Kisah Pilu Sriwijaya FC: Dari Pemegang Gelar Terbanyak Piala Indonesia, Kini Jadi Tim Pesakitan di Kasta Kedua
- Instagram @sriwijayafc.id
tvOnenews.com - Sriwijaya FC belakangan menjadi sorotan publik. Ini karena performa mereka di kasta kedua Liga Indonesia cukup memprihatinkan.
Bagaimana tidak, mereka kini terpuruk di dasar klasemen Championship. Padahal, Sriwijaya FC merupakan klub dengan pemegang gelar terbanyak di level domestik.
Krisis finansial hingga ditinggal sponsor utama membuat klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut seolah tidak berdaya dalam bersaing di sepak bola Indonesia.
Lalu, seperti apa kisah Sriwijaya FC, dari klub paling berjaya di Indonesia sampai terpuruk di kasta kedua?
Era Kejayaan Sriwijaya FC

- ANTARA/Andika Wahyu/hp/08
Setelah bertransformasi dari Persijatim Jakarta Timur, klub ini pindah homebase ke Palembang dan berganti nama menjadi Sriwijaya FC pada 2004.
Tak butuh waktu lama, Sriwijaya FC langsung dihuni oleh pemain-pemain berlabel Timnas Indonesia hingga penggawa asing dengan skill individu luar biasa.
Tiga tahun setelah pindah ke Palembang, Sriwijaya FC menjelma sebagai kekuatan baru di persepakbolaan Indonesia. Mereka bahkan mampu menyaingi Persipura Jayapura.
Ferry Rotinsulu, Nova Arianto, Christian Warobay, Isnan Ali, Firman Utina, Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono, hingga Supardi Nasir pernah berkostum Sriwijaya FC.
Bahkan di era keemasannya, Sriwijaya FC juga diperkuat dengan pemain asing kelas atas seperti Zah Rahan Krangar, Anoure Obiora, Ngon A Djam hingga Keith Kayamba Gumbs.
Dengan skuad bertabur bintang, Sriwijaya FC asuhan pelatih Rahmad Darmawan mengeklaim gelar domestik seperti Piala Indonesia sebanyak tiga kali.
Tidak hanya itu, trofi Liga Indonesia tak dilewatkan Sriwijaya FC, tepatnya pada musim 2007/2008 serta 2011/2012. Dari sini, mereka berhak tampil di Asia
Debut Laskar Wong Kito di Liga Champions Asia terjadi pada 2009. Namun, tim asal Palembang tersebut belum mampu berbuat banyak di penampilan pertamanya.
Barulah pada edisi 2010 dan 2011, Sriwijaya FC berhasil lolos penyisihan grup dan tampil di babak 16 besar. Namun, mereka gagal mencapai ke fase berikutnya.
Era Transisi Sriwijaya FC

- Antarasumsel.com/13/Awi
Seiring dengan dualisme liga Indonesia pada 2011 sampai 2015, stabilitas Sriwijaya FC juga goyah. Bongkar pasang skuad tak terelakkan di skuad juara tersebut.
Load more