Singgung Menit Bermain, Bung Binder Bongkar Sinyal Marselino Ferdinan Pulang ke Liga Indonesia
- Instagram/
tvOnenews.com - Isu soal pemain diaspora Timnas Indonesia yang memilih merapat ke Super League kembali memantik perdebatan.
Namun di tengah narasi 'downgrade' yang kerap muncul, pengamat sepak bola nasional Bung Binder justru melontarkan pandangan berbeda yang cukup menohok.
Menurut Bung Binder, keputusan pemain Timnas Indonesia termasuk yang berkarier di Eropa untuk menentukan masa depan kariernya sepenuhnya merupakan hak pribadi.

- Instagram @ivarjnr
Ia menegaskan, tidak ada yang salah ketika seorang pemain memilih bermain di Liga Indonesia selama keputusan itu berdampak positif bagi perkembangan karier dan kontribusi ke tim nasional.
“Ini kan hak seorang pemain bagaimana caranya dia bisa hidup sebagai pemain sepak bola profesional. Dan memang saya salah satu yang mengatakan bahwa saya memilih lebih baik para pemain tersebut bermain di Eropa kalau tidak mendapatkan menit bermain asalkan dia latihan,” kata Bung Binder di kanal YouTube pribadinya, Bola Bung Binder.
Ia mengaku sempat berada di kubu yang menyarankan pemain tetap bertahan di Eropa meski minim menit bermain, asalkan masih berlatih bersama klub. Namun pandangan itu kini berubah.
Menurutnya, kondisi tersebut justru tidak sehat bagi perkembangan pemain, terutama ketika menyangkut performa mereka bersama Timnas Indonesia.
Dalam pernyataannya, Bung Binder secara khusus menyinggung nama Marselino Ferdinan.

- Facebook - AS Trencin
Pemain muda andalan Timnas Indonesia itu disebut mulai kehilangan sentuhan permainan karena kesulitan mendapatkan menit bermain di luar negeri.
“Marselino sekarang kan sudah mulai kehilangan sentuhan-sentuhannya karena dia kesulitan mendapatkan menit bermain,” lanjut pundit sepak bola itu.
Bahkan, Bung Binder mengaku mendengar informasi bahwa Marselino berpeluang kembali merumput di Liga Indonesia pada musim depan.
"Bahkan yang saya dengar informasi ini enggak tahu benar atau enggak musim depan dia juga akan bermain di Liga Indonesia," ungkap Bung Binder.

- Instagram - Marselino Ferdinan
Meski belum dapat dipastikan kebenarannya, sinyal tersebut dinilai masuk akal jika mempertimbangkan kebutuhan jam terbang.
Jika benar terjadi, kepulangan Marselino ke kompetisi domestik diyakini bukan sebuah kemunduran, melainkan langkah strategis demi menjaga performa dan konsistensi.
Label ‘Downgrade’ Dinilai Tidak Logis
Bung Binder juga dengan tegas menolak istilah “downgrade” yang kerap dilekatkan pada pemain diaspora yang memilih bermain di Indonesia.
Ia mencontohkan beberapa nama seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Jordi Amat yang justru menunjukkan performa positif setelah berkarier di Liga Indonesia.

- Persib Bandung
“Apakah Thom Haye main di Persip downgrade? Saya pikir enggak. Eliano Reijnders kelihatan kan sekarang bagusnya seperti apa. Apakah karena dia bermain di Liga Indonesia? Enggak. Dia main di Belanda pun sudah mendapatkan menit bermain,” tegasnya.
Menurutnya, Liga Indonesia kini sudah jauh lebih profesional dan kompetitif. Bahkan, mendapatkan menit bermain di Super League bukan perkara mudah, termasuk bagi pemain yang datang dari Eropa.
Selain itu, pemain-pemain yang sebelumnya berkarier di Eropa dinilai akan lebih mudah beradaptasi dengan iklim, cuaca, dan atmosfer sepak bola Indonesia jika mulai bermain di kompetisi domestik.
Menutup analisanya, Bung Binder menegaskan bahwa bermain di Liga Indonesia bukan berarti karier seorang pemain telah berakhir.
Dengan memilih klub papan atas dan yang rutin tampil di kompetisi Asia, pemain justru mendapat tantangan baru sekaligus panggung untuk berkembang. (asl)
Load more