4 Pemain Asing Super League Ceritakan Momen Spesial saat Main di Bulan Ramadhan, Ada Bek Persib Bandung Federico Barba
- AFC
tvOnenews.com - Deretan pemain asing Super League ini mengaku terkesan dengan momen Ramadhan di Indonesia saat kompetisi tengah bergulir.
Bahkan ada sebagian dari mereka yang mengaku jadi rindu kampung halaman lantaran suasana Ramadhan di Indonesia begitu menyejukan hati.
Masuk bulan Ramadhan, operator liga mengubah jadwal pertandingan menjadi sepenuhnya malam hari. Biasanya, laga akan dihelat setelah shalat tarawih.
Tidak hanya itu, setiap klub juga mengubah waktu hingga metode latihan mereka juga di malam hari karena sebagian besar pemain lokal tengah beribadah puasa.
Lebih lanjut, suasana di sekitar lingkungan klub terkait aktivitas masyarakat dalam menjalani ibadah bahkan sampai membuat para pemain asing tersentuh.
Sebagian dari mereka bahkan larut dalam momen Ramadhan, sampai ada sebagian yang merindukan saat-saat ini bersama keluarganya masing-masing.
Berikut, deretan pemain asing Super League yang bagikan cerita unik saat berlaga di bulan Ramadhan.
1. Lulinha (Madura United)

- Madura United
Empat musim bermain di Super League bersama Madura United, Lulinha tentu tidak asing dengan bergulirnya kompetisi di tengah bulan Ramadhan.
Hal itu dikatakan sebelum Madura United hadapi Persib Bandung pada akhir Februari silam, di mana menurutnya, Ramadhan menjadi momentum baik untuk timnya.
“Kami berharap bisa mendapatkan poin di laga ini. Ramadhan menjadi momen yang baik untuk kami membangun semangat dan kebersamaan,“ ujar Lulinha.
2. Federico Barba (Persib Bandung)

- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Ini menjadi momen Ramadhan Federico Barba bersama Persib Bandung di Super League, namun ia tidak terbebani dengan perubahan jadwal karena ibadah puasa.
Menurut Federico Barba, tidak ada perbedaan yang begitu mencolok ketika pertandingan ataupun latihan diubah menjadi malam hari selama Ramadhan.
“Kami hanya perlu mengubah waktu latihan, beradaptasi, atau seperti sekarang, kami menggelar latihan di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan. Jadi bagi saya tidak ada yang berubah,” kata Barba.
3. Sheriddin Boboev (PSM Makassar)

- Instagram - PSM Makassar
Berasal dari negara Muslim Tajikistan membuat Sheriddin Boboev terbiasa dengan pertandingan yang dihelat pada bulan Ramadhan.
Apalagi pada 2021 lalu, Sheriddin Boboev pernah bermain di Malaysia bersama Penang, sehingga momen puasa di tengah kompetisi bukan hal sulit baginya.
“Saya sudah punya pengalaman sebelumnya melakukan puasa di Malaysia. Cuacanya hampir sama, ya sama dengan yang ada di sini. Saya kira tidak terlalu sulit,” ucap Boboev.
4. Kerim Palic (Madura United)

- ANTARA
Senada dengan Sheriddin Boboev, gelandang Madura United Kerim Palic merupakan seorang Muslim yang harus jauh dari keluarganya karena lagi berkarier di Indonesia.
Kerim Palic mengaku jadi merindukan momen berpuasa bersama keluarganya di Bosnia Herzegovina setelah menyaksikan langsung Ramadhan di tengah warga Madura.
“Ramadan di Indonesia memiliki atmosfer spesial, sejujurnya di Madura juga. Kamu bisa melihat banyak orang dengan solidaritasnya dan menjalaninya dengan penuh semangat — Ini bagus untukku karena saya jauh dari rumah di bulan spesial ini. Melihat hal itu membuatku sangat senang,“ katanya.
(han)
Load more