Heboh Pemain PSIR Rembang Lakukan Hal 'Tak Wajar' ke Wasit, Semifinal Liga 4 Jateng Berakhir Ricuh
- Kolase tvOnenews.com | PERSAK OFFICIAL - Instagram @vibeballs
tvOnenews.com - Kasus kekerasan terhadap perangkat pertandingan kembali mencoreng citra sepak bola nasional.
Insiden terbaru terjadi dalam laga leg kedua semifinal Liga 4 Jawa Tengah yang mempertemukan tuan rumah PSIR Rembang melawan Persak Kebumen di Stadion Krida, Rembang, Kamis (12/2/2026).
Pertandingan yang seharusnya berlangsung kompetitif justru berubah menjadi chaos di akhir laga.
Ketegangan memuncak hingga memicu aksi penyerangan terhadap wasit Dwi Purba Adi Wicaksana oleh sejumlah oknum yang berada di lapangan.
Viral di Media Sosial
Kericuhan dipicu ketidakpuasan terhadap keputusan pertandingan.
Wasit menjadi sasaran amarah berbagai pihak, mulai dari ofisial, pemain, hingga suporter yang nekat masuk ke lapangan.
Rekaman video kejadian tersebut dengan cepat viral di media sosial dan memantik kemarahan publik pecinta sepak bola nasional.
Wasit Dwi Purba dilaporkan menjadi korban pengeroyokan brutal oleh berbagai elemen tim tuan rumah.
Dalam salah satu postingan akun Instagram @vibeballs, menunjukkan rekaman salah seorang pemain PSIR Rembang berlari ke arah wasit.
Tak sampai di situ, secara mengejutkan, pemain bernomor punggung 99 itu tampak meremas kemaluan wasit.
Wasit yang tampak terkejut langsung saja mencoba menjauh.
Tindakan tak terpuji ini tentu langsung mengundang reaksi dari netizen.
"Wadhuuh...kudu digowo nang psikiater koyo'e iku pemaine (harus dibawa ke psikiater kayaknya itu pemainnya),"
"Pidana ini. Pelecehan seksual,"
"Pelecehan, gak boleh mukul bukan berarti boleh pegang organ vital .. kacau,"
Di tengah situasi panas tersebut, laga tetap dinyatakan selesai. Persak Kebumen keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0, memastikan tiket final dengan agregat 3-1.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Khairul Anwar, yang hadir di lokasi memastikan pengamanan langsung dilakukan setelah insiden terjadi.
"Kami hadir memastikan semua berjalan sesuai aturan. Secara teknis pertandingan 2x45 menit berjalan normal, dan kami ikut mengawal wasit sampai depan ruang ganti demi keselamatan," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keselamatan perangkat pertandingan menjadi prioritas setelah situasi tidak terkendali.
Reaksi keras datang dari federasi. Anggota Exco PSSI lainnya, Muhammad, mendesak agar hukuman tegas dijatuhkan kepada pelaku maupun klub.
Load more