Baru Sekarang Djanur Bicara Tabiat Essien dan Cole saat Berseragam Persib Bandung
- Tangkapan layar
tvOnenews.com — Nama Djadjang Nurdjaman atau yang akrab disapa Djanur tak bisa dilepaskan dari momen bersejarah Persib Bandung pada 2017. Saat itu, Djanur menjadi pelatih kepala ketika dua bintang Eropa, Michael Essien dan Carlton Cole, resmi berseragam Maung Bandung sebagai marquee player.
Kehadiran Essien dan Cole langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Keduanya bahkan mencetak gol pada laga uji coba perdana Persib melawan Persika Karawang, menandai awal era penuh ekspektasi bagi Bobotoh.
Namun perjalanan tersebut tak berlangsung lama. Rentetan hasil buruk membuat posisi Djanur kian tertekan, hingga gelombang desakan bertagar #djanurout menggema dari kalangan suporter.
- Persikabo
Evaluasi internal akhirnya berujung pada keputusan berat, Djanur dilepas dari kursi pelatih.
Keputusan itu diambil usai laga Persib kalah 0-2, melalui evaluasi di ruang ganti Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (4/6/2017) malam WIB, tak lama setelah konferensi pers.
Situasi di sekitar ruang ganti kala itu dilaporkan berlangsung tegang dan emosional. Michael Essien disebut tak kuasa menahan kesedihan ketika mengetahui Djanur memilih mundur.
Bahkan, mantan gelandang Chelsea tersebut harus ditenangkan oleh Carlton Cole.
Cole sendiri menyebut Djanur sebagai sosok pelatih yang baik dan layak dihormati. Tak hanya Essien, Cole juga terlihat lebih dulu menenangkan Achmad Jufriyanto, yang tampak terpukul dengan perpisahan tersebut.
Media Officer Persib Bandung saat itu Irfan Suryadiredja menilai reaksi emosional para pemain sebagai hal yang wajar.
Ia menegaskan bahwa Djanur dikenal sangat dekat dengan para pemain, termasuk Essien yang berstatus bintang dunia.
"Saya rasa wajar jika Essien sedih dengan kabar Djanur mundur. Setau saya Djanur itu tidak ada sekat ke pemain, dia bahkan hampir selalu ikut terlibat langsung kalau ada internal game," ungkap Irfan.
- VIVA.co.id/Muhammad Ali Wafa
Ia menambahkan bahwa kedekatan tersebut telah terbangun lama, terlebih setelah Persib menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014 di bawah arahan Djanur.
"Djanur ini dekat dengan pemain, apalagi setelah berhasil meraih juara 2014 kemarin. Rata-rata pemain, kan, sudah tiga sampai empat tahun selalu bersama pelatih," sambungnya.
"Jadi, bukan cuma Essien saja yang sedih, pemain lain pasti juga sedih. Hariono, Atep, dan semua yang sudah lama sama Djanur pasti sedih," tegasnya.
Pelatih yang membawa Persib juara ISL 2014 itu pun meninggalkan area stadion melalui ruang konferensi pers dengan kepala tertunduk, menandai akhir emosional perjalanannya di Bandung.
Delapan tahun berselang, Djanur kembali mengenang masa-masa melatih Essien dan Cole. Dalam obrolan di siniar Sport77Official, ia menekankan sikap rendah hati dua pemain bintang tersebut.
"Essien dan Cole, keduanya ini sangat respek kepada pelatih lokal seperti saya gitu," kenang Djanur, dikutip Senin (12/1/2026).
"Artinya mereka memiliki rasa respek yang luar biasa, tidak merasa jumawa. Mentang-mentang dia pemain lebih hebat dari yang ada di Indonesia. Tidak seperti itu. Justru sebaliknya," tambahnya.
- Tangkapan Layar
Tak hanya soal sikap, Djanur juga menyoroti disiplin tinggi yang ditunjukkan Essien dan Cole selama membela Persib.
"Saya kan waktu itu mengutamakan kebersamaan tuh di tim ya, tentunya di situ ada disiplin dong. Pemain Persib itu kan waktu itu mah masih latihan di mana-mana, kadang-kadang di Rodaya, kadang-kadang di Cimahi dan itu semua pemain harus sama-sama sama-sama dengan bis dari mes Persib yang ada di Stadion Persib," jelasnya.
"Nah, yang namanya Essien dan Cole itu tidak pernah telat datang," pujinya.
Sementara itu, delapan tahun setelah kepergian Djanur, Persib Bandung kembali berada di puncak kejayaan.
Maung Bandung di bawah asuhan Bojan Hodak resmi mengunci gelar juara paruh musim Super League 2025/2026 usai menaklukkan rival abadi Persija Jakarta dengan skor 1-0, Minggu (11/1/2026).
Laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu ditentukan lewat gol cepat Beckham Putra pada menit kelima.
Hasil tersebut membuat Persib kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 12 kemenangan dari 17 pertandingan. Selain memimpin klasemen, Persib juga mencatatkan rekor kandang impresif sepanjang paruh pertama musim.
Statistik Persib Bandung Paruh Musim Super League 2025/2026:
Peringkat: 1
Menang: 12
Seri: 2
Kalah: 3
Capaian itu membuat Persib unggul atas pesaing terdekat, termasuk Borneo FC Samarinda, sekaligus menggeser Persija Jakarta sebelum memasuki putaran kedua liga.
Load more