Jelang Manila Digger vs Dewa United di AFC Challenge League, Jan Olde Riekerink Pasang Target Tinggi
- Dewa United
Jakarta, tvOnenews.com - Dewa United Banten FC menatap laga penting di babak perempat final AFC Challenge League dengan penuh kesiapan. Tim berjuluk Banten Warriors itu dijadwalkan menghadapi Manila Digger FC pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (5/3) malam.
Pertandingan tandang ini menjadi kesempatan bagi Dewa United untuk menunjukkan kualitas mereka di level Asia. Hasil positif di kandang lawan tentu akan menjadi modal berharga sebelum menjalani laga penentuan di leg berikutnya.
Menjelang pertandingan tersebut, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, hadir dalam sesi Pre Match Press Conference yang berlangsung di Ruang Konferensi Pers Stadion Rizal Memorial pada Rabu (4/3/2026) malam. Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa timnya datang dengan ambisi besar untuk meraih hasil maksimal di turnamen ini.
“Saya pikir hal ini berlaku untuk setiap turnamen. Anda mengikuti turnamen tentu dengan tujuan untuk memenangkannya,” ujarnya dikutip dari I.league.
Riekerink juga menjelaskan bahwa timnya sudah berada di Manila selama dua hari terakhir untuk melakukan berbagai persiapan. Adaptasi terhadap kondisi lapangan sintetis menjadi salah satu fokus utama sebelum pertandingan digelar.
“Saat ini kami sudah berada di sini selama dua hari. Kami akan bermain dalam kondisi yang berbeda, di atas lapangan buatan. Namun, saya rasa dengan latihan kemarin dan hari ini, semoga itu cukup untuk beradaptasi," tuturnya.
"Besok [hari ini] kita akan lihat hasilnya. Pertandingan ini berjalan dalam dua laga, jadi membuat pilihan strategi demi hasil pertandingan juga penting,” tambahnya.
Selain mempersiapkan tim secara teknis, Riekerink juga mengaku cukup memahami karakter permainan yang dimiliki oleh Manila Digger FC. Ia bahkan mengaitkan pengalamannya saat melatih di Afrika Selatan sebagai referensi dalam membaca kekuatan lawan.
“Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika Selatan, dan banyak pemain mereka berasal dari Gambia. Saya melihat gaya permainan yang sama di sana," terangnya.
"Mereka bermain dengan identitas yang jelas, yang juga dibentuk dari akar Afrika para pemainnya. Selain itu, saat di Cape Town City, saya terbiasa menghadapi tim-tim seperti ini, sehingga saya juga memahami kekuatan dan kelemahan kualitas sepak bola Afrika,” tutupnya. (fan)
Load more