Nostalgia Momen Tak Terlupakan Eks Wonderkid Persib Bandung Saat Bersama Michael Essien: Dia Berbeda
- Antara
tvOnenews.com - Nama Billy Keraf sempat menjadi simbol harapan bagi Persib Bandung.
Winger asal Maumere tersebut mencuri perhatian publik pada musim 2017 berkat penampilannya yang eksplosif dan penuh keberanian.
Di usia muda, Billy langsung menyedot sorotan dan dijuluki sebagai wonderkid baru Maung Bandung.
Di antara berbagai pengalaman berharga dalam kariernya, ada satu momen yang hingga kini masih membekas kuat dalam ingatan Billy, yakni kesempatan bermain satu tim dengan legenda sepak bola dunia, Michael Essien.
- VIVA.co.id/Muhammad Ali Wafa
Bagi Billy, berbagi lapangan dengan mantan pemain Chelsea dan Real Madrid terasa seperti sebuah mimpi yang menjadi nyata.
Saat kabar kedatangan Essien ke Persib ramai diberitakan secara nasional, Billy sama sekali tidak menyangka dirinya akan menjadi bagian dari skuad yang sama.
Apalagi, panggilan untuk mengikuti trial bersama Persib datang hanya berselang sekitar sepekan setelah berita besar tersebut beredar.
Situasi itu membuatnya diliputi perasaan campur aduk antara tak percaya, gugup, dan antusias.
Dalam pandangan Billy, Michael Essien bukan hanya sosok pemain besar dengan reputasi internasional, tetapi juga pribadi yang menyenangkan di dalam tim.
Ia menilai Essien memiliki karakter ceria, mudah bergaul, dan mampu mencairkan suasana di ruang ganti.
Kehadiran Essien membuat suasana tim terasa lebih hidup, tanpa jarak antara pemain bintang dan pemain muda.
Dari sisi teknis, Billy merasakan betul perbedaan kualitas pemain yang telah lama berkiprah di level Eropa.
Cara membaca permainan, ketepatan waktu mengoper bola, hingga pengambilan keputusan Essien dinilai berada di level yang berbeda.
Tanpa perlu banyak instruksi, Essien sudah memahami pergerakan rekan setim dan menyalurkan bola dengan presisi tinggi.
Tak hanya itu, Essien juga dikenal gemar berbagi pengalaman kepada pemain lain.
Billy menyebut banyak pelajaran penting yang ia dapat, terutama terkait mental bertanding, kedewasaan dalam bermain, serta pentingnya memilih momentum yang tepat di lapangan.
Bagi Essien, detail kecil dalam permainan bisa menentukan hasil besar.
Pengalaman trial Billy di Persib pun menjadi momen yang tak terlupakan.
Ia harus langsung berhadapan dengan para pemain senior, termasuk Essien, dalam sesi latihan internal.
Billy bahkan masih mengingat kesan fisik sang legenda yang begitu kuat dan intimidatif, mencerminkan standar atlet kelas dunia.
Kenangan manis itu tak hanya datang dari sisi Billy. Michael Essien sendiri menunjukkan bahwa Persib masih memiliki tempat spesial di hatinya.
Saat Maung Bandung memastikan gelar juara Liga 1 2024/2025, Essien turut memberikan ucapan selamat melalui media sosial.
Respons tersebut disambut antusias oleh Bobotoh, yang masih mengenang kehadirannya sebagai salah satu momen paling bersejarah di sepak bola Indonesia.
Secara statistik, Essien mencatatkan 29 penampilan bersama Persib dengan torehan lima gol dan satu assist.
Meski hanya semusim, kehadirannya memberi dampak besar terhadap citra Liga 1, baik dari sisi kualitas maupun perhatian internasional.
Sementara itu, perjalanan karier Billy Keraf berjalan dengan arah yang berbeda.
Ia sempat menikmati masa keemasan sebagai idola baru Bobotoh, merasakan popularitas luar biasa, hingga mendapat perlakuan istimewa dari masyarakat Bandung.
Namun, seiring pergantian pelatih dari Djadjang Nurdjaman ke Mario Gomez, perannya di tim perlahan berkurang.
Billy kemudian melanjutkan karier ke sejumlah klub seperti Borneo FC, Kalteng Putra, Persita Tangerang, hingga sempat tampil di Liga 2 bersama PSDS Deli Serdang.
Kini, sorotan terhadap karier profesionalnya memang tak sebesar dulu, tetapi kisahnya tetap menjadi bagian dari perjalanan Persib Bandung.
Dari seorang wonderkid penuh harapan hingga menyimpan kenangan bermain bersama legenda dunia, cerita Billy Keraf menjadi nostalgia tersendiri bagi Bobotoh dan pencinta sepak bola Indonesia. (tsy)
Load more