Segini Perkiraan Gaji Adrian Luna di Persik Kediri, Bintang Mahal Liga India Akhirnya Mendarat di Super League
- Instagram @a.luna21
tvOnenews.com - Persik Kediri kembali menunjukkan keseriusannya menyongsong putaran kedua Super League 2025/2026.
Setelah mendatangkan Jon Toral, Macan Putih resmi menambah amunisi di lini tengah dengan merekrut Adrian Luna, gelandang serang berpengalaman asal Uruguay.
Kedatangan Luna langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional.
Bukan hanya karena statusnya sebagai mantan kapten Kerala Blasters, tetapi juga karena reputasinya sebagai salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Liga India.
Hal ini pun memunculkan satu pertanyaan besar: berapa sebenarnya perkiraan gaji Adrian Luna di Persik Kediri?

- instagram keralablasters
Adrian Luna didatangkan untuk menambah kreativitas sekaligus pengalaman di sektor tengah Persik.
Pemain berusia 33 tahun itu menyambut kepindahannya ke Indonesia dengan penuh semangat.
"Bagi saya ini tantangan yang menarik. Negara baru, budaya baru, dan sepak bola yang berbeda. Saya menikmati kesempatan ini dan senang bisa berada di sini," ujar Luna.
Selama tiga musim bersama Kerala Blasters, Luna bukan sekadar pemain inti.
Ia adalah figur sentral tim dengan catatan 87 penampilan, 15 gol, dan 27 assist, serta dipercaya mengemban ban kapten.
Sebelum berkiprah di India, Luna juga sempat merasakan atmosfer A-League Australia bersama Melbourne City FC dan turut membantu klub tersebut meraih gelar juara A-League musim 2020/2021.
Pengalaman Luna di sepak bola internasional terbilang lengkap.
Ia memulai karier profesional di Uruguay bersama Defensor Sporting, lalu melanjutkan petualangan ke Spanyol bersama Espanyol.
Di Negeri Matador, ia juga sempat dipinjamkan ke Gimnastic dan Sabadell.
Setelah itu, Luna kembali ke Amerika Latin dengan memperkuat klub-klub seperti Nacional (Uruguay), Veracruz, dan Venados FC (Meksiko).
Di level internasional, ia pernah memperkuat Timnas Uruguay U-17 dan U-20, yang semakin menegaskan kualitas dan mentalitas kompetitifnya.
Nama Adrian Luna sempat menjadi saga transfer setelah Kerala Blasters mengumumkan rencana peminjaman sang pemain ke klub luar negeri.
“The Blasters dapat mengonfirmasi bahwa kapten klub Adrian Luna akan menghabiskan musim 2025/2026 dengan pinjaman ke klub luar negeri sebagai bagian dari pengaturan yang disepakati bersama antara pemain dan klub,” tulis @keralablasters, Rabu (31/12).
Media India bahkan menyebut Indonesia sebagai destinasi paling realistis.
“Adrián Luna kemungkinan akan dipinjamkan ke Indonesia,“ cuit @FExpressIndia.
Menariknya, meski akan dipinjamkan, Luna baru saja memperpanjang kontraknya dengan Kerala Blasters pada Mei 2024 hingga 31 Mei 2027.
Dalam kontrak tersebut, ia disebut sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di Liga India.
“KBFC pernah mengatakan ini sebelumnya, Adrian Luna adalah pemain utama mereka dan pemain dengan gaji tertinggi. Jadi mereka tidak akan bersedia memberikan pemain lain lebih dari yang diterima Luna,” tulis @IFTnewsmedia pada 26 Maret 2024.
Menurut laporan Bong Football, gaji Luna di Kerala Blasters mencapai $1,040 juta per tahun atau sekitar Rp17,3 miliar.
Sementara Salary Sports mencatat angkanya berada di kisaran £14 ribu per pekan atau sekitar £728 ribu per tahun (Rp16,3 miliar).
Perkiraan Gaji Adrian Luna di Persik Kediri
Dengan nominal setinggi itu, hampir mustahil Persik Kediri menanggung penuh gaji Adrian Luna seperti saat di India.
Umumnya, skema peminjaman pemain asing dengan gaji besar melibatkan subsidi gaji dari klub asal.
Jika mengacu pada praktik transfer serupa di Super League, Persik diperkirakan hanya menanggung 40–60 persen dari total gaji, atau berada di kisaran Rp6–9 miliar per musim.
Angka tersebut masih tergolong tinggi, namun sepadan dengan kualitas, pengalaman, dan daya tarik Luna sebagai marquee player.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Adrian Luna hingga akhir 2025 berada di kisaran €520 ribu–€550 ribu atau setara Rp9,5–9,6 miliar.
Nilai ini mencerminkan statusnya sebagai pemain berpengalaman yang masih punya kontribusi nyata di level kompetitif.
Di atas lapangan, Luna dikenal sebagai gelandang serang dengan visi bermain matang, distribusi bola akurat, serta fleksibilitas posisi.
Ia bisa dimainkan sebagai playmaker, box-to-box midfielder, false nine, bahkan winger, sesuai kebutuhan tim.
"Saya ingin membantu tim lewat pengalaman yang saya miliki. Target saya jelas, bermain sebanyak mungkin, mencetak gol, memberi assist, dan berkontribusi di setiap pertandingan," tegas pemain kelahiran 12 April 1992 tersebut.
Meski harus menyesuaikan regulasi pemain asing, Luna siap bersaing secara sehat demi kepentingan tim.
"Kita tahu hanya tujuh pemain asing yang bisa bermain sejak awal. Kadang kita bermain, kadang tidak. Tapi persaingan seperti ini penting karena bisa meningkatkan level semua pemain. Yang terpenting adalah fokus bersama untuk membantu tim," ujarnya.
Dengan kombinasi kualitas, pengalaman, dan mentalitas pemimpin, Adrian Luna bukan sekadar rekrutan biasa.
Jika mampu beradaptasi cepat, ia berpotensi menjadi pembeda bagi Persik Kediri di paruh kedua musim.
(tsy)
Load more