Nostalgia Liga Indonesia: Persiter Ternate, Kuda Hitam Divisi Utama yang Dipimpin Striker Lincah Rahmat Rivai
- Facebook Planet Bola
Saat tampil di Gelora Kie Raha, Persiter Ternate bermain bak kesetanan. Irwan M Zen Cs bahkan jarang sekali merasakan kekalahan di kandang.
Salah satu tim yang merasakan ketangguhan Persiter di kandang adalah Persipura Jayapura yang datang dengan status juara bertahan edisi sebelumnya.
Tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut harus bertekuk lutut dari Persiter Ternate dengan kekalahan tiga gol tanpa balas saat melawat ke Stadion Gelora Kie Raha.
Persiter yang punya ciri khas permainan ala Samba finis di peringkat keenam klasemen Liga Indonesia 2007 dengan 17 menang, 6 imbang dan 11 kekalahan.
Kendati demikian, perubahan format jelang Liga Indonesia 2008 membuat kiprah gemilang Persiter Ternate terhenti. Mereka dinyatakan gagal lolos verifikasi.

- kieraha.com
Poin yang tidak dapat dipenuhi oleh Persiter Ternate adalah infrastruktur stadion Gelora Kie Raha yang dinilai tak sesuai standar. Akibatnya, mereka terpaksa mundur.
Klub kebanggaan warga Maluku Utara ini harus rela turun kasta berbarengan dengan kepergian Rahmat Rivai ke Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura yang justru panen gelar.
Kondisi Persiter Ternate kian memprihatinkan setelah adanya kontestasi pemilihan kepala daerah Maluku Utara pada 2008 yang membuat masa depan klub makin suram.
Alhasil, Persiter Ternate harus memulai kiprah dengan merangkak dari level terendah yaitu Liga 4. Dari tingkat kompetisi ini saja, mereka kesusahan untuk bangkit lagi.
Kini sudah hampir dua dekade Persiter Ternate tidak mentas di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Representasi wajah Maluku Utara digantikan oleh Malut United.
(han)
Load more