Resmi! 1 Pemain Keturunan Pamit Jelang Debut John Herdman Bersama Timnas Indonesia: Terima Kasih!
- instagram.com/persisofficial
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola nasional jelang debut pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Salah satu pemain keturunan resmi berpamitan dari klub yang selama ini dibelanya.
Adalah Jordy Tutuarima yang menyampaikan salam perpisahan bersama Persis Solo pada Senin, 9 Februari 2026. Momen tersebut terjadi saat perhatian publik tengah tertuju pada persiapan Skuad Garuda menghadapi FIFA Series 2026.
Kebersamaan Jordy Tutuarima dengan Laskar Sambernyawa dipastikan berakhir pada bursa transfer paruh musim. Keputusan ini diambil manajemen klub setelah melakukan evaluasi terhadap masa depan sang pemain.
Melalui unggahan di media sosial resmi klub, Persis Solo mengumumkan tidak lagi menggunakan jasa bek kiri berdarah Indonesia-Belanda tersebut. Manajemen turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan selama membela kebanggaan warga Solo.
“Terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan selama berseragam Laskar Sambernyawa. Semoga sukses di mana pun kamu berkarier,” tulis pernyataan resmi Persis Solo yang diunggah pada Januari lalu.
Setelah memastikan tidak melanjutkan karier bersama Persis, Jordy Tutuarima akhirnya buka suara dan menyampaikan salam perpisahan kepada para pendukung. Melalui akun media sosial pribadinya, ia menuliskan pesan emosional yang mencerminkan sikap dewasa dalam menyikapi dinamika karier profesional.
“Leaving is not always a decision, sometimes it’s just life moving forward. Thanks to the ones who had faith in me throughout my time at Persis Solo,” tulis Jordy dalam unggahannya.
Ia juga menyematkan tagar #terimakasih dan #sakjose sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada suporter setia. Unggahan tersebut langsung menuai respons emosional dari para penggemar yang merasa kehilangan sosok pekerja keras di sektor kiri pertahanan.
Kepergian Jordy Tutuarima dari kompetisi kasta tertinggi Indonesia dinilai membawa dampak besar terhadap peluangnya menembus Timnas Indonesia. Status tanpa klub atau potensi penurunan level kompetisi diprediksi akan membuat namanya semakin sulit masuk radar seleksi Skuad Garuda.
Situasi ini berbanding terbalik dengan visi besar yang diusung John Herdman. Dalam konferensi pers perkenalannya, pelatih asal Inggris tersebut menegaskan akan menambah pemain keturunan dengan standar kualitas tinggi.
“Untuk bisa bersaing di panggung dunia, Anda membutuhkan pemain level satu dan dua, yakni mereka yang bermain di lima liga top dunia,” ujar Herdman. Ia menekankan pentingnya pengalaman bermain di level elite bagi masa depan Timnas Indonesia.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu tidak menutup kemungkinan memanggil wajah baru. Namun, ia menegaskan akan sangat selektif dengan melihat rekam jejak dan konsistensi karier sang pemain.
“Saya akan merekrut pemain yang kariernya menceritakan kisah terbaik. Karier sepak bola tidak berbohong, jika Anda pemain top, maka Anda bermain di level tertinggi,” tambah Herdman.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa peluang pemain keturunan dengan karier yang stagnan bisa semakin menipis. Herdman disebut lebih memprioritaskan pemain yang saat ini aktif di Eropa atau liga elite demi mendongkrak performa Garuda secara cepat.
Agenda terdekat Herdman adalah memimpin Timnas Indonesia di ajang FIFA Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 23–31 Maret mendatang. Publik pun menantikan pembuktian racikan sang pelatih, sembari mencermati siapa saja yang akan tersisih dan siapa yang mendapat kesempatan baru.
(sub)
Load more