Tanpa VAR di JIS, Pelatih PSM Makassar dan Persija Jakarta Kompak Soroti Kualitas Super League
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
“Jika Anda melihat sejarahnya, dan juga untuk pelayanan bagi penonton di stadion dan penonton yang menonton di TV, VAR seharusnya berfungsi. Jadi saya pikir ini tidak baik,” katanya. Pernyataan itu mempertegas bahwa isu ini bukan semata soal satu keputusan, melainkan soal kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Kekecewaan serupa turut diungkapkan pelatih Persija, Mauricio Souza. Meski timnya keluar sebagai pemenang, ia tetap menyayangkan absennya VAR dalam laga penting tersebut.
Souza menilai keberadaan VAR sangat membantu wasit ketika menghadapi situasi yang meragukan. Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi, keputusan krusial kerap membutuhkan intervensi teknologi agar hasilnya benar-benar adil.
Meski demikian, ia menyadari keputusan terkait penggunaan VAR bukan berada dalam ranahnya sebagai pelatih. Ia menyebut operator kompetisi sebagai pihak yang memiliki kewenangan penuh atas penerapan teknologi tersebut.
“Saya rasa sangat disayangkan tidak ada VAR. Jika ada hal apa pun yang menjadi keraguan dalam setiap momen permainan, VAR dapat mengklarifikasinya,” ujar Souza. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tim sudah diberi tahu sebelumnya soal absennya VAR dan tidak ada yang bisa mereka lakukan terkait keputusan itu.
(igp)
Load more