Kilas Balik Laga Perdana Persija vs Persib, Ternyata Begini Awal Mula El Clasico Indonesia
- Persib
tvOnenews.com - Big match Persib Bandung vs Persija Jakarta akan segera hadir pada matchday pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu ini akan digelar pada Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat.
Sementara itu, rivalitas Persija Jakarta dan Persib Bandung bukan sekadar cerita tentang panasnya laga 90 menit di atas lapangan.
Lantas, kapan sebenarnya awal mula rivalitas kedua tim ini?
Jauh sebelum istilah El Clasico Indonesia populer di era Liga 1, perseteruan dua klub ini ternyata telah dimulai sejak masa kolonial Belanda. Yang mana menjadikannya salah satu rivalitas tertua di Asia Tenggara.
Pertemuan Persija dan Persib selalu memantik emosi, sejarah, dan gengsi dua kota besar yang menjadi poros sepak bola nasional, Jakarta dan Bandung.
Berdasarkan arsip RSSSF (Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation), duel Persija dan Persib pertama kali tercatat pada era kolonial.
Saat itu, Persija masih bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), sementara Persib dikenal sebagai Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB).
Kedua klub ini bukan hanya rival, tetapi juga bagian penting dari sejarah lahirnya sepak bola Indonesia.
VIJ dan BIVB tercatat sebagai dua dari tujuh klub pendiri PSSI yang resmi berdiri pada tahun 1930, di bawah gagasan Ir. Soeratin Sosrosoegondo.
Perserikatan (kompetisi nasional pertama Indonesia) menjadi panggung awal panasnya duel ini.
Pada edisi perdana Perserikatan yang digelar di Solo, VIJ sukses menaklukkan BIVB dengan skor 3-1 di laga krusial.
Hasil tersebut tak sekadar menentukan juara, tetapi juga menanam benih rivalitas panjang.
Sejak era 1930-an hingga 1970-an, Persija dan Persib silih berganti mendominasi Perserikatan, memperkuat gengsi dan identitas masing-masing klub.
Sering disalahpahami, rivalitas Persija vs Persib bukan lahir dari konflik suporter.
Ketegangan di tribun baru muncul jauh belakangan, terutama dalam satu dekade terakhir.
Akar rivalitas sejatinya adalah kompetisi prestasi, sejarah panjang, dan simbol supremasi dua kota besar.
Jakarta dan Bandung sejak dulu menjadi barometer perkembangan sepak bola nasional—baik dari segi organisasi, kualitas pemain, hingga basis pendukung.
Memasuki era Liga Indonesia dengan berbagai format—Liga Indonesia, ISL, hingga Liga 1, persaingan Persija dan Persib tetap terjaga.
Data historis mencatat, duel kedua tim telah mencapai lebih dari 170 pertemuan resmi di semua ajang nasional.
Setiap laga nyaris selalu sarat drama, mulai dari gol ikonik, keputusan kontroversial, hingga atmosfer stadion yang membara.
Sejarah panjang itu akan kembali hidup saat Persib Bandung dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta pada Minggu, 11 Januari 2026.
Laga ini kembali menyedot perhatian publik karena bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga kelanjutan rivalitas klasik lintas generasi.
Di tengah persaingan papan atas dan ambisi masing-masing tim untuk menjaga konsistensi, El Clasico Indonesia kali ini diprediksi kembali menyajikan duel ketat, baik dari sisi taktik, mental, maupun atmosfer pertandingan.
Persija vs Persib adalah cerita tentang sepak bola Indonesia itu sendiri.
Dari lapangan tanah era kolonial hingga stadion modern Liga 1, rivalitas ini terus hidup dan berevolusi.
Selama Jakarta dan Bandung masih menjadi denyut utama sepak bola nasional, El Clasico Indonesia akan selalu relevan.
Sementara itu, saat ini kedua tim sedang bersaing ketat di papan klasemen BRI Super League 2025/2026.
Persija menempati peringkat ke-2 dengan raihan 35 poin. Di mana Macan Kemayoran unggul selisih gol atas Persib yang berada di posisi ke-3 yang juga meraih 35 poin.
Hasil pertandingan akhir peka inilah yang akan menentukan posisi kedua tim di klasemen nantinya.
Bahkan tim pemenang juga memiliki peluang naik ke puncak klasemen apabila Borneo FC kalah saat kontra Persita.
(tsy)
Load more