Gara-gara Malaysia, Madura United Batal Punya Pelatih Baru
- FAM
"Di sisi lain, upaya kami mendatangkan pelatih dari Eropa dan Amerika Selatan juga masih terkendala, khususnya dalam hal akomodasi penerbangan yang terdampak situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah," tambah Annisa.
Kondisi bursa transfer pelatih semakin pelik karena opsi juru taktik dari kawasan Asia juga belum membuahkan hasil. Manajemen Madura United bersikap hati-hati dan enggan membeli kucing dalam karung demi menjaga marwah dan stabilitas performa klub di atas lapangan hijau.
"Sementara itu, untuk opsi pelatih dari Asia, manajemen masih belum menemukan sosok yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim saat ini," sambungnya lagi.
Situasi carut-marut di kursi kepelatihan ini diakui Annisa menjadi pukulan telak bagi internal tim dan para loyalis Madura United yang tengah mengharapkan kebangkitan klub di sisa kompetisi.
Pihak manajemen berjanji akan terus memutar otak demi mencari solusi terbaik di tengah himpitan jadwal pertandingan sisa yang kian krusial.
"Kami memahami situasi ini bukan hal yang mudah, baik bagi tim maupun para suporter," tutup Annisa.
Madura United tengah berjuang untuk bangkit dari keterpurukan. Carlos Parreira dipecat ketika Madura United berada di peringkat 16 klasemen Super League atas 20 poin, poin yang sama dengan Persis Solo yang unggul jumlah selisih gol.
Madura United pun masih menyisakan sembilan pertandingan untuk bisa bangkit dan bertahan di kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia ini. (hfp)
Load more