa Cocok Jadi Menteri HAM?

Hotman Paris Kritik Keras Pernyataan Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak: Mikir, Apa Cocok Jadi Menteri HAM?

Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai terkait begal tidak boleh ditembak mati di tempat. Ternyata mencuri perhatian dan menuai kritik dari Hotman Paris di media
Baru Juga Gabung, Media Korea Sudah Samakan 'Level' Megawati Hangestri dengan Ratu Voli Korea: Kim Yeon-koung Indonesia

Baru Juga Gabung, Media Korea Sudah Samakan 'Level' Megawati Hangestri dengan Ratu Voli Korea: Kim Yeon-koung Indonesia

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea terus menjadi topik hangat di kalangan pecinta V-League. Megatron disamakan levelnya dengan Kim Yeon-koung.
Viral! Pria WNA Diduga Tewas Usai Dipukul Botol oleh Selebgram di Blok M, Ini Kata Polisi

Viral! Pria WNA Diduga Tewas Usai Dipukul Botol oleh Selebgram di Blok M, Ini Kata Polisi

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pria yang merupakan WNA diduga tewas usai dipukul botol oleh seorang selebgram di kawasan Blok M.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT